Senin, 25 Maret 2013

ANALISIS LINGKUNGAN EKSTERNAL DALAM PELAYANAN KESEHATAN


A.    LINGKUNGAN EKSTERNAL
Dukungan politis melalui perangkat hukum merupakan faktor penting dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan atau program-program pembangunan kesehatan. Adanya beberapa Peraturan Daerah  baik secara umum maupun khusus bidang kesehatan menjadi kekuatan utama dalam mendukung upaya peningkatan pelayanan kesehatan prima kepada masyarakat. Keberadaan Perda struktur organisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul serta Perda tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan di Puskesmas merupakan tahap yang sangat penting yang menjadi dasar bagi perancangan program-program yang lain.  Perda baru tentang Struktur organisasi berdasarkan PP 8 tahun 2003 tengah diproses konsep rancanganannya untuk dilanjutkan dalam pembahasan dengan Pemerintah Daerah. Keberadaan Peraturan Daerah lainnya yang telah disusun sebelum masa desentralisasi beberapa nampaknya masih sesuai untuk dioperasionalisasikan namun beberapa perlu dilakukan revisi segera. Diberlakukannya Desentralisasi melahirkan Perda baru tentang pelayanan Kesehatan swasta yang sebelumnya belum bisa dilaksanakan.
Pelayanan umum yang ada kaitanya dengan peningkatan status kesehatan masyarakat yang pengelolaannya dilaksanakan oleh lintas sektor terkait antara lain pelayanan keluarga berencana, pelayanan pemberian makanan tambahan bagi anak sekolah, kesehatan lingkungan, pelayanan usaha kesehatan sekolah dan sebagainya merupakan daya dukung yang perlu dikembangkan dan dikoordinasikan lebih lanjut sehingga akan mempercepat penanganan masalah kesehatan yang ada dalam upaya menuju derajat kesehatan masyarakat
 Perkembangan teknologi dan pendidikan dalam bidang kesehatan  memberikan dampak banyak munculnya sarana pelayanan kesehatan swasta termasuk Rumah Sakit telah telah berkembang dengan munculnya berbagai Balai Pengobatan swasta, Rumah Bersalin swasta maupun dokter praktek dan bidan praktek swasta. RSUD merupakan sebuah aset kesehatan yang layak untuk dikembangkan lebih luas mengingat fungsinya sebagai rujukan dari berbagai unit layanan kesehatan. RSUD merupakan kekuatan penting bagi peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Gunungkidul khususnya dalam pemberian layanan tingkat lanjut bagi pasien yang memerlukannya.
Iklim desentralisasi memberikan banyak reformasi yang terus bergulir sehingga memberikan nuansa baru yang lebih baik. Globalisasi juga memberikan tantangan ke depan dalam kemampuan organisasi untuk menyesuikan diri atau kemampuan untuk senantiasa memperbaharui diri dalam mengendalikan lingkungannya sehingga memberikan kontribusi yang kondusif bagi proses manajemen organisasi.
Dengan latar belakang krisis ekonomi yang terjadi maka perhatian kepada keluarga miskin menjadi semakin meningkat mengingat kemampuan mereka dalam pembiayaan kesehatan yang semakin lemah. Program Jaring Pengaman Sosial Bidang Kesehatan (JPS-BK) yang diluncurkan sekitar tahun 1997 untuk memberikan safety fund bagi keluarga miskin yang dilanjutkan dengan program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan bakar Minyak (PKPSBBM) sangat membantu penanganan dalam pelayanan kesehatan bagi keluarga miskin, namun sebagai bentuk subsidi dan telah mulai membaiknya suasana ekonomi ataupun status derajat kesehatan masyarakat maka perlu dipikirkan untuk Exit strategy – nya agar berkembang suatu  kemandirian pembiayaan kesehatan masyarakat.
Paradigma sehat merupakan paradigma yang dikembangkan dalam mencapai Indonesia Sehat tahun 2010 melalui strategi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan orientasi bahwa pelayanan preventif dan promotif mendapatkan porsi lebih utama tanpa mengabaikan pelayanan  curatif dan rehabilitatif. Persepsi masyarakat tentang Puskesmas sebagai unit pelayaan bagi orang sakit sehingga mereka akan berkunjung bila sakit perlu dirubah karena hal ini bertentangan dengan konsep sehat itu sendiri yang tidak hanya mengobati sakit namun juga menjaga sehat.
Disiplin pegawai meskipun telah lama menjadi sorotan namun hingga saat ini masih tetap memprihatinkan. Sistem reward dan punisment bagi pegawai belum mapan dan belum dilaksanakan dengan baik. Pengembangan karir merupakan sarana pemacu motivasi pada banyak organisasi, namun demikian hal ini belum menjadi pokok perhatian utama pegawai mengingat sistem penilaian kinerja yang masih perlu banyak pembenahan (struktural maupun fungsional). 

ads

Ditulis Oleh : Dermon Siahaan Hari: 18.18 Kategori:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar