Rabu, 19 Juni 2013

MENGENAL ANTIOKSIDAN DALAM BIDANG KESEHATAN

A.    Antioksidan
Antioksidan adalah molekul zat yang dapat memperlambat atau mencegah oksidasi molekul lain. Reaksi oksidasi yang memicu rantai reaksi yang akan merusak sel, rantai ini disebut oxidative stress. Antioksidan akan menghentikan rantai reaksi ini. Antioksidan biasanya berupa thiol, asam askrobat dan polifenol (Seis, 1997). Oxidative stress diduga menyebabkan berbagai penyakit serius, dan menurut penelitian farmasi, antioksidan memiliki pengaruh untuk perawatan stroke dan penyakit degradasi saraf (Bjelakovic, 1997).
Antioksidan dibagi menjadi dua yaitu antioksidan larut-lemak (hidrofobik) dan antioksidan larut air (hidrofilik). Kedua antioksidan ini memiliki peran yang sama walaupun tempat berfungsinya berbeda. Antioksidan hidrofobik melindungi membran sel dari peroksidasi lipid, sedangkan antioksidan hidrofilik melindungi sitosol dan plasma darah (Seis, 1997).
Dalam metabolisme sel, oksidan akan ditransportasikan ke tempat dimana oksidan tersebut dibutuhkan. Apabila jumlah oksidan yang menjadi berlebihan hal ini akan menimbulkan kerusakan oksidatif pada DNA, lipid dan protein (Seis, 1996). Oksidan bisa berupa anion superoksida, hydrogen peroksida, dan hidroksil radikal yang apabila berikatan dengan DNA maka akan menggagalkan sintesis  protein.
Antioksidan yang akan dibahas di sini adalah asam askrobat atau yang umum disebut vitamin C. Vitamin C merupakan vitamin yang larut dalam air,sehingga harus dikonsumsi setiap hari. Standar konsumsi vitamin C per hari memang masih dalam perdebatan, menurut standar WHO konsumsi vitamin C sebesar 45 mg per hari. Vitamin C dapat diperoleh melalui konsumsi buah dan sayur.

B. Serat
Serat adalah bagian dari makanan yang tak bisa dicerna oleh sistem pencernaan manusia. Serat memiliki kemampuan menyerap air dan memlancarkan defeksasi (Eastwood M,2005). Jenis serat dibagi menjadi dua yaitu serat terlarut dan tidak terlarut. Serat terlarut tidak dapat dicerna. Tetapi dapat berubah ketika melewati saluran pencernaan. Perubahan ini diakibatkan aktifitas bakteri yang melakukan fermentasi terhadap serat. Serat tidak terlarut, sama halnya dengan serat terlarut, tidak dapat dicerna. Dan tidak mengalami perubahan akibat fermentasi (Anderson JW, 2009).
Menurut MedlinePlus Medical Encyclopedia, manfaat dari serat terlarut antara lain menekan risiko kanker, menurunkan kadar gula darah, menjaga keasaman saluran pencernan. Sedangkan manfaat dari serat tidak terlarut antara lain mencegah konstipasi dan mempercept jalannya makanan dalam saluran pencernaan.
Serat terlarut biasa ditemukan pada kacang kedelai, oat, wortel, dan brokoli. Sedangkan serat tidak terlarut dapat ditemukan pada gandum, kacang, kulit kentang dan bunga kol.

C. Fruktosa
Fruktosa adalah monosakarida yang larut dalam air. Jenis gula ini dapat ditemukan pada buah, sayur dan madu (Park,1993. Fruktosa memiliki rumus kimia yang sama dengan glukosa, C6H12O6, namun geometri molekulnya berbeda. Menurut Calorie Control Council, fruktosa merupakan gula termanis karena kadar kemanisnya 1.75 kali dari glukosa. Fruktosa bisa berupa monosakarida dan disakarida jika berikatan dengan glukosa. Kehadiran fruktosa pada buah-buahan mencegah tebentuknya kristal es karena sifat fruktosa yang larut pada air.

Peneyerapan fruktosa dilakukan di usus halus kemudian dibawa ke hati melalui aliran darah. Namun mekanisme penyerapan fruktosa masih belum diketahui, ada dugaan bahwa fruktosa diserap melalui tranpor aktif karena melawan gradient konsentrasi (Stipanuk, 2006). Seperti halnya semua gula, fruktosa merupakan sumber energi. Meskipun memiliki derajat kemanisan paling tinggi, fruktosa tidak merusak gigi.

Dengan mengonsumi fruktosa secara seimbang akan menghemat protein, sehingga regenerasi dalam tubuh tidak akan terganggu. Fruktosa juga bermanfaat dalam metabolisme lemak.

Selengkapnya

Kadar Fenolat Total dan Likopen pada Buah Tomat

Alat yang digunakan adalah : Blender, kertas saring Whatman no. 1, cawan penguap, rotary evaporator, timbangan digital, labu ukur, plat tetes, pipet ukur, pipet mikro, spatel, aluminium foil, oven, desikator, Erlenmeyer, kaca arloji, vial, gelas ukur, corong pisah, tabung reaksi, magnetik stirer, seperangkat alat spektrofotometer UV – Vis (Shimadzu 265).


Bahan


Bahan yang digunakan antara lain : buah tomat, Air suling, metanol p.a (Merck), asam galat p.a (Merck), Reagen Folin – Ciocalteu, natrium karbonat p.a (Merck), 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH) p.a (Merck), heksan p.a (Merck), aseton (Merck), etanol p.a (Merck), etanol 96%, vitamin C

Pembuatan Reagen

a. Pembuatan larutan induk asam galat ( 5 mg/ml ) (Waterhouse, 1999)

Ditimbang 0,25 g asam galat tambahkan 5 ml etanol 96 % tambahkan aquadest sampai 50 ml.

b. Na2CO3 20 % (Waterhouse,1999)

Ditimbang 5 g Na2CO3 dan tambahkan 20 ml aquadest lalu didihkan kemudian diamkan selama 24 jam, saring dan encerkan dengan aquabidest sampai 25 ml.

c. Larutan DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) (Molyneux, 2004)

Ditimbang sebanyak 1,97 mg DPPH dan dilarutkan dengan metanol di dalam labu sampai 100 ml sehingga diperoleh larutan dengan konsentrasi 50 µM.



Pengambilan sampel 



Sampel yang digunakan adalah buah tomat, yang diambil di daerah Batu Plano Padang Panjang.



Penyiapan Sampel 



Ditiimbang 250 g tomat segar diblender selama 3 menit kemudian dimaserasi dengan 250 ml metanol selama 15 menit, sambil dikocok. Dilakukan 3 kali pengulangan kemudian saring dengan menggunakan kertas saring Whatman no 1, gabungkan filtrat. Filtrat dipekatkan dengan menggunakan rotary evaporator, sehingga diperoleh ekstrak yang dapat dituang. (Berat ekstrak total = 7,65 gram). 



Pembuatan Kurva Kalibrasi Asam Galat dengan Reagen Fenol Folin – Ciocalteu (Waterhouse, ,1999)

Pembuatan larutan induk asam galat (5 mg/ml)



Ditimbang 0,25 g asam galat tambahkan 5 ml etanol 96 % tambahkan aquadest sampai 50 ml, sehingga diperoleh konsentrasi 5 mg/ml. Dari larutan induk dipipet 6, 8, 10, 12, 14 ml dan diencerkan dengan aquadest sampai volume 100 ml. sehingga dihasilkan konsentrasi 300, 400, 500, 600, dan 700 mg/L asam galat. 



Dari masing-masing konsentrasi diatas dipipet 0,2 ml tambah 15,8 ml aquadest ditambah 1 ml Reagen Folin Ciocalteu kocok. Diamkan selama 8 menit tambah 3 ml larutan Na2CO3 kocok homogen. Diamkan selama 2 jam pada suhu kamar. Ukur serapan pada panjang gelombang serapan maksimum 765 nm, lalu buat kurva kalibrasinya hubungan antara konsentrasi asam galat (mg/L) dengan absorban.



Penentuan Kandungan Fenol Total dengan Metoda Folin –Ciocalteu (Orak, 2006)



Ditimbang 0,3 gram ekstrak kemudian dilarutkan sampai 10 ml dengan metanol : air (1 : 1). Dipipet 0,2 ml larutan ekstrak dan tambahkan 15,8 ml aquadest tambahkan 1 ml reagen Folin – Ciocalteu kocok. Diamkan selama 8 menit kemudian ditambahkan 3 ml Na2CO3 20 % kedalam campuran, diamkan larutan selama 2 jam pada suhu kamar. Diukur serapannya dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang serapan maksimum 765 nm yang akan memberikan komplek biru. Lakukan 3 kali pengulangan sehingga kadar fenol yang diperoleh hasilnya didapat sebagai mg ekuivalen asam galat/g sampel segar.



Penentuan Panjang Gelombang Serapan Maksimum DPPH (Okawa, 2001)



Dipipet sebanyak 3,8 ml larutan DPPH 50 µM dan ditambahkan 0,2 ml metanol. Setelah dibiarkan selama 30 menit ditempat gelap serapan larutan diukur dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 400 - 800 nm.



Pemeriksaan Aktivitas Antioksidan (Hanani, 2005; Okawa, 2001)



Ditimbang ekstrak sebanyak 10 mg, kemudian dilarutkan dengan 10 ml metanol dalam labu ukur ad 10 ml, maka didapatkan konsentrasi 1 mg/ml. Kemudian lakukan pengenceran dengan menambahkan metanol sehingga diperoleh sampel dengan konsentrasi (10, 30, 50, 70, 90 µg/ml) Untuk penentuan aktivitas antioksidan masing-masing konsentrasi dipipet sebanyak 0,2 ml larutan sampel dengan pipet mikro dan masukan ke dalam vial, kemudian tambahkan 3,8 ml larutan DPPH 50 µM. Campuran dihomogenkan dan dibiarkan selama 30 menit ditempat gelap, serapan diukur dengan spektrofotometer UV - Vis pada panjang gelombang 515 nm. Sebagai pembanding digunakan asam askorbat (konsentrasi 2,3,4,5,6 µg/ml) dengan perlakuan yang sama dengan sampel uji.



Penentuan Kadar Likopen (Sharma, 1996)



Tomat segar dihaluskan dengan blender kemudian ditimbang 5 gram, masukkan ke dalam Erlenmeyer bertutup yang dilapisi dengan kertas aluminium foil pada bagian luar & terlindungi dari cahaya tambahkan 50 ml larutan (heksana : aseton : etanol = 2 : 1 : 1) v/v, dikocok selama 30 menit dengan magnetik stirer, pindahkan ke corong pisah kemudian tambahkan 10 ml air suling kemudian dikocok lagi selama 15 menit. Pisahkan lapisan polar dan lapisan non polar, ambil semua lapisan atas (non polar) masukkan dalam labu ukur 100 ml tambahkan pelarut organik sampai tanda batas. Kadar likopen total ditentukan dari lapisan non polar (bagian atas) dengan spektrofotometer UV – Vis pada panjang gelombang maksimum 471 nm, dimana = 3450.



Pengolahan Data



Aktivitas antioksidan sampel ditentukan oleh besarnya hambatan serapan radikal DPPH melalui perhitungan persentase inhibisi serapan DPPH dengan menggunakan rumus :




Keterangan : 

Abs kontrol : Serapan radikal DPPH 50 µM pada panjang gelombang 515 nm.

Abs Sampel: Serapan sampel dalam radikal DPPH 50 µM pada panjang gelombang 515 nm



Nilai IC 50 masing-masing konsentrasi sampel dihitung dengan menggunakan rumus persamaan regresi linier. Sedangkan kadar likopen dihitung dengan menggunakan rumus berikut : C =

Keterangan:

C = konsentrasi ( g/100 ml), A= absorban, b = tebal kuvet (cm), dan = 3450.



Hasil dan Pembahasan



Metoda ekstraksi yang digunakan adalah maserasi dengan metanol karena cara ini merupakan metoda yang mudah dilakukan dan menggunakan alat-alat sederhana cukup dengan merendam sampel dalam pelarut. Semua filtrat yang diperoleh dari hasil ekstraksi diuapkan menggunakan rotary evaporator sehingga diperoleh ekstrak kental sebanyak 7,65 gram dari 250 gram tomat segar. 

Metoda yang digunakan dalam pengujian aktivitas antioksidan adalah metoda serapan radikal DPPH karena merupakan metoda yang sederhana, mudah, dan menggunakan sampel dalam jumlah yang sedikit dengan waktu yang singkat (Hanani, 2005). Pengukuran aktivitas antioksidan sampel dilakukan pada panjang gelombang 515 nm yang merupakan panjang gelombang maksimum DPPH, dengan konsentrasi DPPH 50 µM. Adanya aktivitas antioksidan dari sampel mengakibatkan perubahan warna pada larutan DPPH dalam metanol yang semula berwarna violet pekat menjadi kuning pucat (Permana, 2003)



Aktivitas antioksidan dari ekstrak metanol buah tomat ini dinyatakan dalam persentase inhibisinya terhadap radikal DPPH. Persentase inhibisi ini didapatkan dari perbedaan serapan antara absorban DPPH dengan absorban sampel yang diukur dengan spektrofotometer UV-Vis.



Besarnya aktivitas antioksidan ditandai dengan nilai IC 50, yaitu konsentrasi larutan sampel yang dibutuhkan untuk menghambat 50 % radikal bebas DPPH. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH terhadap ekstrak metanol pada konsentrasi 10, 30, 50, 70 dan 90 µg/ml, diperoleh IC 50 sebesar 44,06 µg/ml lebih besar dari vitamin C yaitu 3,63 µg/ml. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak dan vitamin C mempunyai aktivitas antioksidan yang kuat karena mempunyai IC 50 kurang dari 200 µg/ml (Blouis, 1958). Pengujian aktivitas antioksidan pada berbagai konsentrasi ternyata pada konsentrasi yang tertinggi menunjukkan aktivitas antioksidan yang lebih tinggi tetapi apabila dibandingkan dengan vitamin C, sampel mempunyai aktivitas antioksidan yang lebih rendah. Hasil pengujian dapat dilihat dalam Tabel 3.



Dari sejumlah penelitian pada tanaman obat dilaporkan bahwa banyak tanaman obat yang mengandung antioksidan dalam jumlah besar. Efek antioksidan terutama disebabkan karena adanya senyawa fenol seperti flavonoid, asam fenolat. Biasanya senyawa-senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan adalah senyawa fenol yang mempunyai gugus hidroksi yang tersubstitusi pada posisi ortho dan para terhadap gugus –OH dan –OR. Setelah dilakukan pemeriksaan kandungan kimia ternyata tomat mengandung fenolat dan flavonoid, maka dilanjutkan dengan penentuan kandungan fenolat total.



Pada penentuan kadar senyawa fenolat total digunakan asam galat sebagai larutan standar. Serapan maksimum asam galat diperoleh pada panjang gelombang 765 nm. Sebelum dilakukan pemeriksaan kadar fenolat total, terlebih dahulu dibuat kurva kalibrasi larutan standar asam galat dengan konsentrasi 300; 400; 500; 600; 700 mg/L. Pembuatan kurva kalibrasi ini berguna untuk membantu menentukan kadar fenol dalam sampel melalui persamaan regresi dari kurva kalibrasi. Dari pemeriksaan larutan standar asam galat didapat kurva kalibrasi dengan persamaan regresi Y = 0,0385 + 0,000771x dan harga koefesien korelasi (r) yaitu 0,9990; simpangan baku (SB) =0,00616 ; batas deteksi (BD) = 23,976 mg/L; dan batas kuantisasi =79,919 mg/L. Nilai r yang mendekati 1 membuktikan bahwa persamaan regresi tersebut adalah linier dan simpangan baku yang kecil menunjukkan ketepatan yang cukup tinggi. Tabel dan kurva kalibrasi asam galat dapat dilihat pada Tabel 1, dan Gambar 1.



Konsentrasi larutan sampel dapat ditentukan dengan menggunakan kurva kalibrasi dengan cara mengukur absorban sampel kemudian kadar fenolat total dalam tomat dihitung dengan menggunakan persamaan regresi linear. Kandungan fenolat total dalam ekstrak metanol buah tomat adalah 546,947 mg/L yang setara dengan 1859,46 mg/kg tomat segar (Tabel 2). Data-data yang diperoleh ini cukup akurat dan teliti dimana dapat dilihat dari nilai koefisien variansi yang kecil dari 2 % yaitu 0,759 % dan nilai batas kuantisasi 79,919 mg/L. Kadar fenolat total yang diperoleh dalam ekstrak adalah 546,947 mg/L, jadi melebihi nilai batas kuantisasi. Dimana batas kuantisasi merupakan kuantitas terkecil analit dalam sampel yang masih dapat memenuhi kriteria cermat dan seksama (Miller, 1993; Riley, 1996)



Pada Gambar 3 adalah hasil spektrum serapan likopen dalam pelarut (heksana : etanol : aseton = 2 : 1 : 1 ) v/v; λ max = 471 nm dan serapan = 0,542. Kadar likopen total dari lapisan non polar (bagian atas) dihitung dengan menggunakan nilai dari persamaan Lambert-Beer, sehingga diperoleh kadar likopen sebesar 14,725 mg/kg tomat segar.





Tabel I. Hasil pengukuran absorban larutan standar asam galat pada panjang gelombang 765 nm dengan spektrofotometer UV-Vis

Selengkapnya

APA ITU RADIKAL BEBAS

Radikal bebas adalah atom atau molekul yang tidak stabil dan sangat reaktif karena mengandung satu atau lebih elektron tidak berpasangan pada orbital terluarnya. Untuk mencapai kestabilan atom atau molekul, radikal bebas akan bereaksi dengan molekul disekitarnya untuk memperoleh pasangan elektron. Reaksi ini akan berlangsung terus-menerus dalam tubuh dan bila tidak dihentikan akan menimbulkan berbagai penyakit seperti kanker, jantung, katarak, penuaan dini, serta penyakit degeneratif lainnya. Oleh karena itu tubuh memerlukan suatu substansi penting yaitu antioksidan yang mampu menangkap radikal bebas tersebut sehingga tidak dapat menginduksi suatu penyakit (Kikuzaki, et al.,2002; Sibuea, 2003).

Di dalam tubuh kita terdapat senyawa yang disebut antioksidan yaitu senyawa yang dapat menetralkan radikal bebas, seperti: enzim SOD (Superoksida Dismutase), gluthatione, dan katalase. Antioksidan juga dapat diperoleh dari asupan makanan yang banyak mengandung vitamin C, vitamin E dan betakaroten serta senyawa fenolik. Bahan pangan yang dapat menjadi sumber antioksidan alami, seperti rempah-rempah, coklat, biji-bijian, buah-buahan, sayur-sayuran seperti buah tomat, pepaya, jeruk dan sebagainya (Prakash, 2001; Trevor, 1995

Disamping warnanya yang merah mempesona, ternyata tomat banyak mengandung vitamin A, vitamin C, mineral, serat, senyawa-senyawa fenolik dan karotenoid (Soehardi, 2004; Tugiyono, 2006).



Jenis senyawa karotenoid pada tomat adalah likopen yang merupakan pigmen yang menyebabkan warna merah. Potensi likopen sebagai antioksidan dan penangkap radikal bebas merupakan efek yang sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia.. Likopen juga dapat berinteraksi dengan Reactive Oxygen Species (ROS) seperti H2O2 dan NO2 ( Lu, et al., 1995; Woodall, et al., 1997).



Tomat juga mengandung senyawa-senyawa fenolat seperti : kuersetin, naringenin, rutin dan asam klorogenat. Senyawa-senyawa fenolat, dapat menangkap radikal-radikal peroksida dan dapat mengkelat logam besi yang mengkatalisa peroksida lemak (Velioglo, 1998). Berdasarkan hal diatas maka dilakukan penelitian ini, dengan tujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan, kadar fenolat total, dan likopen dari buah tomat Untuk menentukan kadar fenolat total digunakan metoda Folin-Ciocalteu dengan senyawa pembanding asam ga galat. Sedangkan pada pengujian aktivitas antioksidan dengan metoda serapan radikal bebas DPPH, senyawa pembanding yang digunakan adalah asam askorbat (vitamin C).

Selengkapnya

CARA ATASI DIABETES DENGAN BUAH EKSTRAK MENGKUDU

Diabetes melitus yang tidak dikontrol dengan baik dapat menyebabkan stres oksidatif, dimana produksi radikal bebas (oksidan) yang melebihi kemampuan antioksidan tubuh untuk meredamnya (Syafril S, 2000). Kerusakan oksidatif akan membentuk hasil akhir berupa MDA, 9-hidroksi nonenal, peroksida, dan bermacam-macam senyawa hidrokarbon yang toksik terhadap sel (Suryohudoyo, 2000). MDA merupakan salah satu produk final dari lipid peroksida dan parameter yang mudah terdeteksi.

Penelitian yang dilakukan terhadap 12 ekor tikus dan dibagi menjadi 3 kelompok , yaitu kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif DM akibat pemberian aloksan, dan kelompok yang menderita DM akibat pemberian aloksan yang diberikan ekstrak mengkudu (500 mg/kgBB) secara oral selama 12 hari berturut-turut.

Berdasarkan pada tabel 5.1. tampak bahwa kadar rata-rata MDA darah kelompok kontrol negatif adalah 4,261±0,427 nmol/ml dan kelompok kontrol negatif merupakan kelompok dengan kadar rata-rata MDA darah terendah. Hal ini menunjukkan kadar MDA darah dalam batas normal karena pada kelompok ini tikus tidak diberi perlakuan. Berdasarkan tabel 5.3. rata-rata aktivitas katalase kelompok kontrol negatif adalah 6,580 ± 0,277 unit/mg dan merupakan rata-rata aktifitas katalase dalam batas normal karena pada kelompok ini tikus tidak diberi perlakuan. 

Berdasarkan tabel 5.1. kadar rata-rata MDA darah kelompok kontrol positif adalah 5,605±0,391 nmol/ml dan kelompok kontrol positif merupakan kelompok dengan kadar rata-rata MDA darah tertinggi. Hal ini disebabkan pada kelompok kontrol positif diinduksi aloksan sehingga menyebabkan rusaknya sel beta pankreas. Rusaknya sel beta pankreas mengakibatkan terjadinya hiperglikemia yang mengakibatkan peningkatan produksi radikal bebas melalui tiga mekanisme, yaitu peningkatan aktivitas jalur poliol, glukoautooksidasi, dan glikasi protein. (Bartosikova et al, 2003;Syafril S, 2000). Peningkatan produksi radikal bebas yang menyerang membran sel akan menghasilkan MDA (Malondialdehid) dalam jumlah yang banyak. Hasil penelitian terhadap aktivitas katalase pada kontrol positif (tabel 5.3), didapatkan rata-rata aktivitas katalase kelompok kontrol positif adalah 4,954 ± 0,485 unit/mg. Hasil ini menunjukkan rata-rata aktivitas katalase yang terendah dibandingkan dua kelompok lainnya. Hal ini disebabkan sel beta pankreas sangat rentan terhadap kerusakan akibat radikal bebas karena sistem pertahanan antioksidan tubuh seperti katalase, Super Oksida Dismutase (SOD), dan Glutation peroksidase (Gpx) menurun pada keadaan diabetes (Srinivasan et al., 2003).

Berdasarkan tabel 5.1 pada kelompok perlakuan yang diinduksi aloksan dan diberi ekstrak mengkudu dengan dosis 500 mg/Kg BB/hari selama 12 hari, didapatkan rata-rata kadar MDA darah adalah 4,679±0,400 nmol/ml. Hasil ini lebih rendah dari kelompok kontrol positif yang diinduksi aloksan dan terdapat perbedaan bermakna dengan kelompok kontrol positif (p<0 0="" 12="" 4="" 5.3.="" 6="" adalah="" aktivitas="" ampiran="" bahwa="" bb="" bermakna="" dan="" dapat="" darah="" dari="" dengan="" div="" dm="" ekstrak="" hal="" hari="" hasil="" ini="" kadar="" katalase.="" katalase="" kelompok="" kg="" kontrol="" lebih="" mda="" mengkudu="" meningkatkan="" menunjukkan="" menurunkan="" mg.="" mg="" nbsp="" oral="" p="" pada="" pemberian="" penelitian="" perbedaan="" perlakuan="" positif="" rata-rata="" secara="" selama="" signifikan="" tabel="" terdapat="" terhadap="" tikus="" tinggi="" unit="">

Penurunan kadar MDA darah dan peningkatan aktivitas katalase pada kelompok perlakuan di atas disebabkan pengaruh ekstrak mengkudu yang berfungsi sebagai antioksidan. Ekstrak mengkudu mengandung berbagai zat aktif yang berperan penting untuk antioksidan, yaitu vitamin A, vitamin C, Selenium dan Fe (Christina W,2005). Vitamin A dalam bentuk betakaroten berperan menangkap radikal bebas peroksi di dalam jaringan pada tekanan parsial oksigen yang rendah (Mayes PA, 2003). Vitamin C berperan menekan proses aktivasi jalur poliol dan glikasi protein pada penderita diabetes melitus sehingga produksi radikal bebas menjadi berkurang (Iqbal K, 2004; Yudkin, John S, 1992). Selenium berperan mengaktifkan glutation peroksidase yang dapat menetralisir hidrogen peroksida menjadi air sehingga dapat mengurangi radikal bebas (Kusnindar A, Mitra R, 2003). Fe berperan penting untuk mengaktifkan beberapa enzim di dalam tubuh termasuk enzim antioksidan. Semua antioksidan yang terdapat dalam ekstrak mengkudu di atas bekerja sinergis untuk meredam radikal bebas pada diabetes melitus. Peran katalase sebagai antioksidan adalah menguraikan HO menjadi HO dan O. Jadi kalau aktivitas katalase rendah maka HO akan diuraikan menjadi radikal hidroksil (·OH) yang sangat toksik terhadap jaringan.

Penelitian yang dilakukan Suweino dkk menemukan bahwa pemberian sari buah mengkudu pada tikus yang dipapari CCl dapat menurunkan kadar MDA plasma dan MDA hati tikus dibanding kelompok yang dipapari CCl tanpa diberi sari buah mengkudu (Suweino dkk, 2004). Penelitian yang dilakukan Padoli menemukan bahwa pemberian ekstrak buah mengkudu pada tikus dewasa yang diinduksi aloksan dapat menurunkan kadar MDA darah dan meningkatkan aktivitas Superoksida Dismutase (Padoli, 2007).

Berdasarkan penelitian peneliti dan peneliti di atas dapat disimpulkan bahwa stres oksidatif pada diabetes melitus dapat diatasi dengan pemberian ekstrak mengkudu yang dapat dilihat dari penurunan kadar MDA darah dan peningkatan aktivitas katalase kelompok perlakuan dibandingkan kelompok kontrol positif. Dengan demikian dapat juga disimpulkan bahwa ekstrak mengkudu dapat meredam aktivitas radikal bebas yang dipicu stres oksidatif akibat induksi aloksan.





Selengkapnya

Selasa, 18 Juni 2013

Cara Mencegah Alzheimer





Saripati yang terdapat pada lima jenis buah dan sayuran-brokoli,kentang, jeruk, apel, dan lobak- ternyata mengandung kesamaan senyawayang memiliki sifat menyembuhkan penyakit alzheimer. Namun senyawa itu
paling banyak ditemukan dalam brokoli. alzheimer adalah bentuk dementia(berkurangnya ingatan) yang paling umum dijumpai di kalangan orang tua.Penyakit ini akan mempengaruhi aktivitas sehari-hari penderitanya.alzheimer mengganggu wilayah otak yang mengendalikan pikiran, ingatan,dan bahasa.

Sebenarnya, sudah sejak lama beberapa jenis buah dan sayuran itu diduga memiliki sifat anti acetylcholinesterase.Namun belum ada penelitian mendetail dan ilmiah melalui hasil risetyang dilakukan King`s College London. Brokoli dianggap memiliki sifat anti-acetylcholinesterase palingkuat dan dipakai dalam penelitian selanjutnya untuk mencari senyawayang memunculkan sifat tersebut. Akhirnya, didapatkan glucosinolates, kelompok senyawa yang lazim terdapat pada keluarga kubis-kubisan (brassicaceae).

Brokoli memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan makanan danminuman lainnya. “Dengan mengkonsumsi brokoli dalam jangka panjang,seseorang bisa mengurangi penurunan kadar acetylcholine di
sistem saraf pusatnya. Artinya, brokoli juga dapat menjadi makananalternatif bagi orang-orang yang tidak ingin pikun pada masa tuanya.Kandungan vitamin C pada brokoli jumlahnya juga lebih banyak daripada
jeruk. Bahkan, kandungan kalsium brokoli juga lebih besar dibandingkandengan segelas susu. Brokoli juga mengandung lebih banyak seratdaripada sepotong roti gandum. Tidak ada aturan khusus dalam proses dan
pola mengkonsumsinya. Cara mengkonsumsinya pun sangat mudah, bisadimakan mentah, ditumis atau dicampur sebagai salah satu bahan sop atudikukus sebagai lalapan, “jelasnya.

Hal senada diungkapkan olehpeneliti dari Royal Pharmaceutical Society yang membuktikan bahwabrokoli mengandung senyawa yang mirip dengan obat-obatan bagi penyakitalzheimer. Brokoli dianggap memiliki sifat anti-acetylcholinesterasepaling kuat. Hanya dengan memakan sedikit brokoli setiap minggu,mungkin pria akan terhindar dari kanker prostat. Prostat adalah kankerkedua yang memicu kematian pria. Beberapa tahun terakhir ini, 680.000 pria di dunia didiagnosa mengidap penyakit tersebut. Dan 220.000 orang
di antaranya meninggal karena kanker tersebut.

Seorang peneliti
di Amerika Serikat mengatakan bahwa mengonsumsi brokoli banyak memberimanfaat positif bagi kesehatan tubuh. Salah satu manfaat positifnyaadalah melindungi jantung dari sel-sel perusak. Makan lima jenis buah
dan sayuran berbeda dalam sehari bisa mengurangi risiko seranganjantung koroner. Brokoli bisa direkomendasikan sebagai salah satusayuran yang dikonsumsi setiap hari. Profesor Dipak Das dariUniversitas Connecticut menambahkan bahwa di dalam brokoli terkandungzat sulforaphane yang efektif untuk mencegah kerusakan pada jantung.Brokoli sebaiknya direbus, agar zat-zat di dalamnya dapat bekerja
efektif dan tak hilang.

Pakar herbalis ini menambahkan bahwadengan mengkonsumsi berbagai jenis sayuran dan buah-buahan, tubuh akanbanyak mendapat asupan kombinasi vitamin dan mineral. Jadi, semakinbervariasi konsumsi buah-buahan berfungsi sebagai anti-oksidan yangbisa mengikis berbagai radikal bebas. Keberadaan radikal bebas di dala tubuh sangat berbahaya karena dapat memicu timbulnya kanker. “Biasanya,saat usia semakin tua, keberadaan radikal bebas dalam tubuh jugameningkat. Sebaiknya digalakkan pada anak-anak. Orang dewasa juga harusmemperkaya asupan gizinya dengan banyak makan buah dan sayuran,” tandas
dr Prapti.



SERING mendengar tentang alzheimer. Itulah penyakitpikun pada masa tua. Brokoli, yang mengandung banyak mineral danvitamin, adalah salah satu jenis sayuran yang bisa mengatasi penyakit itu. Kandungan anti-acetylcholinesterase-nya juga dapat mencegah kankerprostat. Selain itu, mengonsumsi brokoli setiap hari dapat mencegahterjadinya kerusakan jantung, atau yang dikenal dengan jantung koroner.
Brokoli cukup direbus atau dimakan langsung.

Mengkonsumsibuah-buahan dan sayur-sayuran tertentu bisa meningkatkan daya ingat.Menurut penelitian di Inggris, brokoli berkhasiat untuk menguatkaningatan, sehingga sayuran itu digunakan untuk mencegah dan merawatpenderita alzheimer (pikun). Brokoli, atau yang dalam bahasa latindisebut Brassica Oleracea Var Italica adalah bunga daritanaman sejenis kubis. Brokoli merupakan kumpulan dari kuntum bungayang membentuk gerombolan. Selain bisa dimakan mentah, sayuran ini bisadiolah menjadi beragam hidangan lezat.

Seperti sayuran lainnya,brokoli kaya akan provitamin A/karotenoid, vitamin E, asam folat danvitamin C. Sayuran ini lebih sering dimasak dalam waktu singkat agarvitaminnya tidak rusak dan warnanya tetap menarik. Menurut herbalis, drPrapti Utami, Konsultan dan penulis buku Terapi dengan Tanaman Obat, brokoli juga berguna untuk kecantikan. 

“Brokoli memiliki banyak vitamin yang bermanfaat untuk kecantikan dankesehatan. Dalam brokoli terkandung vitamin A, vitamin E, dan vitaminC. Vitamin A pada brokoli mengandung antioksidan (penangkal radikalbebas) yang lebih baik ketimbang antioksidan yang hanya dimilikivitamin C saja. Revitalisasi evitel vitamin A dapat mengambat danmemperlambat penuaan pada kulit. Selain itu, secara bersamaan brokolijuga melindungi kulit dalam mata, menjaga dan meningkatkn kepekaanpanca indra,” katanya.

Selain mengandung banyak vitamin,
brokoli juga mengandung beragam mineral penting seperti kalsium,potasium, kalium, besi dan selenium. Zat lain yang terkandung di dalammonoterpene, dan genestein. Brokoli juga mengandung nutrisi, fivonoiddan serat yang bermanfaat untuk mencegah konstipasi/sembelit dangangguan pencernaan lainnya. Brokoli juga memiliki beragam manfaatuntuk kesehatan tubuh, seperti mencegah terjadinya kanker koroner,kanker prostat, kanker paru, dan kanker perut.

Mencegah Alzheimer 

Saripati yang terdapat pada lima jenis buah dan sayuran-brokoli,kentang, jeruk, apel, dan lobak- ternyata mengandung kesamaan senyawayang memiliki sifat menyembuhkan penyakit alzheimer. Namun senyawa itu paling banyak ditemukan dalam brokoli. alzheimer adalah bentuk dementia(berkurangnya ingatan) yang paling umum dijumpai di kalangan orang tua.Penyakit ini akan mempengaruhi aktivitas sehari-hari penderitanya.alzheimer mengganggu wilayah otak yang mengendalikan pikiran, ingatan,dan bahasa.

Sebenarnya, sudah sejak lama beberapa jenis buah dan sayuran itu diduga memiliki sifat anti acetylcholinesterase.
Namun belum ada penelitian mendetail dan ilmiah melalui hasil risetyang dilakukan King`s College London. Brokoli dianggap memiliki sifat anti-acetylcholinesterase palingkuat dan dipakai dalam penelitian selanjutnya untuk mencari senyawayang memunculkan sifat tersebut. Akhirnya, didapatkan glucosinolates, kelompok senyawa yang lazim terdapat pada keluarga kubis-kubisan (brassicaceae).

Brokoli memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan makanan danminuman lainnya. “Dengan mengkonsumsi brokoli dalam jangka panjang,seseorang bisa mengurangi penurunan kadar acetylcholine disistem saraf pusatnya. Artinya, brokoli juga dapat menjadi makananalternatif bagi orang-orang yang tidak ingin pikun pada masa tuanya.Kandungan vitamin C pada brokoli jumlahnya juga lebih banyak daripadajeruk. Bahkan, kandungan kalsium brokoli juga lebih besar dibandingkandengan segelas susu. Brokoli juga mengandung lebih banyak serat daripada sepotong roti gandum. Tidak ada aturan khusus dalam proses danpola mengkonsumsinya. Cara mengkonsumsinya pun sangat mudah, bisadimakan mentah, ditumis atau dicampur sebagai salah satu bahan sop atudikukus sebagai lalapan, “jelasnya.
 
Hal senada diungkapkan olehpeneliti dari Royal Pharmaceutical Society yang membuktikan bahwabrokoli mengandung senyawa yang mirip dengan obat-obatan bagi penyakitalzheimer. Brokoli dianggap memiliki sifat anti-acetylcholinesterasepaling kuat. Hanya dengan memakan sedikit brokoli setiap minggu,mungkin pria akan terhindar dari kanker prostat. Prostat adalah kankerkedua yang memicu kematian pria. Beberapa tahun terakhir ini, 680.000pria di dunia didiagnosa mengidap penyakit tersebut. Dan 220.000 orangdi antaranya meninggal karena kanker tersebut.

Seorang penelitidi Amerika Serikat mengatakan bahwa mengonsumsi brokoli banyak memberimanfaat positif bagi kesehatan tubuh. Salah satu manfaat positifnyaadalah melindungi jantung dari sel-sel perusak. Makan lima jenis buahdan sayuran berbeda dalam sehari bisa mengurangi risiko seranganjantung koroner. Brokoli bisa direkomendasikan sebagai salah satu sayuran yang dikonsumsi setiap hari. Profesor Dipak Das dari
Universitas Connecticut menambahkan bahwa di dalam brokoli terkandungzat sulforaphane yang efektif untuk mencegah kerusakan pada jantung.Brokoli sebaiknya direbus, agar zat-zat di dalamnya dapat bekerja
efektif dan tak hilang.

Pakar herbalis ini menambahkan bahwadengan mengkonsumsi berbagai jenis sayuran dan buah-buahan, tubuh akanbanyak mendapat asupan kombinasi vitamin dan mineral. Jadi, semakinbervariasi konsumsi buah-buahan berfungsi sebagai anti-oksidan yangbisa mengikis berbagai radikal bebas. Keberadaan radikal bebas di dalamtubuh sangat berbahaya karena dapat memicu timbulnya kanker. “Biasanya,saat usia semakin tua, keberadaan radikal bebas dalam tubuh jugameningkat. Sebaiknya digalakkan pada anak-anak. Orang dewasa juga harusmemperkaya asupan gizinya dengan banyak makan buah dan sayuran,” tandasdr Prapti.

Selengkapnya