Kamis, 14 Maret 2013

Voltaren Tablet (Diclofenac Sodium)

Obat Generik : Diclofenac Sodium / Natrium Diklofenak

Obat Bermerk : Atranac, Deflamat, Dicloflam, Divoltar, Elithris, Fenavel, Flamar, Gratheos, Klotaren, Linac SR, Mirax, Nadifen, Neurofenac, Nilaren, Provoltar, Reclofen, Renadinac, Scantaren, Trimaclo, Valto, Volamtik, Voltadex, Voltaren, Xepathritis, Zegren

KOMPOSISI / KANDUNGAN
Voltaren 25 mg
Tiap tablet mengandung diclofenac sodium (natrium diklofenak) 25 mg.
Voltaren 50 mg
Tiap tablet mengandung diclofenac sodium (natrium diklofenak) 50 mg.
Voltaren SR 75 mg
Tiap tablet mengandung diclofenac sodium (natrium diklofenak) lepas lambat 75 mg.
Voltaren Retard 100 mg
Tiap tablet mengandung diclofenac sodium (natrium diklofenak) lepas lambat 100 mg.

FARMAKOLOGI (CARA KERJA OBAT)
Voltaren mengandung natrium diklofenak, suatu obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) yang mempunyai khasiat sebagai antirematik, anti-inflamasi (mengurangi peradangan), antipiretik dan analgesik (mengurangi rasa nyeri).
Cara kerja Voltaren adalah menghambat sintesis prostaglandin yang berperan dalam proses terjadinya inflamasi, nyeri, dan demam.
Pada penderita reumatik, Voltaren dapat mengurangi keluhan nyeri dan gejala lainnya seperti nyeri saat istirahat, nyeri saat bergerak, kaku sendi pada pagi hari, pembengkakkan pada sendi, dan perbaikan fungsi.
Pada nyeri pasca trauma dan pasca operasi, Voltaren dapat mengurangi nyeri ringan sampai berat. Voltaren juga dapat mengurangi peradangan dan pembengkakan jaringan.
INDIKASI / KEGUNAAN
Indikasi Voltaren adalah :
  • Penyakit inflamasi dan degeneratif yang disebabkan oleh penyakit rheumatik : artritis reumatoid, artritis reumatoid juvenil, ankylosing spondylitis, osteoarthritis, dan spondyl arthritis.
  • Nyeri pada tulang punggung.
  • Penyakit rheumatik non artikular.
  • Serangan akut asam urat.
KONTRAINDIKASI
Voltaren jangan diberikan kepada :
  • Penderita ulkus peptikum.
  • Penderita yang hipersensitif terhadap Voltaren atau Diklofenak.
  • Penderita yang mengalami serangan asma, urtikaria, atau rinitis bila menggunakan aspirin atau antiinflamasi lainnya.
DOSIS DAN ATURAN PAKAI
Tanyakan kepada dokter mengenai dosis dan aturan pakai Voltaren.
Dosis yang lazim diberikan :
  • Dewasa : Dosis harian Voltaren adalah 25 – 50 mg, 2 – 3 kali sehari.  Untuk pengobatan jangka panjang cukup dengan dosis 75-100 mg sehari. Dosis sehari jangan melebihi 150 mg.
  • Apabila gejala lebih dominan malam hari atau pagi hari, lebih dianjurkan diberikan Voltaren SR 75 mg atau Voltaren Retard 100 mg, diminum malam hari.
Voltaren sebaiknya diminum setelah makan.
EFEK SAMPING
Pada umumnya Voltaren ditoleransi dengan baik dalam tubuh. Kadang-kadang dapat terjadi efek samping yang ringan. Efek samping berat jarang/sangat jarang terjadi.
  • Kadang-kadang dapat terjadi efek samping gangguan saluran pencernaan : mual, muntah, diare, kram perut, dispepsia, buang angin, anoreksia. Efek samping saluran pencernaan yang jarang : perdarahan saluran pencernaan, muntah darah, melena, tukak peptik, dengan atau tanpa perforasi saluran pencernaan.
  • Kadang-kadang dapat terjadi gangguan susunan saraf pusat : sakit kepala, pusing, vertigo.
  • Kemerahan kulit, urtikaria (kadang-kadang).
  • Pada kasus yang sangat jarang dapat terjadi gagal ginjal akut, gangguan berkemih, proteinuria, nefritis intersisial, sindroma nefrotik, nekrosis papiler.
  • Peningkatan enzim fungsi hati. Jarang : hepatitis dengan atau tanpa jaundice. Sangat jarang : hepatitis fulminan.
  • Jarang : reaksi hipersensitivitas, asma, anafilaksis.
  • Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (jarang).
PERINGATAN DAN PERHATIAN
  • Hati-hati penggunaan obat Voltaren pada wanita hamil atau menyusui, kecuali sangat diperlukan.
  • Hati-hati penggunaan Voltaren penderita gangguan fungsi ginjal, hipertensi, gagal jantung dan edema.
  • OAINS dapat menyebab peningkatan risiko trombolitik kardiovaskuler serius, infark miokard, dan stroke yang dapat berakibat fatal. Risiko ini meningkat dengan lamanya penggunaan.
  • OAINS menyebabkan peningkatan risiko efek samping serius pada saluran cerna, termasuk perdarahan, ulserasi dan perforasi lambung atau usus, yang dapat berakibat fatal. Efek samping ini dapat terjadi kapanpun selama penggunaan, tanpa adanya gejala peringatan. Pasien lansia berisiko lebih besar untuk efek samping serius pada saluran cerna.
KEMASAN
  • Voltaren 25 mg tablet, kotak, 5 blister @ 10 tablet.
  • Voltaren 50 mg tablet, kotak, 5 blister @ 10 tablet.
  • Voltaren 75 mg SR, kotak, 5 blister @ 10 tablet.
  • Voltaren 100 mg Retard tablet, kotak, 5 blister @ 10 tablet.
KETERANGAN
HARUS DENGAN RESEP DOKTER
Simpan ditempat sejuk dan kering, jauhkan dari cahaya langsung. Jauhkan dari anak-anak.

ads

Ditulis Oleh : Dermon Siahaan Hari: 15.11 Kategori:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar