Faktor-faktor yang
Berhubungan dengan Kejadian Chikungunya di Desa Sukaraja Tuha Wilayah Kerja
Puskesmas Sukaraja Kabupaten OKU Timur Tahun
2010
Chikungunya merupakan penyakit yang sering kali
menimbulkan KLB (Kejadian Luar Biasa). Chikungunya merupakan
penyakit reemerging yaitu penyakit yang keberada-annya sudah ada sejak
lama tetapi sekarang muncul kembali. Penyakit ini pertama sekali dicatat di
Tanzania, Afrika pada tahun 1952, kemudian di Uganda tahun 1963. Di Indonesia sendiri KLB Chikungunya
dilaporkan pertama kali pada tahun 1973 di Samarinda dan Jakarta. Peningkatan kasus
chikungunya terutama pada saat pergantian musim. Desa Sukaraja Tuha merupakan salah satu desa yang
berada di Wilayah Kerja Puskesmas Sukaraja Kabupaten OKU Timur penyakit
chikungunya merupakan masalah kesehatan karena terus meningkat sejak tiga tahun
terakhir. Tahun 2009 terjadi peningkatan menjadi 184 kasus (15,69 %).
Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui
faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian
chikungunya di desa Sukaraja Tuha wilayah kerja Puskesmas Sukaraja
Kabupaten OKU Timur Tahun 2010.
Penelitian ini merupakan penelitian analitik
dengan menggunakan pendekatan cross
sectional, pengumpulan data penelitian dilakukan dengan cara wawancara dan
observasi dengan menggunakan kuesioner dan chek list. Pengolahan data
menggunakan analisa univariat dan
analisa bivariat dengan uji statistik
Chi-Square. Populasi sampling adalah
masyarakat desa Sukaraja Tuha wilayah kerja Puskesmas Sukaraja Kabupaten OKU
Timur sebanyak 1.172 Orang. Populasi Sasaran adalah Kepala Keluarga baik yang
anggota keluarganya pernah menderita chikungunya 3 bulan lalu dan tidak pernah
menderita chikungunya. Besar sampel yaitu 174 sampel.
Hasil analisis univariat diketahui bahwa responden
yang menderita chikungunya sebanyak 35 (20,1%) sedangkan yang bukan penderita
chikungunya sebanyak 139 (79,9%), responden dengan pekerjaan yang beresiko
sebanyak 80 (46%) sedangkan responden dengan pekerjaan yang tidak beresiko
sebanyak 94 (54%), responden dengan pengetahuan tidak baik sebanyak 76 (43,7%)
sedangkan responden dengan pengetahuan baik sebanyak 98 (56,3%).
responden dengan sikap negatif sebanyak 85 (48,9%) sedangkan responden
dengan sikap positif sebanyak 89 (51,1%), responden dengan ada tempat
perindukan nyamuk sebanyak 78 (44,8%) sedangkan responden tidak ada tempat
perindukan nyamuk sebanyak 96 (55,2%), ditemukan sebanyak 75 (43,1%) responden
dengan peran petugas kesehatan tidak aktif, dan 99 (56,9%) responden dengan
peran petugas kesehatan aktif.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan,
diperoleh kesimpulan bahwa semua variabel dalam penelitian ini mempunyai
hubungan yang bermakna dengan kejadia chikungunya. Variabel tersebut adalah
pekerjaan dengan p value = 0,005,
variabel pengetahuan dengan p value =
0,047, variabel sikap dengan p value
= 0,001, variabel tempat perindukan nyamuk dengan p value = 0,010, variabel peran petugas kesehatan dengan p value = 0,000.
Perlunya
Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Timur menetapkan suatu strategi dalam upaya
pencegahan dan pemberantasan chikungunya dengan cara meningkatkan kegiatan PSN,
melakukan pengamatan penyakit serta melakukan penyemprotan minimal 2x dalam
setahun terhadap nyamuk dewasa di daerah endemis. Disamping itu perlu kesiapan
dan antisipasi apabila terjadi KLB. Untuk menghindari atau mencegah penyakit
chikungunya hendaknya masyarakat membiasakan tidur memakai kelambu, memasang
kawat kassa, mengeringkan genangan air, menguras bak mandi sekurang-kurangnya
1x seminggu, menutup rapat-rapat tempat penampungan air dan mengubur
barang-barang bekas seperti kaleng, dan pecahan botol.
Daftar
Pustaka : 31 (2000 – 2008)
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "ABSTRAK "
Posting Komentar