1. Deskripsi Responden
Responden
mahasiswa yang menjadi sampel dalam penelitian ini sebanyak 40 responden adalah
mahasiswa yang pernah mengkonsumsi produk mie instan merek sedaap.Gambaran
mengenai responden yang menjadi sampel penelitian adalah sebagai berikut:
Jenis kelamin responden penelitian dapat dijelaskan pada tabel berikut ini:
Tabel 1
Jenis
Kelamin Responden Mahasiswa
Konsumen Produk Mie Instan Merk Sedaap
|
Jenis Kelamin
|
Jumlah Responden (Orang)
|
Persentase (%)
|
|
Laki-Laki
|
30
|
75,0
|
|
Perempuan
|
10
|
25,0
|
|
JUMLAH
|
40
|
100
|
Sumber: Data
primer diolah, 2006
Tabel di atas
menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang menjawab kuesioner adalah
responden yang berjenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 30 responden atau
(75,0%) dan sisanya adalah responden dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 10
responden (25%).
Sedangkan responden menurut usia dapat dilihat
pada tabel berikut ini:
Tabel 2
Usia
Responden Mahasiswa
Konsumen Produk Mie Instan Merk Sedaap
|
Usia
Responden
|
Jumlah
Responden (Orang)
|
Persentase
(%)
|
|
Kurang dari 20 tahun
|
6
|
15,0
|
|
20 tahun
|
15
|
37,5
|
|
diatas 20 tahun
|
19
|
47,5
|
|
JUMLAH
|
40
|
100
|
Sumber: Data
primer diolah, 2006
Dari tabel di atas dapat
dijelaskan bahwa responden yang menjadi
responden dalam penelitian ini sebagian besar adalah yang berusia lebih dari 20
tahun yaitu sebanyak 19 orang responden (47,5%).
Sedangkan responden menurut kiriman orang tua per
bulan dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 3
Kiriman
orang tua per bulan Responden Mahasiswa
Konsumen Produk Mie Instan Merk Sedaap
|
Kiriman Orang Tua Per Bulan
|
Jumlah
Responden (Orang)
|
Persentase
(%)
|
|
Dibawah Rp. 500.000,-
|
4
|
10.0
|
|
Rp. 500.000,- s/d Rp. 1.000.000,-
|
20
|
50.0
|
|
Rp. 1.000.000,- s/d Rp. 1.500.000,-
|
6
|
15.0
|
|
Diatas Rp. 1.500.000,-
|
10
|
25.0
|
|
JUMLAH
|
40
|
100
|
Sumber: Data
primer diolah, 2006
Dari tabel di atas dapat
dijelaskan bahwa responden yang menjadi
responden dalam penelitian ini sebagian besar adalah yang mendapat kiriman
antara Rp. 500.000,- s/d Rp. 1.000.000,-dari orang tuanya yaitu sebanyak 20
orang responden (50,0%).
2. Deskripsi Variabel Penelitian
Dari hasil penelitian
yang dilakukan, tanggapan responden terhadap kuesioner yang disebarkan
berdasarkan variabel dapat dilihat sebagai berikut:
a. Variabel Budaya (X1)
Dengan indikator atau
pertanyaan:
X1.1
: Pergeseran budaya
X1.2
: Wilayah geografis
X1.3
: Kelas sosial
Adapun
jawaban dari responden penelitian dapat disajikan dalam tabel berikut ini:
Tabel 4
Distribusi Jawaban Dari Berbagai Item Budaya (X1)
Terhadap Keputusan Pembelian (Y)
|
Item
|
Kuesioner/Jawaban
|
Jumlah
|
|
Frekuensi
|
(%)
|
|
1.
|
Anda mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap
karena sudah terbiasa mengkonsumsi produk sebagai pengganti nasi
a. Sangat Setuju
b. Setuju
c. Cukup Setuju
d. Tidak Setuju
e. Sangat Tidak
Setuju
|
13
5
22
-
-
|
32.5
12.5
55.0
-
-
|
|
2.
|
Anda mengkonsumsi produk mie
instan Merek Sedaap karena mudah di peroleh di wilayah tempat tinggal
a. Sangat Setuju
b. Setuju
c. Cukup Setuju
d. Tidak Setuju
e. Sangat Tidak Setuju
|
11
8
21
-
-
|
27.5
20.0
52.5
-
-
|
|
3.
|
Anda mengkonsumsi
produk mie instan Merek Sedaap karena dapat mencerminkan kelas sosial
a. Sangat
Setuju
b. Setuju
c. Cukup Setuju
d. Tidak Setuju
e. Sangat Tidak Setuju
|
16
5
19
-
-
|
40.0
12.5
47.5
-
-
|
Sumber: Data primer diolah, 2006
Dari
tabel diatas dapat diketahui item pertama didominasi oleh jawaban cukup setuju,
yaitu sejumlah 22 responden atau 55,0%. Hal ini menunjukkan bahwa responden
pada umumnya menyatakan cukup setuju jika mengkonsumsi produk mie instan Merek
Sedaap karena sudah terbiasa mengkonsumsi produk sebagai pengganti nasi.
Pada
item kedua jawaban cukup setuju merupakan jawaban yang paling banyak muncul
dengan jumlah 21 orang atau 52,5% Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar
responden menyatakan cukup setuju jika mengkonsumsi produk mie instan Merek
Sedaap karena mudah di peroleh di wilayah tempat tinggal
Pada
item ketiga jawaban cukup setuju juga merupakan jawaban yang paling banyak
muncul dengan jumlah 19 orang atau
47.5% Hal ini menunjukkan bahwa
sebagian besar responden setuju jika mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap
karena dapat mencerminkan kelas sosial
Dari item
pertanyaan yang ditanyakan kepada responden sebagian besar menyatakan cukup setuju
sehingga dapat dijelaskan bahwa faktor kebudayaan akan dapat meningkatkan
keputusan pembelian konsumen terhadap produk mie merek sedaap.
b. Variabel Sosial (X2)
Dengan indikator atau pertanyaan:
X2.1
: Mengikuti lingkungan
X2.2
: Pengalaman dari anggota
keluarga
X2.3
: Mengikuti teman
Adapun
jawaban dari responden penelitian dapat disajikan dalam tabel berikut ini:
Tabel 5
Distribusi
Jawaban Dari Berbagai Item Sosial (X2)
Terhadap
Keputusan Membeli (Y)
|
Item
|
Keterangan
|
Jumlah
|
|
Frekuensi
|
(%)
|
|
1.
|
Anda mengkonsumsi
produk mie instan Merek Sedaap karena kebiasaan mengkonsumsi mie instan di
sekitar lingkungan anda saat ini
a. Sangat
Setuju
b. Setuju
c. Cukup Setuju
d. Tidak Setuju
e. Sangat Tidak
Setuju
|
14
4
22
-
-
|
14
4
55.0
-
-
|
|
2.
|
Anda mengkonsumsi
produk mie instan Merek Sedaap karena adanya pengalaman dari anggota keluarga
sebelumnya
a. Sangat
Setuju
b. Setuju
c. Cukup Setuju
d. Tidak Setuju
e. Sangat Tidak Setuju
|
12
7
21
-
-
|
30.0
17.5
52.5
-
-
|
|
3.
|
Anda mengkonsumsi
produk mie instan Merek Sedaap karena adanya pengaruh dari teman
a. Sangat
Setuju
b. Setuju
c. Cukup Setuju
d. Tidak Setuju
e. Sangat Tidak Setuju
|
14
6
20
-
-
|
35.0
15.0
50.0
-
-
|
Sumber: Data primer diolah, 2006.
Dari
tabel diatas dapat diketahui item pertama didominasi oleh jawaban cukup setuju,
yaitu sejumlah 22 orang atau 55.0%. Hal ini menunjukkan bahwa responden pada
umumnya menyatakan cukup setuju jika mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap
karena kebiasaan mengkonsumsi mie instan di sekitar lingkungan anda saat ini.
Pada item kedua
jawaban cukup setuju merupakan jawaban
yang paling banyak didapatkan dengan jumlah 21 orang atau 52.5%.
Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden cukup setuju
jika mengkonsumsi produk mie instan
Merek Sedaap karena adanya pengalaman dari anggota keluarga sebelumnya.
Pada
item ketiga jawaban cukup setuju merupakan jawaban yang paling banyak muncul
dengan jumlah 20 orang atau 50,0% Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar
responden menyatakan cukup setuju jika mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap
karena adanya pengaruh dari teman.
Dari ketiga item
pertanyaan yang diajukan kepada responden didapatkan jawaban sebagian besar
responden menyatakan cukup setuju jika faktor sosial yang mendorong konsumen
untuk membuat keputusan pembelian adalah berasal dari pengaruh lingkungan,
pengalaman anggota keluarga dan mengikuti
teman.
c. Variabel Pribadi (X3)
Dengan indikator atau pertanyaan:
X3.1
: Uang saku
X3.2
: Situasi ekonomi
X3.3
: Gaya hidup
Adapun
jawaban dari responden penelitian dapat disajikan dalam tabel berikut ini:
Tabel 6
Distribusi Jawaban Dari Berbagai Item Pribadi (X3)
Terhadap Keputusan
Membeli (Y)
|
Item
|
Keterangan
|
Jumlah
|
|
Frekuensi
|
(%)
|
|
1.
|
Anda mengkonsumsi
produk mie instan Merek Sedaap karena menyesuaikan dengan uang saku anda
a. Sangat
Setuju
b. Setuju
c. Cukup Setuju
d. Tidak Setuju
e. Sangat Tidak
Setuju
|
12
7
21
-
-
|
30.0
17.5
52.5
-
-
|
|
2.
|
Anda mengkonsumsi
produk mie instan Merek Sedaap karena menyesuaikan dengan situasi ekonomi
a. Sangat
Setuju
b. Setuju
c. Cukup Setuju
d. Tidak Setuju
e. Sangat Tidak Setuju
|
12
9
19
-
-
|
30.0
22.5
47.5
-
-
|
|
3.
|
Anda mengkonsumsi
produk mie instan Merek Sedaap karena dapat mencerminkan gaya hidup anda
a. Sangat
Setuju
b. Setuju
c. Cukup Setuju
d. Tidak Setuju
e. Sangat Tidak Setuju
|
14
7
19
-
-
|
35.0
17.5
47.5
-
-
|
Sumber: Data primer diolah, 2006.
Dari
tabel diatas dapat diketahui item pertama didominasi oleh jawaban cukup setuju,
sejumlah 21 orang atau 52.5%. Hal ini menunjukkan bahwa responden pada umumnya
menyatakan cukup setuju jika mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap karena
menyesuaikan dengan uang saku responden
Pada
item kedua jawaban cukup setuju merupakan jawaban yang paling banyak muncul
dengan jumlah 19 orang atau 47.5%. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar
responden menyatakan cukup setuju jika mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap
karena menyesuaikan dengan situasi ekonomi
Pada
item ketiga jawaban cukup setuju juga merupakan jawaban yang paling banyak
muncul dengan jumlah 19 responden (47,5%)
Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan cukup
setuju jika mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap karena dapat
mencerminkan gaya
hidup.
Dari ketiga item
pertanyaan yang diajukan kepada responden didapatkan jawaban cukup setuju
adalah jawaban yang paling mendominasi sehingga dapat dijelaskan bahwa faktor pribadi
yang mendorong konsumen untuk membuat keputusan pembelian adalah berasal dari
uang saku, situasi ekonomi, dan gaya hidup.
d. Variabel Psikologis (X4)
Dengan indikator atau
pertanyaan:
X4.1
: Motivasi
X4.2
: Persepsi
X4.3
: Pengetahuan
Adapun
jawaban dari responden penelitian dapat disajikan dalam tabel berikut ini:
Tabel 7
Distribusi Jawaban Dari Berbagai Item Psikologis
(X4)
Terhadap Keputusan Membeli (Y)
Item
|
Keterangan
|
Jumlah
|
|
Frekuensi
|
(%)
|
|
1.
|
Anda termotivasi
mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap karena praktis dan mudah di dapat
a. Sangat
Setuju
b. Setuju
c. Cukup Setuju
d. Tidak Setuju
e. Sangat Tidak
Setuju
|
11
10
19
-
-
|
27.5
25.0
47.5
-
-
|
|
2.
|
Anda mengkonsumsi
produk mie instan Merek Sedaap karena adanya persepsi atas iklan produk mie
instan tersebut
a. Sangat
Setuju
b. Setuju
c. Cukup Setuju
d. Tidak Setuju
e. Sangat Tidak Setuju
|
10
10
20
-
-
|
25.0
25.0
50.0
-
-
|
|
3.
|
Anda mengkonsumsi
produk mie instan Merek Sedaap karena adanya pemahaman atas kandungan gizi
produk
a. Sangat
Setuju
b. Setuju
c. Cukup Setuju
d. Tidak Setuju
e. Sangat Tidak Setuju
|
11
10
19
-
-
|
27.5
25.0
47.5
-
-
|
Sumber: Data primer diolah, 2006.
Dari
tabel diatas dapat diketahui item pertama didominasi oleh jawaban cukup setuju,
sejumlah 19 orang atau 47,5%. Hal ini menunjukkan bahwa responden pada umumnya
menyatakan cukup setuju jika termotivasi mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap
karena praktis dan mudah di dapat
Pada
item kedua jawaban cukup setuju merupakan jawaban yang paling banyak muncul
dengan jumlah 20 orang atau 50,0%. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar
responden menyatakan cukup setuju jika
mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap karena adanya persepsi atas
iklan produk mie instan tersebut
Pada
item ketiga jawaban cukup setuju merupakan jawaban yang paling banyak muncul
dengan jumlah 19 orang atau 47,5%. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar
responden menyatakan cukup setuju jika
mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap karena adanya pemahaman atas
kandungan gizi produk.
Dari ketiga item
pertanyaan yang ditanyakan kepada responden didapatkan bahwa jawaban cukup setuju
adalah jawaban yang paling mendominasi sehingga dapat dijelaskan bahwa faktor psikologis
yang mendorong konsumen untuk membuat keputusan pembelian adalah berasal dari
faktor motivasi, persepsi dan pengetahuan.
e. Variabel Terikat Keputusan
Pembelian Produk (Y)
Dengan indikator atau
pertanyaan:
Y1
: Menjatuhkan pilihan atau alternatif
pada produk yang terbaik
Y2
: Pengambilan keputusan
dilakukan secara sadar, rasional, obyektif dan terencana.
Y3
: Pembelian kembali
Adapun
jawaban dari responden penelitian dapat disajikan dalam tabel berikut ini:
Tabel 8
Distribusi Jawaban Dari Berbagai Item Keputusan
Pembelian (Y)
|
Item
|
Keterangan
|
Jumlah
|
|
Frekuensi
|
(%)
|
|
1.
|
Dengan membeli mie instan merk Sedaap berarti anda
telah menjatuhkan
pilihan atau alternatif pada produk yang terbaik
a. Sangat Setuju
b. Setuju
c. Cukup Setuju
d. Tidak Setuju
e. Sangat Tidak
Setuju
|
11
8
21
-
-
|
27.5
20.0
52.5
-
-
|
|
2.
|
Dengan
membeli mie instan merk Sedaap berarti anda telah melakukan pengambilan
keputusan dilakukan secara sadar, rasional, obyektif dan terencana.
a. Sangat Setuju
b. Setuju
c. Cukup Setuju
d. Tidak Setuju
e. Sangat Tidak Setuju
|
12
10
18
-
-
|
30.0
25.0
45.0
-
-
|
|
3.
|
Dengan
membeli mie instan merk Sedaap dan merasakannya anda akan terdorong untuk
melakukan pembelian kembali
a. Sangat Setuju
b. Setuju
c. Cukup Setuju
d. Tidak Setuju
e. Sangat Tidak Setuju
|
15
7
18
-
-
|
37.5
17.5
45.0
-
-
|
Sumber: Data primer diolah, 2006
Dari
tabel diatas dapat diketahui item pertama didominasi oleh jawaban cukup setuju,
sejumlah 21 orang atau 52,5%. Hal ini menunjukkan bahwa responden pada umumnya
menyatakan cukup setuju jika dalam pengambilan keputusan untuk membeli produk
mie instan merek Sedaap karena merasa telah menjatuhkan pilihan atau alternatif
pada produk yang terbaik.
Pada
item kedua jawaban cukup setuju juga merupakan jawaban yang paling banyak
muncul dengan jumlah 18 orang atau 45,0%.
Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan cukup setuju
jika dalam pengambilan keputusan untuk membeli produk mie instan merek Sedaap
karena telah melakukan pengambilan keputusan dilakukan secara sadar, rasional,
obyektif dan terencana..
Pada
item ketiga jawaban cukup setuju juga merupakan jawaban yang paling banyak
muncul dengan jumlah 18 orang atau 45,5%. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar
responden menyatakan cukup setuju jika setelah merasakan produk mie instan
merek Sedaap akan melakukan pembelian kembali.
3. Pengujian Instrumen Penelitian
(Uji Validitas dan Realibilitas)
a.
Uji validitas
Sebuah instrumen
dikatakan valid jika mampu mengukur apa yang hendak diukur dari variabel yang
diteliti. Teknik yang digunakan untuk uji validitas ini adalah “korelasi product moment” dari Pearson
dengan tingkat kepercayaan 95% (a
= 0,05) dilakukan dengan cara mengkorelasikan skor masing-masing item dengan
skor totalnya.
Adapun hasil uji
validitas dengan menggunakan bantuan aplikasi program SPSS dapat disajikan
dalam tabel berikut ini:
Tabel 9
Hasil Uji Validitas Butir Kuesioner
|
No
|
Butir Dalam Kuesioner
|
Koefisien Korelasi (r)
|
Nilai Kritis (r-tabel)
|
Sig.2ta iled (p-level)
|
Taraf Sig. (α = 0,05)
|
Keterangan
|
|
1.
|
X1.1
|
0.933
|
0,312
|
0.000
|
0,05
|
Valid
|
|
2.
|
X1.2
|
0.923
|
0,312
|
0.000
|
0,05
|
Valid
|
|
3.
|
X1.3
|
0.965
|
0,312
|
0.000
|
0,05
|
Valid
|
|
4.
|
X2.1
|
0.945
|
0,312
|
0.000
|
0,05
|
Valid
|
|
5.
|
X2.2
|
0.924
|
0,312
|
0.000
|
0,05
|
Valid
|
|
6.
|
X2.3
|
0.976
|
0,312
|
0.000
|
0,05
|
Valid
|
|
7.
|
X3.1
|
0.954
|
0,312
|
0.000
|
0,05
|
Valid
|
|
8.
|
X3.2
|
0.985
|
0,312
|
0.000
|
0,05
|
Valid
|
|
9.
|
X3.3
|
0.978
|
0,312
|
0.000
|
0,05
|
Valid
|
|
10.
|
X4.1
|
0.992
|
0,312
|
0.000
|
0,05
|
Valid
|
|
11.
|
X4.2
|
0.981
|
0,312
|
0.000
|
0,05
|
Valid
|
|
12.
|
X4.3
|
0.980
|
0,312
|
0.000
|
0,05
|
Valid
|
|
13.
|
Y1
|
0.923
|
0,312
|
0.000
|
0,05
|
Valid
|
|
14.
|
Y2
|
0.975
|
0,312
|
0.000
|
0,05
|
Valid
|
|
15.
|
Y3
|
0.968
|
0,312
|
0.000
|
0,05
|
Valid
|
Sumber : Data
Primer yang diolah, 2006
Sesuai dengan
Arikunto (1998:136) bahwa apabila r hitung > r tabel, maka dapat dikatakan
bahwa suatu instrumen adalah valid. Dari hasil pengujian validitas pada tabel 9
dapat dilihat bahwa keseluruhan item variabel penelitian mempunyai r hitung
> r tabel yaitu pada taraf signifikan 95% ( a=0,05) dan n = 40 diperoleh r tabel = 0,312, maka dapat
diketahui r hasil tiap-tiap item > 0,312 sehingga dapat dikatakan bahwa
keseluruhan item variabel penelitian adalah valid untuk digunakan sebagai
instrument dalam penelitian atau pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dapat
digunakan untuk mengukur variabel yang diteliti.
b. Uji
Reliabilitas
Sedangkan
uji reliabilitas dimaksudkan untuk mengetahui adanya konsistensi alat ukur
dalam penggunaannya, atau dengan kata lain alat ukur tersebut mempunyai hasil
yang konsisten apabila digunakan berkali-kali pada waktu yang berbeda.
Menurut Arikunto
(1998:145): “Untuk uji reliabilitas digunakan Teknik Alpha Cronbach, dimana suatu instrumen dapat dikatakan handal
(reliabel) bila memiliki koefisien keandalan atau alpha sebesar 0,6 atau lebih.
Adapun hasil uji
reliabilitas yang dilakukan terhadap instrumen penelitian ini dapat dijelaskan
pada tabel berikut ini:
Tabel 10
Hasil Pengujian Reliabilitas
|
No
|
Butir Dalam Kuesioner
|
Nilai Alpha
|
Status
|
|
1.
|
X1
|
0.9344
|
Reliabel
|
|
2.
|
X2
|
0.9442
|
Reliabel
|
|
3.
|
X3
|
0.9708
|
Reliabel
|
|
4.
|
X4
|
0.9841
|
Reliabel
|
|
5.
|
Y
|
0.9517
|
Reliabel
|
Sumber : Data primer yang diolah, 2006.
Teknik
pengujian reliabilitas item menggunakan metode alpha cronbach. Hasil pengujian reliabilitas diperoleh nilai
koefisen Alpha untuk variabel (X1) sebesar 0,9344, (X2)
sebesar 0,9442, (X3) sebesar 0,9708, (X4) sebesar 0,9841
dan (Y) sebesar 0,9517. Hal tersebut dapat dikatakan nilai koefisien
reliabilitas berkisar antara 0 sampai dengan 1 semakin mendekati 1 menunjukkan
bahwa item semakin reliabel. Hal ini berarti bahwa item pertanyaan yang
digunakan akan mampu memperoleh data yang konsisten dalam arti jika pertanyaan
tersebut diajukan lagi akan diperoleh jawaban yang relatif sama dengan jawaban
pertama.
4.
Analisis Data
Rekapitulasi hasil
analisa korelasi dan regresi linier berganda selanjutnya dapat dilihat pada
tabel berikut:
Tabel 11
Rekapitulasi Hasil Analisa Regresi Berganda
|
Variabel
|
Koefisien
Regresi
|
t hitung
|
Prob. (sig. t)
(a = 0,05)
|
|
X1
(Kebudayaan)
X2 (Sosial)
X3
(Pribadi)
X4 (Psikologis)
|
0.117
0.155
0.266
0.464
|
0.810
1.441
3.400
5.201
|
0.424
0.159
0.002
0.000
|
|
Konstata
F
hitung
Adjust
R2
R Square (R2)
R
|
0.102
550.850
0.984
0.983
0.992
|
|
|
|
Variabel
terikat = Y (Keputusan Pembelian produk)
|
Sumber : Data primer yang diolah, 2006.
a. Analisis
Regresi Linier Berganda
Y = 0,102 + 0,117X1
+ 0,155X2 + 0,266X3 + 0,464X4
a = 0,102 adalah bilangan konstanta yang berarti
apabila variabel bebas yaitu X1, X2, X3, dan X4
sama dengan nol, maka besarnya variabel Y (Keputusan pembelian produk) adalah
0,102. Dengan kata lain jika
variabel bebas perilaku konsumen nilainya dianggap nol berarti besarnya adalah
0,102. Karena besarnya keputusan pembelian produk tidak dapat digambarkan
secara kuantitatif, jika tidak ada variabel perilaku konsumen (budaya, sosial,
pribadi dan psikologis) masih ada kecenderungan.
b1
= 0,117 adalah besarnya koefisien
regresi variabel bebas X1 Kebudayaan yang berarti setiap peningkatan
(penambahan) variabel X1 kebudayaan berupa peningkatan pergeseran
budaya, wilayah geografis, dan kelas sosial akan meningkatkan variabel terikat
Y (keputusan pembelian produk) sebesar 0,117. Dengan asumsi variabel bebas
lainnya (X2, X3, dan X4) konstan.
Jika variabel kebudayaan, ada kecenderungan meningkat maka keputusan pembelian
akan meningkat. Jika variabel kebudayaan ada kecenderungan menurun maka keputusan
konsumen juga akan menurun.
b2
= 0,155 adalah besarnya koefisien
regresi variabel bebas X2 sosial yang berarti setiap peningkatan
(penambahan) variabel X2 sosial berupa mengikuti lingkungan,
pengalaman anggota keluarga dan mengikuti teman akan meningkatkan variabel
terikat Y (keputusan pembelian produk) sebesar 0,155. Dengan asumsi variabel
bebas lainnya (X1, X3, dan X4)
konstan. Jika variabel sosial, ada kecenderungan meningkat maka keputusan
pembelian akan meningkat. Jika variabel sosial ada kecenderungan menurun maka
keputusan konsumen juga akan menurun.
b3
= 0,266 adalah besarnya koefisien
regresi variabel bebas X3 pribadi yang berarti setiap peningkatan
(penambahan) variabel X3 pribadi berupa uang saku, situasi
ekonomi dan gaya hidup akan meningkatkan
variabel terikat Y (keputusan pembelian produk) sebesar 0,266. Dengan asumsi
variabel bebas lainnya (X1, X2, dan X4)
konstan. Jika variabel pribadi, ada kecenderungan meningkat maka keputusan
pembelian akan meningkat. Jika variabel pribadi ada kecenderungan menurun maka
keputusan konsumen juga akan menurun.
b4
= 0,464 adalah besarnya koefisien
regresi variabel bebas X4 psikologis yang berarti setiap peningkatan
(penambahan) variabel X4 psikologis berupa motivasi, persepsi dan pengetahuan akan meningkatkan variabel
terikat Y (keputusan pembelian produk) sebesar 0,464. Dengan asumsi variabel
bebas lainnya (X1, X2, dan X3) konstan. Jika variabel psikologis, ada
kecenderungan meningkat maka keputusan pembelian akan meningkat. Jika variabel
psikologis ada kecenderungan menurun maka keputusan konsumen juga akan menurun.
Dari
persamaan regresi tersebut dapat dilihat bagaimana pengaruh variabel bebas (X1,
X2, X3, X4) terhadap variabel terikat (Y).
Pengaruh positif menunjukkan bahwa perubahan variabel bebas (X1, X2,
X3, X4) akan searah dengan perubahan keputusan pembelian
konsumen (Y)
a) Uji F (Pengujian Hipotesis I)
Hasil
analisis data dengan menggunakan program SPSS 11.0 for windows dapat disajikan
dalam tabel berikut:
Tabel 12
Tabel Anova Hasil Analisis Data
Sumber : Data Diolah
Dari
tabel di atas didapatkan hasil F hitung sebesar 550,850 dengan tingkat
signifikan 0.000, serta df penyebut 4 dan df
pembilang sebesar 35.
Untuk
menguji hipotesis pertama: diduga bahwa faktor kebudayaan, sosial, pribadi dan
psikologis secara bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk
mie instan merk Sedaap digunakan Uji F. Uji F dilakukan dengan membandingkan F
hitung dengan F Tabel pada taraf nyata a = 0,05
Berdasarkan tabel 12
dapat disimpulkan bahwa F hitung sebesar 550,850 > dari F tabel 2,63 yang
berarti bahwa pada taraf nyata a
= 0,05 variabel faktor budaya (X1), sosial (X2), pribadi
(X3) dan psikologis (X4) secara simultan/bersama-sama
mempunyai pengaruh signifikan (bermakna) terhadap keputusan pembelian produk
mie instan merek Sedaap (Y) dapat diterima atau teruji pada taraf nyata a =
0,05. Selain itu untuk mengetahui signifikansi pengaruh variabel terikat
terhadap variabel bebas secara bersama-sama dengan membandingkan antara
probabilitas signifikan (0,000) dengan a (0,05). Dimana,
jika probabilitas < a maka variabel bebas secara bersama-sama
berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat. Dengan demikian hipotesis I
teruji secara statistik.
c. Uji t (Pengujian Hipotesis II)
Untuk
menguji hipotesis kedua yang menyatakan bahwa diduga variabel psikologis (X4)
mempunyai pengaruh yang dominan terhadap keputusan pembelian produk mie instan
merek Sedaap (Y), maka dalam penelitian ini melihat besarnya masing-masing
nilai t hitung dari variabel bebas. Adapun signifikasi dari masing-masing
koefisien diuji dengan menggunakan uji parsial t-test tampak pada tabel sebagai
berikut:
Tabel
13
Perbandingan t-hitung dengan taraf signifikan
(α = 5%)
|
Variabel
|
Nilai t-hitung
|
Nilai t-tabel
|
Prob.
Sig. t
|
Keterangan
|
|
X1
X2
X3
X4
|
0.810
1.441
3.400
5.201
|
2.021
2.021
2.021
2.021
|
0.424
0.159
0.002
0.000
|
Tidak signifikan
Tidak signifikan
Signifikan
Signifikan
|
Sumber : Data primer yang diolah, 2006.
Sumber
: Data primer yang diolah, 2006.
Dari
tabel 13 dapat diketahui hasil koefisien t hitung menunjukkan bahwa variabel
budaya (X1) mempunyai nilai t hitung sebesar (0,810) lebih kecil
dibandingkan dengan nilai t tabel pada taraf nyata sebesar (2,021), atau dapat
dikatakan budaya (X1) tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian
produk mie instant merek Sedaap (Y).
Hasil koefisien t hitung menunjukkan bahwa
variabel sosial (X2) mempunyai nilai t hitung sebesar (1,441) lebih
kecil dibandingkan dengan nilai t tabel pada taraf nyata sebesar (2,021), atau
dapat dikatakan variabel sosial (X2) tidak berpengaruh terhadap
keputusan pembelian produk mie instant merek Sedaap (Y).
Hasil koefisien t hitung variabel pribadi
(X3) mempunyai nilai t hitung sebesar (3,400) lebih besar
dibandingkan dengan nilai t tabel pada taraf nyata sebesar (2,021), atau dapat
dikatakan variabel pribadi (X3) mempunyai pengaruh signifikan
terhadap keputusan pembelian produk mie instant merek Sedaap (Y).
Hasil koefisien t hitung variabel psikologis (X4) mempunyai nilai t hitung sebesar (5,201) lebih
besar dibandingkan dengan nilai t tabel pada taraf nyata sebesar (2,021), atau
dapat dikatakan variabel psikologis (X4) berpengaruh signifikan
terhadap keputusan pembelian produk mie instant merek Sedaap (Y).
Dari tabel di atas dapat dijelaskan juga
bahwa variabel psikologis (X4) mempunyai nilai t-hitung yang paling besar
jika dibandingkan dengan nilai t hitung variabel lainnya. Selain itu juga
diketahui koefisien regresi variabel psikologis
(X4) yang lebih besar dibandingkan koefisien
regresi lainnya. Sehingga hipotesis kedua yang menyatakan bahwa variabel
psikologis berpengaruh dominan terhadap keputusan pembelian produk mie instan merk
Sedaap teruji secara statistik.
d. R square (R2)
Dari
hasil analisis diperoleh nilai adjusted R square (R2) sebesar 0,983
hal ini menunjukkan bahwa variabel bebas (X1, X2, X3,
dan X4) secara bersama-sama memberikan kontribusi terhadap variabel
terikat Y (keputusan pembelian produk mie instan merk Sedaap) sebesar 98,3% dan
setelah disesuaikan nilai sisanya sebesar 1,7% dipengaruhi oleh variabel lain
yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.
C. Implikasi Hasil Penelitian
Dari
hasil analisis data yang dilakukan di atas, didapatkan hasil bahwa keempat
variabel perilaku konsumen (kebudayaan, sosial, pribadi dan psikologis) pada
mahasiswa FE Unmer Malang secara simultan ternyata berpengaruh terhadap
keputusan pembelian produk mie instant merek Sedaap. Hal ini menunjukkan bahwa
keputusan pembelian konsumen pada bergantung pada keempat faktor perilaku
konsumen terdiri dari budaya, sosial, pribadi, dan psikologis.
Namun dari uji parsial hanya variabel pribadi
dan psikologis yang
berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian.
Dengan diketahui
bahwa variabel psikologis mempunyai pengaruh yang siginifikan dan dominan
terhadap keputusan pembelian maka dalam hal ini
yang perlu diperhatikan dan ditingkatkan oleh perusahaan atau produsen
untuk meningkatkan penjualannya dengan selalu berupaya untuk memahami
psikologis konsumen maupun calon konsumen melalui motif membeli, persepsi
tentang produk maupun pengetahuan tentang produk.
Produk mie instant
yang dijual dengan berbagai macam
rasa terbukti mampu memotivasi konsumen
untuk membeli. Hal ini terlihat dari respon konsumen (mahasiswa) terhadap
kuesioner yang diberikan, melalui
variabel perilaku konsumen yang terdiri faktor budaya, faktor sosial, faktor
pribadi dan faktor psikologis”.
Belum ada tanggapan untuk "Contoh Pembahasan Hasil Penelitian"
Posting Komentar