Hal ini menjelaskan apa yang dimaksud dengan logam transisi berdasarkan syarat-syarat struktur elektronik, dan kemudian diteruskan dengan melihat ciri-ciri umum kimia logam transisi. Termasuk didalamnya perubahan tingkat oksidasi (
bilangan oksidasi), pembentukan ion kompleks, ion berwarna, dan aktivitas katalitik.
Struktur elektronik logam transisi
Apakah logam transisi itu?
Istilah logam transisi (atau unsur) dan unsur blok d kadang-kadang dapat
digunakan secara bersamaan jika keduanya memberikan arti yang sama. Keduanya
tidak sama – terdapat perbedaan yang tidak kentara diantara dua istilah
tersebut.
Kita akan membahas unsur-unsur blok d terlebih dahulu:
unsur-unsur blok d
Kamu akan mengingat bahwa ketika kamu membuat tabel periodik dan ketika
meletakkan elektron, sesuatu yang ganjil terjadi setelah argon.
Pada argon, tingkat 3s dan 3p terisi penuh, tetapi setelah itu daripada mengisi
tingkat 3d berikutnya, malahan mengisi tingkat 4s terlebih dahulu menghasilkan
kalium dan kemudian kalsium.
Setelah itu baru tingkat orbital 3d yang akan diisi.
Unsur-unsur dalam tabel periodik yang bersesuaian dengan pengisian tingkat d
disebut dengan unsur-unsur blok d. Baris pertama ditunjukkan melalui tabel
periodik singkat di bawah ini.
Struktur
elektronik unsur-unsur blok d adalah sebagai berikut:
Sc
|
|
[Ar] 3d14s2
|
Ti
|
|
[Ar] 3d24s2
|
V
|
|
[Ar] 3d34s2
|
Cr
|
|
[Ar] 3d54s1
|
Mn
|
|
[Ar] 3d54s2
|
Fe
|
|
[Ar] 3d64s2
|
Co
|
|
[Ar] 3d74s2
|
Ni
|
|
[Ar] 3d84s2
|
Cu
|
|
[Ar] 3d104s1
|
Zn
|
|
[Ar] 3d104s2
|
Kamu dapat
memperhatikan bahwa pola pengisiannya sama sekali tidak teratur! Pola ini
dilanggar pada kromium dan tembaga.
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "Ciri-ciri Umum Kimia Logam Transisi"
Posting Komentar