Ion yang
paling sederhana dalam bentuk krom dalam larutan adalah ion heksaaquokrom(III) [Cr(H2O)6]3+.Keasaman ion heksaaquo
Biasanya dengan ion 3+, ion heksaaquokrom(III) agak asam ? dengan pH pada
larutan tertentu antara 2 -3.
Ion bereaksi dengan molekul air dalam larutan. Ion hidrogen terlepas dari salah
satu ligan molekul air:
Ion kompleks
berperan sebagai asam dengan memberikan ion hidrogen kepada molekul air dalam
larutan. Air, sudah tentu, berperan sebagai basa yang menerima ion hidrogen.
Karena keberadaan air ada berasal dari dua sumber yang berbeda cukup
membingungkan (dari ligan dan larutan), maka lebih mudah menyederhanakannya
seperti berikut ini:
Akan tetapi,
jika kamu menuliskannya seperti ini, harus diingat bahwa ion hidrogen tidak
terletak pada ion kompleks. Ion hidrogen tertarik oleh molekul air dalam
larutan. Sewaktu-waktu kamu dapat menulis "H+(aq)"
yang dimaksud sebenarnya adalah ion hidroksonium, H3O+.
Reaksi
pertukaran ligan yang melibatkan ion klorida dan ion sulfat
Warna ion heksaaquokrom(III) sulit â€untuk dilukiskan†karena berwarna
ungu-biru-abu. Akan tetapi, ketika diproduksi melalui reaksi dalam tabung
reaksi, ion ini berwarna hijau.
Kita selalu menggambarkan ion hijau sebagai Cr3+(aq) –
secara tidak langsung ion heksaaquokrom(III). Hal ini sebenarnya adalah suatu
penyederhanaan.
Apa yang
terjadi jika salah satu atau lebih ligan molekul air dapat digantikan oleh ion
negatif yang dalam larutan ? khususnya sulfat atau klorida.
Penggantian air oleh ion sulfat
Kamu dapat
melakukan hal ini secara sederhana dengan memanaskan larutan krom(III) sulfat.
Satu molekul
air digantikan oleh ion sulfat. Perhatikan perubahan muatan pada ion. Dua
muatan positif dibatalkan oleh keberadaan dua muatan negatif pada ion sulfat.
Penggantian air oleh ion klorida
Pada saat adanya ion klorida (sebagai contoh dengan krom(III) klorida), warna
yang biasanya dapat dilihat adalah hijau. Hal ini terjadi ketika dua molekul
air digantikan oleh ion klorida untuk menghasilkan ion
tetraaquodiklorokrom(III) – [Cr(H2O)4Cl2]+.
Sekali lagi,
perhatikan bahwa penggantian molekul air oleh ion klorida mengubah muatan pada
ion.
Reaksi ion heksaaquokrom(III) dengan
ion hidroksida
Ion hidroksida (dari, katakanlah, larutan natrium hidroksida, NaOH) dapat
menghilangkan ion hidrogen dari ligan air kemudian didempetkan pada ion krom.
Sekali waktu ion hidrogen dapat dihilangkan dari tiga molekul air, kamu akan
memperoleh kompleks yang tidak bermuatan – komplek netral. Kompleks netral ini
tidak larut dalam air dan endapan terbentuk.
Tetapi
proses tidak berhenti sampai disini. Ion hidrogen yang lebih benyak akan
dihilangkan untuk menghasilkan ion seperti [Cr(H2O)2(OH)4]-
dan [Cr(OH)6]3-.
Sebagai contoh:
Endapan larut kembali karena ion tersebut larut dalam
air.
Pada tabung reaksi, perubahan warna yang terjadi adalah:
Reaksi ion heksaaquokrom(III) dengan
larutan amonia
Amonia dapat berperan sebagai basa maupun sebagai ligan. Dengan jumlah amonia
yang sedikit, ion hidrogen tertarik oleh ion heksaaquo seperti pada kasus ion
hidroksida untuk menghasilkan kompleks netral yang sama.
Endapan
tersebut larut secara luas jika kamu menambahkan amonia berlebih (terutama jika
amonianya pekat). Amonia menggantikan air sebagai ligan untuk menghasilkan ion
heksaaminkrom(III).
Perubahan
warna yang terjadi adalah:
Reaksi ion
heksaaquokrom(III) dengan ion karbonat
Jika kamu menambahkan larutan natrium karbonat pada larutan ion
heksaaquokrom(III), kamu akan memperoleh endapan yang sama jika kamu
menambahkan larutan natrium hidroksida atau larutan amonia.
Pada saat seperti ini, ion karbonat ion yang menghilangkan ion hidrogen dari
ion heksaaquo dan menghasilkan kompleks netral.
Berdasarkan pada proporsi ion karbonat dan ion heksaaqua, kamu akan memperoleh
salah satu diantara ion hidrogenkarbonat atau gas karbon dioksida dari reaksi
antara ion hidrogen dan ion karbonat. Persamaan hasil bagi menunjukkan lebih
memungkinkan terjadinya pembentukan karbon dioksida:
Selain
karbon dioksida, tidak terjadi sesuatu yang baru pada reaksi ini:
Oksidasi krom(III) menjadi krom(VI)
Sebagai akibat dari penambahan larutan natrium hidroksida pada ion
heksaaquokrom(III) menghasilkan larutan ion heksahidroksokromat(III) yang
berwarna hijau.
Larutan ion
heksahidroksokromat(III) yang berwarna hijau kemudian di oksidasi dengan
memanaskan larutan tersebut dengan larutan hidrogen peroksida. Setelah itu kamu
akan memperoleh larutan berwarna kuning terang yang mengandung ion kromat(VI).
Persamaan
untuk tahap oksidasi adalah:
Beberapa sifat kimia krom(VI)
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "Krom"
Posting Komentar