Berikut akan
dijelaskan bagaimana mengerjakan setengah-reaksi elektron untuk proses oksidasi
dan reduksi, kemudian bagaimana menggabungkan setengah-reaksi tersebut untuk
mendapat persamaan ion untuk reaksi redoks secara utuh. Ini merupakan pelajaran
yang penting dalam kimia anorganik.
Setengah-Reaksi
Elektron
Apakah
setengah-reaksi elektron?
Ketika
magnesium mereduksi tembaga(II)oksida dalam suhu panas menjadi tembaga,
persamaan ion untuk reaksi itu adalah:
Kita dapat
membagi persamaan ion ini menjadi dua bagian, dengan melihat dari sisi
magnesium dan dari sisi ion tembaga(II) secara terpisah. Dari sini terlihat
jelas bahwa magnesium kehilangan dua elektron, dan ion tembaga(II) yang
mendapat dua elektron tadi.
Kedua
persamaan di atas disebut “setengah-reaksi elektron” atau “setengah-persamaan”
atau “setengah-persamaan ionik” atau “setengah-reaksi”, banyak sebutan tetapi
mempunyai arti hal yang sama.
Setiap
reaksi redoks terdiri dari dua setengah-reaksi. Pada salah satu reaksi terjadi
kehilangan elektron (proses oksidasi), dan di reaksi lainnya terjadi penerimaan
elektron (proses reduksi).
Mengerjakan
setengah-reaksi elektron dan menggunakannya untuk membuat persamaan ion
Pada contoh di atas, kita mendapat setengah-reaksi elektron dengan memulai dari
persamaan ion kemudian mengeluarkan masing-masing setengah-reaksi dari
persamaan tersebut. Itu merupakan proses yang tidak benar.
Pada
kenyataannya, kita hampir selalu memulai dari setengah-reaksi elektron dan
menggunakannya untuk membuat persamaan ion.
Contoh 1:
Reaksi antara klorin dan ion besi(II)
Gas klorin
mengoksidasi ion besi(II) menjadi ion besi(III). Pada proses ini, klorin
direduksi menjadi ion klorida. Sebagai permulaan kita buat dahulu masing-masing
setengah-reaksi.
Untuk
klorin, seperti kita ketahui klorin (sebagai molekul) berubah menjadi ion
klorida dengan reaksi sebagai berikut:
Pertama,
kita harus menyamakan jumlah atom di kedua sisi:
Penting
untuk diingat, jumlah atom harus selalu disamakan dahulu sebelum melakukan
proses selanjutnya. Jika terlupa, maka proses selanjutnya akan menjadi kacau
dan sia-sia.
Kemudian
untuk menyempurnakan setengah-reaksi ini kita harus menambahkan sesuatu. Yang
bisa ditambah untuk setengah-reaksi adalah:
* Elektron
* Air
* Ion hidrogen (H+) (kecuali jika reaksi terjadi dalam suasana basa,
jika demikian yang bisa ditambahkan adalah ion hidroksida (OH-)
Dalam kasus
contoh di atas, hal yang salah pada persamaan
reaksi yang kita telah buat adalah muatannya tidak sama. Pada sisi kiri persamaan
tidak ada muatan, sedang pada sisi kanannya ada muatan negatif 2 (untuk
selanjutnya disingkat dengan simbol : 2-).
Hal itu
dapat dengan mudah diperbaiki dengan menambah dua elektron pada sisi kiri persamaan
reaksi. Akhirnya
didapat bentuk akhir setengah-reaksi ini:
Proses yang
sama juga berlaku untuk ion besi(II). Seperti telah diketatahui, ion besi(II)
dioksidasi menjadi ion besi(III).
Jumlah atom
dikedua sisi telah sama, tetapi muatannya berbeda. Pada sisi kanan, terdapat
muatan 3+, dan pada sisi kiri hanya 2+.
Untuk
menyamakan muatan kita harus mengurangi muatan positif yang ada pada sisi
kanan, yaitu dengan menambah elektron pada sisi tersebut:
Mengabungkan setengah reaksi untuk mendapat persamaan ion untuk reaksi
redoks
Sekarang
kita telah mendapatkan persamaan dibawah ini:
Terlihat
jelas bahwa reaksi dari besi harus terjadi dua kali untuk setiap molekul
klorin. Setelah itu, kedua setengah-reaksi dapat digabungkan.
Tapi jangan
berhenti disitu! Kita harus memeriksa kembali bahwa semua dalam keadaan sama
atau setara, baik jumlah atom dan muatannya. Sangat mudah sekali terjadi
kesalahan kecil (tapi bisa menjadi fatal!) terutama jika yang dikerjakan adalah
persamaan yang lebih rumit.
Pada persamaan
terakhir, terlihat bahwa tidak ada elektron yang diikutsertakan. Pada persamaan
terakhir ini, di kedua sisi sebenarnya terdapat elektron dalam jumlah yang
sama, jadi saling meniadakan, dapat dicoret, dan tidak perlu ditulis dalam
persamaan akhir yang dihasilkan.
Belum ada tanggapan untuk "Menulis Persamaan Ion Untuk Reaksi REDOKS"
Posting Komentar