Beberapa contoh yang lazim
Diagram menunjukkan kisaran warna untuk beberapa ion kompleks logam yang lazim.
Kamu dapat
menemukan ion-ion kompleks logam tersebut diatas dan ion-ion kompleks logam
yang lain jika kamu membuka halaman yang berhubungan dari menu logam transisi
(link pada bagian bawah halaman).
Kemungkinan yang lain, kamu dapat mengekplorasi menu ion-ion kompleks
(mengikuti link pada kotak bantuan pada bagian atas layar).
Asal mula munculnya warna pada ion-ion logam transisi
Ketika sinar putih melewati larutan yang berisi salah satu dari ion tersebut,
atau sinar putih tersebut direfleksikan oleh larutan tersebut, beberapa warna
dari sinar dapat di absorpsi (diserap) oleh larutan tersebut. Warna yang dapat
dilihat oleh mata kamu adalah warna yang tertinggal (tidak di absorpsi).
Pelekatan ligan pada ion logam merupakan efek dari energi orbital-orbital d.
Sinar yang diserap sebagai akibat dari perpindahan elektron diantara orbital d
yang satu dengan yang lain. Penjelasan yang lebih jelas dapat dilihat pada
halaman yang lain.
Aktivitas
katalitik
Logam transisi dan persenyawaannya merupakan katalis yang baik. Beberapa kasus
yang nyata dapat dilihat dibawah ini, tetapi kamu akan menemukan penjelasan
katalisis secara mendalam pada bagian lain situs (ikuti link setelah contoh).
Logam transisi dan senyawa-senyawanya dapat berfungsi sebagai katalis karena
memiliki kemampuan mengubah tingkat oksidasi atau, pada kasus logam, dapat
meng-adsorp substansi yang lain pada permukaan logam dan mengaktivasi substansi
tersebut selama proses berlangsung. Semua bagian ini dibahas pada bagian katalisis.
Logam transisi sebagai katalis
Besi pada Proses Haber
Prose Haber menggabungkan hidrogen dan nitrogen untuk membuat amonia dengan
menggunakan katalis besi.
Nikel pada hidrogenasi ikatan C=C
Reaksi ini
terdapat pada bagian inti pembuatan margarin dari minyak tumbuhan.
Akan tetapi, contoh sederhana terjadi pada reaksi antara etana dengan hidrogen
melalui keberadaan katalis nikel.
Senyawa-senyawa
logam transisi sebagai katalis
Vanadium(V) oksida pada Proses Contact
Bagian inti Proses Contact adalah reaksi konversi belerang dioksida menjadi
belerang trioksida. Gas belerang dioksida dilewatkan bersamaan dengan udara
(sebagai sumber oksigen) diatas padatan katalis vanadium(V) oksida.
Ion-ion besi pada reaksi antara ion-ion persulfat dan ion-ion iodida
Ion
persulfat (ion peroksodisulfat), S2O82-,
merupakan agen pengoksidasi yang sangat kuat. Ion iodida sangat mudah
dioksidasi menjadi iodin. Dan reaksi antara keduanya berlangsung sangat lambat
pada larutan dengan pelarut air.
Reaksi di katalisis oleh keberadaan salah satu diantara ion besi(II) atau ion
besi(III).
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "Pembentukan senyawa-senyawa berwarna"
Posting Komentar