Kriteria diagnosis
·
Mata merah, sakit
·
Visus menurun bergantung kerusakan
·
Kornea keruh bergantung konsentrasi bahan
kimianya
·
Trauma asam menyebabkan koagulasi superficial
·
Trauma basa menyebabkan nekrosi / penetrasi
intraokuler
Diagnosis Banding:
·
Dokter Spesialis Mata
Pemeriksaan penunjang
·
Rawat inap pada trauma asam / basa kuat
Perawatan RS
·
Rawat inap pada trauma asam / basa kuat
Terapi
·
Bilas sesegera mungkin dengan larutan garam
fisiologis atau air sebanyak-banyaknya
·
Antibiotic topicl / sistemik
·
Kortikosteroid topical / sistemik
·
Vitamin C dosis tinggi
·
Pemberian LK (bila perlu)
Penyulit
·
Simblefaron
·
Kekeruhan kornea
·
Neovaskularisasi kornea
·
Katarak
·
Prisis bulbi
Lama perawatan
·
Bergantung pada berat penyakit
Masa pemulihan
·
Bergantung pada berat penyakit
Lauran
·
Sembuh pada trauma kimia lemah
·
Pada trauma kimia kuat bergantung derajat
kelainan
HIFEMA
Kriteria diagnosis
·
Trauma tumpul
·
Mata merah, sakit
·
Visus dapat menurun / normal
Diagnosis Banding:
·
Dokter Spesialis Mata, bila hefema memenuhi
seluruh bilik mata depan
Pemeriksaan penunjang
·
Rawat inap
Terapi
·
Istirahat
·
Operasi parasentesis bila terdapat glaukosa
sekunder.
Penyulit
·
Perdarahan vitreus
·
Katarak
Informed consent
·
Diperlukan bila dilakukan parasentesis
Lama perawatan
·
Sampai dengan hifema tidak ada lagi, minimal 5 hari
(masa akut)
Masa pemulihan
·
Segera setelah hifema menghilang.
Lauran
·
-
SMF NEURO
PENANGANAN STROKE
Definisi
Suatu keadaan
hilangnya sebagian atau seluruh fungsi neurologist (deficit neurologik fokal
atau global) yang terjadi secara mendadak, berlangsung lebih dari 24 jam atau
menyebabkan kematian, yang semata-mata disebabkan oleh gangguan peredaran darah
otak karena berkurangnya suplai darah (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh
darah secara spontan (stroke perdarahan).
Anamnesa
·
Defisit neurologist yang terjadi secara
tiba-tiba, saat aktifitas/istirahat
·
Kesadaran baik/tergantungu
·
Nyeri kepala/tidak
·
Muntah/tidak
·
Riwayat hipertensi (factor resiko stroke
lainnya)
·
Lamanya (onset)
·
Serangan pertama/ualng.
Pemeriksaan fisik (Neurologis dan umum)
·
Ada
defisit neurologis
·
Hipertensi/hipotensi/normotensi
Pemeriksa Penunjang
·
Laboratorium
-
Darah perifer lengkap, gula darah sewaktu,
fungsi ginjal (Ureum, kreatinin dan asam urat), fungsi hati (SPOT dan SGPT),
protein darah albumin, globulin), hemostasis, profil lipid (kolesteriol,
trigliserida, HDL, LDL), Homosistein, Analisa Gas Darah dan
-
Elektrolit. Jika perlu pemeriksaan cairan
serebrospinal.
·
Radiologis
-
Pemeriksaan roentgen dada untuk melihat ada
tidaknya infeksi paru maupun kelainan jantung.
-
Brain CT-scan tanpa kontras (golden standard)
-
MRI kepala
Diagnosa Banding :
·
Ensefalopati toksik atau metabolik
·
Kelainan neurologis/fungsional (contoh kelainan
jiwa)
·
Bangkitan epilepsi yang disertai paresis Todd’s
·
Migren hemiplegik
·
Lesi struktural intrakranial (hematoma subdural,
tumor otak, AVM)
·
Infeksi encephalitis, abses otak
·
Trauma kepala
·
Ensefalopati hipertensif
·
Sclerosis multiple
Penatalaksanaan
·
Penatalaksanaan Umum
1.
Umum
-
Ditujukan terhadap fungsi vital, paru-paru, jantung,
ginjal, keseimbangan elektrolit cairan, gizi, hygiene.
2.
Khusus
-
Pencegahan dan pengobatan komplikasi
-
Rehabilitasi
-
Pencegahan stroke tindakan promotif, primer dan
sekunder
·
Penatalaksanaan khusus
1.
Stroke iskemik/infark
-
Anti agregasi platelet : spirin, tiklopidin,
klopidogrel, dipiridamol, cilostazol.
-
Tromboliti : rt-P (harus memenuhi criteria inkluso)
-
Antikoagula : heparin, LMW II, heparinoid (untuk stroke
emboli)
2.
Perdarahan subarakhnoid :
-
Anti vasospasme : Nimodipin
-
Neuroprotektan
3.
Perdarahan intra serebral
-
Konservatif :
·
Memperbaiki faal
hemostasis (bila ada gangguan faal hemostasis)
·
Mencegah / mengatasi vasospasme otak akibat
perdarahan :
·
Nimodipine
·
Neuroprotektan
-
Operatif : Dilakukan pada kasus yang
indikatif/memungkinkan:
·
Volume perdarahan lebih dari 30 cc atau diameter
> 3 cm pada fossa posterior.
·
Letal lobar dan kortikal dengan tanda-tanda peninggian
TIK akut dan ancaman herniasi otak
·
Perdarahan serebelum
·
Hidrosefalus akibat perdarahan intraventrikel
atau serebelum
·
GCS : 7
-
Terapi komplikasi
·
Anti edema : larutan monitol 20 %
·
Antibiotika, anti depresan, anti konvulsan: atas
indikasi
·
Anti trombosis vena dalam dan emboli paru
Konsultasi
·
Dokter spesialis penyakit Dalam
(ginjal/hipertensi, endokrin), kardiologi bila ada kelainan organ terkait.
·
Dokter spesialis bedah saraf untuk kasus
hemoragis yang perlu dioperasi (ancurisme, AVM, evakdasi hematom)
·
Gizi
·
Rehabilitasi medik (setelah dilakukan prosedur
neurorestorasi dalam 3 bulan pertama pasca onset)
Perawatan RS
·
Ruang Rawat inap
Tenaga standar
·
Dokter spesialis saraf, dokter umum.
Lama perawatan
·
Stroke perdarahan : rata-rata 3-4 minggu
·
Stroke iskemik : 2 minggu bila tidak ada
penyulit.
Belum ada tanggapan untuk "PENANGANAN TRAUMA KIMIA ASAM ATAU BASA"
Posting Komentar