Definisi
Tuberkulosa
paru adalah penyakit infeksi paru yang bersifat kronis yang disebabkan oleh
mycobacterium tuberculosa.
Anamnesa
·
Batuk lebih dari 4 minggu dengan atau tanpa
sputum
·
Malaise; gejala flu
·
Batuk darah
·
Demam derajat rendah
·
Kadang-kadang disertai nyeri dada
Pemeriksaan fisik
·
Tanda-tanda infiltrate (redup, bronchial, ronchi
basah, dll)
·
Tanda-tanda penarikan paru, diafrigma dan
mediastinum
·
Sekret di saluran napas dan ronki
·
Suara napas amforik karena adanya kavitas yang
berhubungan langsung dengan bronchus.
Pemeriksaan Penunjang
·
Laboratorium
-
Darah rutin (LED meningkat, limfositosis)
-
Sputum BTA
-
Tes PAP (Peroksidase Anti Perioksidase), tes uji
serologi
-
Tes mantoux/tuberculin
·
Radiologi Rontgen Thorax PA dan Lateral
Gambaran foto
thorax yang menunjang diagnosis paru yaitu :
-
Bayangan lesi terletak di lapangan atas paru
atau segmen apical lobus bawah.
-
Bayangan berawan (patchy) atau bercak (nodular)
-
Adanya kavitas tunggal atau ganda
-
Kelainan bilateral terutama di lapangan atas
paru
-
Adanya klasifikasi
-
Bayangan menetap pada foto ulang beberapa minggu
kemudian
-
Bayangan milier
Therapi
·
Rawat jalan
·
Kriteria rawat inap
-
Batuk darah hebat
-
Sesak hebat
·
Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein (TKTP)
·
Medikamentosa: OAT
Masa Perawatan
2-3 minggu
ASMA BRONCHIALE
Definisi
Asma bronchiale adalah penyakit
saluran napas dengan karakteristik berupa peningkatan reaktivitas trchea dan
bronchus terhadap berbagai rangsangan sehingga terjadi penyempitan umum saluran
napas, yang dapat dihilangkan oleh pengaruh Obat-obatan maupun secara spontan.
Klasifikasi Asma Bronchile :
·
Asma bronchiale tipe non atopi (intrinsic)
·
Asma bronchiale tipe atopi (ekstrinsik)
·
Asma bronchiale campuran (mixed)
Diagnosa banding
·
Asma kardiale
·
Pneumothoraks
·
TB paru
·
Ekstrinsik alergi alveolitis
Anamnesa
·
Napas berbunyi/bising mengi (wheezing) yang
terdengar dengan atau tanpa stetoskop.
·
Batuk produktif, sering pada malam hari
·
Sesak
·
Napas atau dada seperti tertekan
·
Gejala bersifat paroksismal, yaitu membaik pada
siang hari memburuk pada malam hari
·
Riwayat penyakit keluarga; riwayat adanya alergi
Pemeriksaan fisik
·
Keadaan umum : compos mentis; cemas/gelisah;
panic; berkeringat
·
Tekanan darah meningkat; nadi meningkat.
·
Pulsus pardoksus; perunan tekanan darah sistolik
lebih dari 10 mmHg pada waktu inspirasi.
·
Frekuensi pernapasan meningkat
·
Sianosis
·
Hipertrofi otot-otot bantu pernafasan
·
Paru : ekspirium yang memanjang ; wheezing.
Pemeriksaan Penunjang
·
Laboratorium
-
Darah rutin (eosinofil darah meningkat >
250/mm3)
-
Sputum (eosinofil, spiral Crushman, kristal
Charocot-Leyden)
-
Analisa gas darah pada status asmatikus
·
Radiologi Rontgen tidak ada tanda-tanda yang
khas
·
Faal paru : menurunnya FEVI
·
Uji kulit : untuk menunjuk kanadanya alergi
·
Uji provokasi bronkus : dengan inhalasi
histamine, asetilkolin, alergen.
Therapi
Tujuan terapi asma adalah :
·
Menyembuhkan dan mengendalikan gejala asma
·
Mencegah kekambuhan
·
Mengupayakan fungsi paru senormal mungkin serta
mempertahankannya
·
Mengupayakan aktivitas harian pada tingkat
normal termasuk melakukan latihan
·
Menghindari efek samping obat asma
·
Mencegah obstruksi jalan nafas ireversibel
Pengobatan nonmedikamentosa
·
Waktu serangan
-
Pemberian oksigen
-
Pemberian cairan
-
Drainase postural
-
Menghindari paparan allergen
·
Diluar serangan
-
Pendidikan
-
Imunoterapi/desensitisasi
-
Pelayanan/control emosi
Pengobatan medika mentosa :
·
Waktu serangan :
-
Bronkodilator :
v
Golongan adrenergic : adrenalin 0,3 cc
v
Golongan methylxantine: aminophyllin 5-10
cc/5-10 menit
v
Golongan antikolinergik : SA
-
Antihistamin
-
Kortikosteroid
-
Antibiotika
-
Ekspektoran
·
Diluar serangan
-
Disodium chromoglycate (DSCG)
-
Ketotifen
Komplikasi
·
Emfisema
·
Kor pulmonale
·
Pneumothoraks
·
Status asmatikus
·
Gagal napas
·
Infeksi, pneumonia
Lama perawatan :
·
Beberapa hari s/d 1 minggu
Belum ada tanggapan untuk "PENYAKIT TUBERKULOSA"
Posting Komentar