Pada lansia banyak fungsi hemostasis dari ginjal yang berkurang, sehingga merupakan predisposisi untuk terjadinya gagal ginjal. Ginjal yang sudah tua tetap memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh dan fungsi hemostasis, kecuali bila timbul beberapa penyakit yang dapat merusak ginjal.
Penurunan fungsi ginjal mulai terjadi pada saat seseorang mulai memasuki usia 30 tahun dan 60 tahun, fungsi ginjal menurun sampai 50% yang diakibatkan karena berkurangnya jumlah nefron dan tidak adanya kemampuan untuk regenerasi. Beberapa hal yang berkaitan dengan faal ginjal pada lanjut usia antara lain : (Cox, Jr dkk, 1985)
1. Fungsi konsentrasi dan pengenceran menurun.
2. Keseimbangan elektrolit dan asam basa lebih mudah terganggu bila dibandingkan dengan usia muda.
3. Ureum darah normal karena masukan protein terbatas dan produksi ureum yang menurun. Kreatinin darah normal karena produksi yang menurun serta massa otot yang berkurang. Maka yang paling tepat untuk menilai faal ginjal pada lanjut usia adalah dengan memeriksa Creatinine Clearance.
4. Renal Plasma Flow (RPF) dan Glomerular Filtration Rate (GFR) menurun sejak usia 30 tahun.
B. Perubahan laju filtrasi glomerulus pada lanjut usia
Salah satu indeks fungsi ginjal yang paling penting adalah laju filtrasi glomerulus (GFR). Pada usia lanjut terjadi penurunan GFR. Hal ini dapat disebabkan karena total aliran darah ginjal dan pengurangan dari ukuran dan jumlah glomerulus. Pada beberapa penelitian yang menggunakan bermacam-macam metode, menunjukkan bahwa GFR tetap stabil setelah usia remaja hingga usia 30-35 tahun, kemudian menurun hingga 8-10 ml/menit/1,73 m2/dekade.
Penurunan bersihan kreatinin dengan usia tidak berhubungan dengan peningkatan konsentrasi kreatinin serum. Produksi kreatinin sehari-hari (dari pengeluaran kreatinin di urin) menurun sejalan dengan penurunan bersihan kreatinin.
Untuk menilai GFR/creatinine clearance rumus di bawah ini cukup akurat bila digunakan pada usia lanjut.
|
Cratinine Clearance (pria) = (140-umur) X BB (kg) ml/menit
72 X serum cretinine (mg/dl)
|
|
Cretinine Clearance (wanita) = 0,85 X CC
pria
|
C. Perubahan fungsi tubulus pada lanjut usia
Aliran plasma ginjal yang efektif (terutama tes eksresi PAH) menurun
sejalan dari usia 40 ke 90-an. Umumnya filtrasi tetap ada pada usia muda,
kemudian berkurang tetapi tidak terlalu banyak pada usia 70, 80 dan 90 tahunan.
Transpor maksimal tubulus untuk tes ekskresi PAH (paraaminohipurat) menurun
progresif sejalan dengan peningkatan usia dan penurunan GFR.
Penemuan ini mendukung hipotesis untuk menentukan jumlah nefron yang masih
berfungsi, misalnya hipotesis yang menjelaskan bahwa tidak ada hubungan antara
usia dengan gangguan pada transpor tubulus, tetapi berhubungan dengan atrofi
nefron sehingga kapasitas total untuk transpor menurun.
Transpor glukosa oleh ginjal dievaluasi oleh Miller, Mc Donald dan Shiock
pada kelompok usia antara 20-90 tahun. Transpor maksimal Glukosa (TmG) diukur
dengan metode clearance. Pengurangan TmG sejalan dengan GFR oleh karena itu
rasio GFR : TmG tetap pada beberapa dekade.
Penemuan ini mendukung hipotesis jumlah nefron yang masih berfungsi,
kapasitas total untuk transpor menurun sejalan dengan atrofi nefron. Sebaliknya
dari penurunan TmG, ambang ginjal untuk glukosa meningkat sejalan dengan
peningkatan usia. Ketidaksesuaian ini tidak dapat dijelaskan tetapi mungkin
dapat disebabkan karena kehilangan nefron secara selektif.
D.
Perubahan pengaturan keseimbangan air pada
lanjut usia
Perubahan fungsi ginjal berhubungan dengan usia, dimana pada peningkatan
usia maka pengaturan metabolisme air menjadi terganggu yang sering terjadi pada
lanjut usia. Jumlah total air dalam tubuh menurun sejalan dengan peningkatan
usia. Penurunan ini lebih berarti pada perempuan daripada laki-laki, prinsipnya
adalah penurunan indeks massa tubuh karena terjadi peningkatan jumlah lemak
dalam tubuh. Pada lanjut usia, untuk mensekresi sejumlah urin atau kehilangan
air dapat meningkatkan osmolaritas cairan ekstraseluler dan menyebabkan
penurunan volume yang mengakibatkan timbulnya rasa haus subjektif. Pusat-pusat
yang mengatur perasaan haus timbul terletak pada daerah yang menghasilkan ADH
di hypothalamus.
Pada lanjut usia, respon ginjal pada vasopressin berkurang biladibandingkan
dengan usia muda yang menyebabkan konsentrasi urin juga berkurang, Kemampuan
ginjal pada kelompok lanjut usia untuk mencairkan dan mengeluarkan kelebihan
air tidak dievaluasi secara intensif. Orang dewasa sehat mengeluarkan 80% atau
lebih dari air yang diminum (20 ml/kgBB) dalam 5 jam.
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "Perubahan fungsi ginjal pada lanjut usia "
Posting Komentar