Kehamilan dan nifas adalah periode penuh stress secara emosional, yang dimanifestasikan dengan adanya emosi yang lebih dan mudah tersinggung. Ini merupakan dasar terjadinya kelainan psikologik pada saat masa kehamilan atau masa nifas. Pada saat antenatal perlu dicari factor-faktor yang dapat menjadi factor predisposisi terjadinya gangguan psikologik yang meliputi :
Riwayat pasien dan keluarga dengan gangguan psikiatri
- gaya kehidupan yang menyendiri
- riwayat , fisik/emosional, dan drug abuse.
Problem psikologik yang pernah dialami antara lain :
- riwayat berpisah dengan ibunya yang terlalu awal, kesulitan berpisah dengan orang tua.
- Masalah dengan keluarga disaat perkawinan
- Kematian anggota keluarga atau teman dekat pada saat kehamilan/persalinan
- Konflik tentang pengasuhan anak
Riwayat reproduksi kurang baik
- riwayat kesulitan dengan kehamilan , persalinan, atau depresi saat persalinan
- riwayat kematian janin intrauterine atau kematian segera setelah lahir
- riwayat kelainan congenital
- riwayat infertilitas
- riwayat abortus berulang
- riwayat pseudosiesis atau hiperemesis
3. Depresi Pada Kehamilan Atau Nifas
Istilah depresi adalah istilah yang menyangkut mood, gejala, atau sindroma. Mood atau feeling blue adalah perasaan seseorang yang berkaitan dengan perasaan sedih dan frustasi. Beberapa perempuan mengalami hal ini dalam berbagai derajat beberapa minggu setelah persalinan. Gejala dapat merupakan bagian dari gangguan fisik atau psikologik seperi alkoholisme, skizoprenia atau penyakit yang disebabkan oleh virus.
4. Kelainan Psikologik Pada Kehamilan Dan Nifas
Dikenal berbagai macam kelainan psikiatrik pada ibu hamil antara lain sebagai berikut.
Ansietas
Pada keadaan ini penderita akan diliputi oleh :
- Rasa takut, mudah marah, mudah tersinggung
- Keringat berlebihan, dyspnea, insomnia, dan/atau trembling
Kejadian pada adolesen dan ibu dengan riwayat depresi akan meningkat.
Personality disorders
Diagnosis ditegakkan sebagai :
Paranoid, schizoid atau schizotypical personality
Histrionic, narcissistic, antisocial
Avoidant, dependent, compulsive, and passive/aggressive personality
Perhatikan factor genetic
Major Mood Disorders
Maniac dan depressive episode
Depresi berat
Perhatikan fakta dan gejala yang timbul. Perhatikan pula apakah ada factor genetik, substance abuse, hipertiroid, atau tumor otak
Sisofrenia
kejadian dapat 1 % dari ibu hamil dengan kelainan mental
tipe : - Catatonic
- Disorganized
- Paranoid
- Undifferianted
perhatikan factor genetic
penyembuhan (recovery) setelah 5 tahun dapat mencapai 60 %
kemungkinan berulang pada kehamilan berikutnya cukup besar dan biasanya akan memberikan gejala lebih berat
Psikosis Postpartum
kejadian : 1-4 % (weissman dan olfson, tahun 1995)
gejala : depressive, maniac, schizophrenic, atau schizoaffective
perhatikan : - Faktor genetic
§ factor biologic : usia muda, primipara, riwayat psikiatrik illness
25 % nkasus akan berulang pada kehamilan berikutnya
Pengobatan : psikoterapi, antidepresan, antipsikotik, dan/atau ETC
Manajemen gangguan psikologik pada kehamilan dan persalinan
Masa antenatal
Pada masa antenatal seleksi pasien dengan riwayat psikologik harus dilakukan. Perhatikan pada pasien yang hamildengan riwayat gangguan psikik saat hamil dan persalinan/nias sebelumnya, karena kecenderungan gangguan psikik yang lebih berat sangat tinggi. Dibutuhkan komunikasi baik antara dokter dengan pasien untuk kemudian dapat memberikan saran dan psikoterapi yang memadai. Beberapa langkah dalam mengenali, mencegah, dan mengobati kelainan psiki pada saat antenatal antara lain adalah :
Buatlah suatu perencanaan bersama untuk mengenali kelainan psikik pada ibu hamil. Dengan menyadari adanya kelainan psikik ini, seluruh personil dapat memberikan terapi awal.
Berikan penjelasan tentang tahap-tahap persalinan/nifas pada keluarganya
Dengarlah dan berikan tanggapan apabila pasien menyatakan keluhannya. Lakukan pemeriksaan secara cermat. Apabila diperlukan, periksalah pelengkap diagnostic dengan laboratorium ataupun USG, foto roentgen, MRI, dan sebagainya untuk mendapatkan keyakinan dan kemantapan langkah-langkah kehamilan dan persalinan selanjutnya.
Ajaklah dan arahkan pasien dan keluarganya pada persiapan untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan penyulit pada saat kehamilan dan persalinan sedemikian rupa sehingga pasien atau keluarganya mempunyai kepercayaan yang tinggi terhadap kemampuan dokter/sarana pelayanan yang ada. Informasi yang jelas dan terbuka disertai dengan komunikasi yang baik dengan suami dan keluarga ibu hamil tersebut akan merupakan dukungan yang sangat berarti.
Belum ada tanggapan untuk "Gangguan Psikiatrik Dalam Kehamilan Dan Nifas "
Posting Komentar