Etiologi
Stenosis pulmonal dapat disebabkan oleh kelainan congenital maupun setelah lahir [didapat]. Kelainan yang didapat di antranya di sebabkan oleh jantung rematik, tuberculosis.
Kelainan sejak lahir diantaranya :
tak terbentuk katup pulmonal, kelainan ini bisa merupakan kelainan tersendiri akan tetapi lebih sering disertai dengan defek septum ventrikel dan sumbatan jalan keluar ventrikel kanan. Di sini regurgitasi pulmonal dapat pula terjadi.
1. Atresia pulmonal dengan septum ventrikel yang intact. Di sini katup pulmonal tidak sempurna dan hanya berupa jaringan fibrosa, ruang ventrikel kanan biasanya kecil sedangkan dindingnya hipertrofi.
2. Stenosis pulmonal dengan septum vertikel yang intact. Kelainan ini lebih sering terjadi dibandingkan dengan 2 kelainan di atas. Pada bentuk yang ringan merupakan fusi sebagian,dua atau tiga daun katup.
3. Defek septum vertikel dengan obstruksi jalan keluar ventrikel kanan. Defek septum ventrikel dapat mengalami komplikasi obstruksi jalan keluar ventrikel di atrium kanan baik tingkat subvalvular ataupun valvular.
4. Tertalogi Fallot. Di sini defek septum ventrikel biasanya terletek di bawah Krista supraventrikularis. Sumbatan jalan keluar ventrikel kanan biasanya di sebabkan oleh sempitnya infundibulum di sertai dengan hipertropi otot .
5. Transposisi arteri besar yang sempurna. Di sini aorta berpangkal pada ventrikel kanan sedangkan arteria pulmonalis berpangkal pada Ventrikel kiri.
Regurgitas pulmonal merupakan kelainan yang jarang terdapat. Kelainan ini bisa di sebabkan kelainan kongenital daun katup, endokarditis infeksiosa, operasi koreksi stenosis pulmonal, hipertensi pulmonal berat akibat stenosis mitral maupun sebab yang lain seperti penyakit yang lain seperti seperti penyakit paru kronik dan emboli paru.
Patogenesis dan patopisiologi
Stenosis pulmonal dengan septum ventrikel intact bisa di sebabkan oleh stenosis valvular infundibular atau keduanya.obstruksi infunsdibular atau jalan keluar ventrikel kanan disebabkan oleh jaringan fibrosa yang seakan mengikat atau oleh hipertrofi otot.secara normal, area lubang katup pulmonal pada saat lahir sebesar 0,5 cm dan akan ikut membesar dengan pertumbuhan badan.
Gangguan hemodinamik biasanya baru terjadi kalau obstruksi katup pulmonal sudah mencapai 60% atau lebih.stenosis pulmonal ringan yang di sertai aliran darah yang tinggi dapat mengakibatkan tekanan yang nyata., sebaliknya pada stenosis yang berat dengan aliran darah yang rendah akibat gagal jantung perbedaan tekanan yang di hasilkan dapat rendah.
Regurgitas pulmonal sering sekali terjadi akibat disfungsi valvular yang sekunder pada pasien dengan hipertensi pulmonal kronik akibat stenosis mitral reumatik {dengan bising graham steel }, penyakit jantung pulmonal dan sebab lain hipertensi pulmonal. Regurgitasi pulmonal fungsional ini di pikirkan terjadi akibat dilatasi cincin katup pulmonal.
Regurgitasi pulmonal akibat kelainan congenital {primer} biasanya tanpa di sertai hipertensi pulmonal menimbulkan bising diastolik dengan nada rendah dan sipatnya crescendo-decrescendo. Sebaliknya pada pasien regurgitasi pulmonal sekunder {dengan hipertensi pulmonal } sipat bising diastolic yang terjadi mempunyai nada tinggi, meniup dan decrescendo. Pada pasien yang muda, isolated pulmonary regurgitation ini biasanya masih dapat ditoleransi dengan baik tanpa hipertensi pulmonal.
Manifestasi klinis
Penyakit jantung congenital dengan akibat obstruksi atau stenosis dan regurgitasi katup jantung umumnya gejalanya sama dengan penyakit jantung valvular yang di dapat. Walaupun demikian pada kelainan jantung congenital ada beberapa tanda khas yang perlu diperhatikan. Pada kebanyakan remaja dengan stenosis pulmonal congenital yang nyata, isi semenit pada saat istirahat tetap normal akan tetapi kenaikan isi semenit pada saat olahraga mengalami gangguan, sedangkan pada anak-anak toleransi terhadap olah raga cukup baik.
Pasien dengan stenosis pulmonal ringan sampai sedang biasanya tidak mempunyai keluhan, pasien di temukan karena ada bising sistolik pada saat pemeriksaan fisis biasa. Bahkan pasien dengan stenosis pulmonal beratpun kadang tanpa keluhan biasanya berupa dyspnoe d’effort , rasa lelah yang berlebihan. Kedua keluhan ini sehubungan dengan kenaikan isi semenit yang tidak adekuat pada saat olah raga.
Gagal jantung kanan bisa terjadi pada stenosis yang berat. Sinkope bisa terjadi akan tetapi kematian mendadak {seperti pada stenosis aorta }, tidak terjadi. Nyeri dada menyerupai angina pectoris dapat terjadi pada stenosis pulmonal yang berat.
Regurgitas pulmonal biasanya dapat ditoleransi pasien dan jarang terlihat dengan gagal jantung kanan atas dasar regurgitasi pulmonal saja. Keluhan lelah dan tanda gagal jantung kanan ringan kadang terdapat pada pasien. Ini. Bising diastolic yang meniup atau kasar terdengar pada pasien ini. Bisising diastolic yang meniup atau kasar terdengar di sternum bagian kiri atas. Bising pada regurgitasi pulmonal ini terdengar lebih keras dengan inspirasi. Dan kalau bising ini terjadi akibat hipertensi pulmonal, disebut bising Graham Stell. Bising ini terdengar dengan nada tinggi mirip dengan bising regurgitasi aorta, sedangkan bising regurgitasi pulmonal oraganik terdengar dengan nada rendah dan kasar. Bising diastolic ini disertai dengan bising sistolik. Denyutan ventrikel kanan terasa terasa sepanjang dada sebelah kiri. Ada bunyi sistolik click dengan suara dua yang pecah secara fisiologis.
Pemeriksaan Penunjang.
o Elektrokardiogram
o Pemeriksaan radiologis
o Pemeriksaan fungsi paru
o Pemeriksaan ekokardiografi
o Pemeriksaan radioisotope
o Pemeriksaan kateterisasi dan angiografi
Diagnosis
Biasanya diagnosis stenosis pulmonal dapat ditegakan atas dasar pemeriksaan fisis diagnostic disertai dengan pemeriksaan penunjang seperti elektrokardiografi, radiologist, dan ekokardiografi. Criteria untuk membuat diagnosis, pada stenosis pulmonal baik dengan ataupun tanpa keluhan terdengar bising sistolok ejeksi sepanjang sternum bagian kiri dan sering disertai dengan ejection click atau paten foramen ovale. Pada regurgitasi pulmonal, dengan angiografi bisa terlihat adanya aliran kembali kontras ke ventrikel kanan pada fase diastolik.
Komplikasi
Pada stenosis pulmonal yang berat bisa terjadi gagal jantung kanan. Demikian pula infartmiokard kanan dapat terjadi pada stenosis pulmonal berat dengan pembesaran ventrikel kanan. Walaupun jarang, andokarditis dapat terjadi sebagi komplikasi stenosis pulmonal. Sedangkan komplikasi regurgitasi pulmonal selain gagal jantung, bisa juga mengakibatkan terjadinya endokarditis walaupun jarang.
Pengobatan
Stenosis pulmonal yang ringan sampai sedang dapat dikelola tanpa tindakan operasi. Pada pasien yang membutuhkan tindakan dental ataupun operasi dianjurkan pemberian antibiotic profilaksis.
Pengelola regurgitasi pulmonal berat biasanya terbatas pada pemberian profilaksis antibiotic pada tindakan dental atau operasi. Gagal jantung sangat jarang terjadi pada regurgitasi pulmonal sehingga tidak banyak pengalaman tindakan pengobatan ataupun operasi pada kasus tersebut.
Belum ada tanggapan untuk "KELAINAN KATUP PULMONAL "
Posting Komentar