Alkisah, ada seorang guru dan murid akan melakukan perjalanan. Ketika itu belum ada pesawat atau kendaraan sejenisnya untuk melakukan perjalanan. Salah satu kemampuan guru tersebut adalah terbang di atas air. Dan mereka melakukan itu. Saat terbang di atas sungai, ada seorang perempuan “BMW” (alias Bahenol, Montok, Weleh weleh weleh) berdiri bingung di tepi sungai. Sang guru mendekatinya sambil berkata: “Neng, mau kemana? Apa butuh bantuan? Kalau mau nyebrang, silakan naik ke punggung saya,” katanya. Mendengar dan melihat sikap guru tersebut, muridnya terkejut dan geram. Selama ini, Guru melarangnya berkenalan dengan perempuan, lalu mengapa ia bukan hanya berkenalan akan tetapi bahkan menggendongnya. Singkat cerita, dua hari setelah kejadian tersebut pikiran sang murid terlihat sering gelisah dan terdiam. Ia memikirkan perempuan yang digendong oleh gurunya. Hingga suatu pagi dalam sebuah pengajian, ia bertanya, “guru, selama dua hari saya memikirkan ini terus. Saya tak habis pikir mengapa guru menggendong perempuan itu padahal guru melarang kami bertemu dengan perempuan yang bukan muhrim buat kita.” Sang Guru diam sejenak di antara puluhan muridnya, lalu berkata: “Muridku, saya sudah menurunkan perempuan itu dua hari yang lalu, tapi kamu masih membawa dan memikirkannya sampai saat ini. buang dia dari pikiranmu sekarang juga.” (Nanang Qosim Yusuf dalam bukunya The 7 Awareness)
- Pikiran dan
Realitas Kehidupan Kita
Tahukah
anda darimana pakaian yang kita pakai ini dibuat? Jika anda menjawab dari
kapas, tentulah jawaban anda benar, tetapi ada yang lebih benar. Tahukah anda
dari bahan apa saja gedung ini dibuat? Kalau anda menjawab dari batu bata,
besi, semen, keramik, pasir serta bahan bangunan lainnya, tentu jawaban ini
juga benar, tetapi ada yang lebih benar. Satu pertanyaan lagi; tahukah anda
darimana kita bermula? Kalau jawaban kita mengatakan dari pertemuan antara sel
sperma dan sel telur yang dilakukan oleh nenek moyang kita dulu secara turun
temurun hingga saat ini, jawaban ini juga benar, tetapi ada yang lebih benar.
Jawaban yang lebih benar dari tiga pertanyaan di atas adalah bahwa semuanya itu
bermula dari pikiran.
Karena
manusia berpikir, terciptalah pakaian dari para perancang busana, tercipta
bangunan megah dari kreasi pikiran arsitektur bangunan dan tentunya kita lahir
ke dunia ini, karena orangtua kita juga punya pikiran. Pikiranlah yang menjadi
awal dari semua yang terjadi di planet bumi ini. Pikiran manusialah yang mampu
mengelola dan menciptakan segala sesuatu yang ada sekarang ini. Tulisan ini
juga bermula dari pikiran.
Mengutip
pendapat Erbe Sentanu yang mengatakan bahwa getaran-getaran energi terhalus
yang dinamakan quark, string, atau disebut quanta yang “tak tampak” perwujudannya
ternyata merupakan bahan baku dasar dari semua benda yang “tampak” wujudnya.
Energi quanta ini secara menyeluruh
menyelimuti dan merasuki semua benda yang tampak dan yang tak tampak. Quanta adalah “bahan baku” semua benda di alam semesta. Dan luar
biasanya, quanta bukanlah sembarang benda tetapi lebih merupakan vibrasi energi
yang memiliki kecerdasan dan kesadaran yang hidup.
Mary
T. Browne dalam bukunya 5 Aturan
Pikiran, mengatakan pikiran adalah sebuah gambaran yang diarahkan ke angkasa.
Pikiran adalah getaran. Pikiran adalah gaya
dan energi. Pikiran adalah kekuatan kreatif. Pikiran adalah ruh. Ia memiliki
warna, bunyi dan kepadatan. Pikiran itu sungguh hidup. Tidak ada yang lebih
dahsyat daripada pikiran. Kita adalah apa yang kita pikirkan.
Setiap
segi kehidupan itu dimunculkan oleh pikiran. Ada pikiran yang luhur, hina, rendah, mulia,
baik dan jahat. Semua keberhasilan dan kegagalan adalah akibat dari pikiran
kita. kita bisa memperoleh keinginan kita bermula dari pikiran.
Selanjutnya
Mary T. Browne mengatakan bahwa pikiran menghasilkan efek ganda;
Pertama
getaran, adalah gelombang perasaan yang berasal dari pikiran si pemikir.
Getaran itu mengungkapkan karakter sebuah pikiran. Misalnya, pikiran dapat
bersifat baik hati, penuh kasih, murah hati, atau marah. Sebuah getaran dikenal
pula sebagai sebuah gelombang pikiran.
Getaran
cenderung mempengaruhi pikiran orang lain yang bergetar pada frekuensi yang
sama. Dengan kata lain, getaran menyebabkan jenis pikiran yang ada dalam
pikiran penerima sama seperti yang dikirimkan oleh pemikir. Pikiran bertindak
seperti magnet yang menarik pikiran yang serupa. Hal yang mirip menarik hal
yang mirip. Coba sekarang kita memikirkan seseorang yang kita senangi.
Bayangkan wajahnya, kelucuannyan dan hal menarik lainnya. Getaran pikiran yang
kita pancarkan adalah getaran positif, maka kita akan merasakan getaran yang
positif juga dalam hidup kita. Sebaliknya kalau kita memikirkan terus menerus
seseorang yang membuat kita kesal dan marah, tentulah kita akan merasakan
getaran negatif. Getaran itu memancar selama pikiran itu kita pertahankan.
Kedua,
setiap getaran juga disertai oleh sebuah bentuk, yang merupakan sebuah gambar.
Ini dikenal sebagai bentuk pikiran.
Bentuk
pikiran adalah gambaran rohani dalam pikiran. Jika anda berpikir tentang
sebutir apel, pikiran membentuk gambar sebutir apel. Jika anda memikirkan
seorang teman atau kekasih, pikiran membentuk gambaran tentang orang itu. Jika anda menulis sebuah artikel, anda akan memikirkan
sebuah konsep. Anda akan membentuk pikiran yang dapat menyelesaikan tulisan
itu. Setelah anda memiliki sebuah pikiran, anda dapat mulai menulis.
Intensitas dan kejernihan pikiran menentukan bobot,
kekuatan, dan wujud bentuknya. Setiap hari sejuta pikiran masuk ke dalam benak
kita. Sebuah riset mengungkapkan fakta bahwa manusia memiliki 60.000 pikiran
setiap harinya. pikiran ini dengan cepat masuk dan keluar dari benak kita. Di
pagi hari, jam beker berbunyi untuk membangunkan kita. kita memikirkan “jam
beker” dan dengan cepat mematikannya. Saat itu pikiran tersebut hilang. Anda
berpikir “buka pintu.” Anda membuka pintu dan sesaat kemudian melupakannya.
Anda tidak menciptakan bentuk yang berat sebab anda tidak menahan pikiran itu,
dan mungkin tidak ada perasaan apa-apa atas hilangnya pikiran itu.
Sebaliknya, jika anda sungguh-sungguh marah terhadap
seseorang dan anda tetap mempertahankan pikiran itu, pikiran itu akan menguat
dan mengambil bentuk yang tidak baik. Kemudian ini akan memunculkan tindakan.
Mungkin anda akan berteriak kepada orang itu, menggosipkannya, atau mulai
berkelahi. Bentuk pikiran ini akan bergetar lama, bahkan setelah anda berhenti
memikirkannya. Tindakan anda merupakan akibat langsung dari pikiran yang
menguat dan berlangsung lama. Bukan karena anda berkata bahwa anda dapat
mengatasi amarah anda lalu itu berarti bahwa akibat dari amarah hilang. Sebuah
bentuk pikiran marah dapat berpengaruh lama setelah tindakannya.
Pikiran yang ditujukan kepada seseorang bergerak dari
benak si pencetus kepada orang itu. Sebuah pikiran kuat akan menggantung pada
pencetusnya. Jenis pikiran ini seluruhnya adalah tentang diri anda sendiri atau
sesuatu yang anda inginkan. Misalnya, anda memiliki keinginan kuat akan makanan
tertentu yang dapat membuat gemuk dan tidak sehat. Anda begitu memikirkan makanan ini meskipun anda
mendisiplinkan diri untuk tidak makan makanan tadi. Kekuatan pikiran
menghasilkan bentuk pikiran tertentu yang dikenal sebagai pikiran.
Ketika kita sedang tertawa bahagia dengan seseorang tubuh
kita menjadi begitu segar dan ceria. Kita memancarkan getaran yang menyenangkan.
Apapun yang ada disekeliling kita juga menjadi begitu bersahabat. Sebaliknya
kemarahan yang memuncak membuat tubuh kita menjadi bergetar tidak karuan.
Pikiran menentukan kualitas kehidupan kita. apakah
bahagia, sejahtera, luhur, mulia, baik atau sebaliknya. Pikiran menentukan
bagaimana cara seseorang berkomunikasi, berperilaku dan bertindak. Pikiran
merupakan sebuah kekuatan dahsyat yang tidak tampak tapi bisa kita kenali
keberadaannya.
Setiap pikiran selalu memberikan konsekwensi. Pikiran
yang selalu tertekan sangat jelas terlihat ketika kita sedang marah, benci,
dendam serta pikiran negatif lainnya yang tidak mengenakkan. Akibatnya akan
mengundang banyak penyakit. Seperti kata Tony Buzan dalam bukunya Mind Map,
“Pikiran yang selalu berada dalam tekanan adalah penyebab 80 % penyakit.”
Ada lagi istilah “pikiran monyet” bagi kita yang tidak
mampu mengendalikan pikiran terhadap satu hal; dimana pikiran kita tidak
henti-hentinya melompat ke berbagai arah. Pikiran kita tidak henti-hentinya
berkecamuk sehingga menimbulkan keributan yang akhirnya menghambat kekuatan,
kemampuan dan efektifitas yang sesungguhnya. Istilah yang disebut Theron Q.
Dumont, “quinhentos parsamentos”,
yang berarti lima ratus pikiran.”
Ada juga pikiran yang terkontrol, fokus, penuh
konsentrasi. Pikiran yang mampu selalu rileks merasakan ketenangan, kedamaian
dan kebahagiaan. Kualitas pikiran semacam ini akan terlihat pada kepribadian
orang yang selalu tampil ceria, tenang, penuh gairah dan semangat. Inilah yang
selalu kita sebut dengan pikiran positif yang akan menarik diri dan lingkungan
disekitarnya menjadi positif.
Semua manusia diberikan pikiran untuk sarana
kehidupannya. Dan kualitas
kemanusiaan seseorang sangat ditentukan dari cara dia membentuk pikirannya.
Kita diberikan kebebasan untuk memilih getaran dan bentuk yang kita inginkan.
Setiap pilihan pikiran selalu diiringi dengan konsekwensi.
Jika kita mempertahankan pikiran-pikiran negatif seperti
di awal cerita di atas, maka kita akan mendapati diri kita menjadi pribadi yang
negatif. Kita akan mudah tersinggung, menjadi agresif dan pemarah yang juga
akan mengundang berbagai macam energi negatif lainnya. Kita menciptakan monster
pikiran kita sendiri. Pada akhirnya kita akan tersingkir dari kehidupan ini dan
terjebak dengan kesendirian cara berpikir kita yang negatif.
Kehidupan sesungguhnya dimulai dari cara berpikir positif
yang akan mengundang berbagai energi positif lain untuk membentuk kehidupan
kita yang bahagia. perlu latihan yang terus menerus dan terfokus. Lingkungan
kehidupan kita baik di rumah, di organisasi, di kantor seringkali tanpa kita
sadari telah menanggalkan “baju kebahagiaan” yang kita miliki sedikit demi
sedikit. Kita harus kembali berusaha memakainya, karena fitrah kehidupan yang
kita inginkan adalah kebahagiaan di dunia sampai ke akhirat. Kalau kita mampu
terus berusaha menjaga pikiran positif di dunia, Insya Allah cara berpikir ini
akan membantu kita memperoleh kehidupan yang baik pula di akhirat, karena
antara dunia dan akhirat mempunyai korelasi yang kuat.
- Kesimpulan
Kita adalah apa yang yang kita pikirkan tentang diri
kita. kehidupan hanya memberikan pilihan. Kitalah penguasa akan pikiran kita.
keinginan kita adalah menjadi manusia yang bahagia, ceria, sehat dan bernilai
positif dalam hidup ini. Mulailah dan berusahalah untuk selalu berpikir
positif.
Daftar pustaka
Browne, Mary T. 2002. 5 Aturan
Pikiran: Bagaimana Menggunakan Kekuatan Pikiran Untuk Meraih Apa Yang Kita
Inginkan. Jakarta: Gramedia.
Buzan, Tony. 2007. Mind Map.
Jakarta: Gramedia.
Dunmont, Theron Q. 2009. The Power of
Concentration: 20 Rahasia Kekuatan Konsentrasi. Yogyakarta: Rumpun.
Sentanu, Erbe. 2008. Quantum Ikhlas:
Teknologi Aktivasi Kekuatan Hati. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Yusuf, Nanang Qosim. 2009. The 7
Awareness: 7 Kesadaran Hati Dan Jiwa Menuju Manusia Di Atas Rata-Rata. Jakarta: Gramedia.
Belum ada tanggapan untuk "Kita Adalah Apa Yang Kita Pikirkan Oleh: Zulkhaidir, M.A"
Posting Komentar