Penyakit jantung sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang cukup penting, baik di negara maju maupun negara berkembang, seperti di indonesia merupakan penyebab kematian nomor satu.
Walaupun telah banyak kemajuan dalam penatalaksanaan dan dan terapi namun tetap saja penyebab angka kematian terbesar adalah akibat penyakit jantung koroner yang sering disebut dengan istilah ‘the silence killer’
Mengingat banyaknya jumlah penderita coronary artery desease dan kerugian yang ditimbulkan, maka dikembangkanlah suatu metode preventif dengan berbasis tehnologi informasi yang dapat mendeteksi secara dini yang disebut Tes Toleransi Latihan atau treadmill test. Metode ini dikembangkan dengan merekam aktivitas kelistrikan jantung selama latihan fisik yang berdampak terhadap peningkatan kebutuhan oksigen pada jantung.
Pada pelaksanaan tes dinding dada dibersihkan untuk menghilangkan kotoran dan lemak juga bila perlu bulu-bulu dada dicukur dan diberikan jelly khusus untuk mempercepat tranmisi dari electrode ke jaringan tubuh. Electrode dihubungkan oleh kabel dengan electrocardiograph monitor ( EKG/ECG ) , dan dapat pula menggunakan telemetry.
Telemetry adalah "satu alat penangkap data yang portable, yang menggunakan sistem transmisi gelombang suara dan tanpa kabel". Atau ada juga yang menyebutnya "ilmu dan tehnologi yang menggunakan instrument pengukuran data menggunakan gelombang suara, dengan tanpa kabel, radio, remote.
Hal – hal yang harus diperhatikan selama pelaksanaan stres tes adalah : tekanan darah, heart rate, irama jantung, pernafasan, perubahan EKG, ketidak nyamanan pada dada, karena bila keadaan tersebut dibiarkan akan dapat menyebabkan infark jantung yang selanjutnya sangat membahayakan pasien.
Tes toleransi latihan atau stress tes baik monitor langsung dengan menggunakan bakel maupun dengan telemetry merupakan alat canggih kesehatan berbasis tehnologi informasi yang sangat berguna untuk mendeteksi kelainan jantung.
Tentu saja aplikasi tressing tes ini sangat ditunjang dengan kemampuan sumber daya manusia yang handal baik dokter maupun perawat dalam membaca ECG (elektocardiogram), namun saat ini telemetry yang ada telah didesain sedemikian rupa terkoneksi dengan program komputer yang langsung menganalisa patologi kelainan jantung pasien.
Implikasi keperawatan merupakan hal yang sangat menunjang keberhasilan dan kelancaran pelaksanaan test, disini perawat dituntut tidak hanya dalam komunikasi terapeutik dalam hal menyampaikan informasi sehubungan dengan pelaksanaan test tetapi juga perawat dituntut untuk dapat menganalisa hasil dari perekaman ECG sehingga dapat segera berkolaborasi dengan dokter untuk mengambil suatu tindakan bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
E. Kesimpulan
Tes toleransi latihan atau stressing test merupakan alat canggih kesehatan berbasis tehnologi informasi terutama pada aplikasi telemetry
Perawat dituntut tidak hanya dalam komunikasi terapeutik dalma hal menyampaikan informasi sehubungan dengan pelaksanaan test tetapi juga perawat dituntut untuk dapat menganalisa hasil dari perekaman ECG
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "PEMAHAMAN TENTANG PENYAKIT JANTUNG "
Posting Komentar