Kecendrungan Perawatan Luka Saat ini
Pada tatanan pelayanan keperawatan, khususnya dalam
perawatan luka, banyak diteliti metode – metode penyembuhan luka, baik
penyembuhan secara medis, maupun secara komplementer dengan menggunakan media yang ada di alam
untuk mempercepat penyembuhan luka. Semua hasil penelitian memiliki
evidence based yang cukup kuat dan bisa dibuktikan. Namun pada prinsipnya,
secara keilmuan seorang perawat professional harus mengetahui bagaimana proses
penyembuhan luka secara alami, kenapa terjadi luka, proses apa yang terjadi
pada luka, berapa lama luka akan sembuh dan kenapa luka tersebut bisa sembuh
dengan meninggalkan jaringan parut atau bahkan sembuh tanpa meninggalkan
jaringan parut. Hal ini akan mempengaruhi persepsi dan kemampuan perawat dalam
melaksanakan perawatan luka, semakin mengerti proses yang terjadi pada luka,
kualitas seorang perawat akan semakin baik dalam melakukan perawatan luka dan
outcomenya juga akan baik, kepuasan pasien meningkat.
Perawatan luka dewasa ini, cenderung
menggunakan metode balutan kasa ”wet-to-dry”, digunakan khusus untuk debridemen
pada dasar luka, normal salin digunakan untuk melembabkan kasa, kemudian
dibalut dengan kasa kering. Ketika kasa lembab menjadi kering, akan menekan
permukaan jaringan, yang berarti segera harus diganti dengan balutan kering
berikutnya. Hal ini mengakibatkan tidak hanya pertumbuhan jaringan sehat yang
terganggu, tetapi juga menimbulkan rasa nyeri yang berlebihan, metode wet to
dry dianggap sebagai metode debridemen mekanik dan diindikasikan bila ada
sejumlah jaringan nekrotik pada luka.
Dari metode perawatan luka saat ini,
banyak prinsip-prinsip yang terlupakan atau tidak menjadi pertimbangan bagi
perawat dalam merawat luka, seperti proses fisiologis pertumbuhan jaringan
luka, bagaimana mengoptimalkan perbaikan jaringan, meningkatkan aliran darah ke
permukaan luka, bagaimana cara balutan ideal, jenis balutan yang dipakai tanpa
merusak jaringan yang sehat, tidak menimbulkan nyeri/trauma baru serta
bagaimana agar dapat mempercepat proses penyembuhan luka hingga dapat menekan
biaya perawatan. Karena itulah perlu dilakukan metode perawatan luka yang telah
mempertimbangkan berbagai aspek tersebut demi mencapai perawatan luka yang
efektif, proses penyembuhan yang cepat, outcome yang berkualitas dan biaya yang
lebih murah.
3.2 “Moist
Wound Healing”
Definisi
Moist Wound Healing adalah mempertahankan isolasi
lingkungan luka yang tetap lembab dengan menggunakan balutan
penahan-kelembaban, oklusive dan semi oklusive. Penanganan luka ini saat ini
digemari terutama untuk luka kronik, seperti ”venous leg ulcers, pressure
ulcers, dan diabetic foot ulcers”.
Dan metode moist wound healing adalah metode untuk
mempertahankan kelembaban luka dengan menggunakan balutan penahan kelembaban,
sehingga penyembuhan luka dan pertumbuhan jaringan dapat terjadi secara alami.
Substansi biokimia pada cairan luka
kronik berbeda dengan luka akut. Produksi cairan kopious pada luka kronik
menekan penyembuhan luka dan dapat menyebabkan maserasi pada pinggir luka.
Cairan pada luka kronik ini juga menghancurkan matrik protein ekstraselular dan
faktor-faktor pertumbuhan, menimbulkan inflamasi yang lama, menekan proliferasi
sel, dan membunuh matrik jaringan. Dengan demikian, untuk mengefektifkan
perawatan pada dasar luka, harus mengutamakan penanganan cairan yang keluar
dari permukaan luka untuk mencegah aktifitas dari biokimiawi yang bersifat
negatif/merugikan.
Tujuan Moist Wound Healing
Sesuai dengan pengertiannya, Moist Wound Healing
bertujuan untuk mempertahankan isolasi lingkungan luka yang tetap lembab dengan
menggunakan balutan penahan-kelembaban, oklusive dan semi oklusive, dengan mempertahankan
luka tetap lembab dan dilindungi selama proses penyembuhan dapat mempercepat penyembuhan
45 % dan mengurangi komplikasi infeksi dan pertumbuhan jaringan parut residual.
Mempertahankan kelembaban luka dan balutan yang baik
Bertambahnya produksi eksudat adalah
bagian dari fase inflamasi yang normal pada proses penyembuhan luka. Peningkatan
permeabilitas kapiler pembuluh darah, menyebabkan cairan yang kaya akan protein
masuk ke rongga interstitial. Hal ini meningkatkan produksi dari cairan yang
memfasilitasi pembersihan luka dari permukaan luka dan mempertahankan
kelembaban lingkungan lokal yang maksimal untuk memaksimalkan penyembuhan.
Keseimbangan kelembaban pada permukaan
balutan luka adalah faktor kunci dalam mengoptimalkan perbaikan jaringan;
mengeliminasi eksudat dari luka yang berlebihan pada luka kronik yang merupakan
bagian penting untuk permukaan luka.
Keuntungan dari permukaan luka yang lembab
- Mengurangi pembentukan jaringan parut
- Meningkatkan produksi faktor pertumbuhan
- Mengaktivasi protease permukaan luka untuk
mengangkat jaringan devitalisasi/yang mati
- Menambah pertahanan immun permukaan luka
- Meningkatkan kecepatan angiogenesis dan
proliferasi fibroblast
- Meningkatkan proliferasi dan migrasi dari
sel-sel epitel disekitar lapisan air yang tipis
- Mengurangi biaya. Biaya pembelian balutan oklusif
lebih mahal dari balutan kasa konvensional, tetapi dengan mengurangi
frekuensi penggantian balutan dan meningkatkan kecepatan penyembuhan dapat
menghemat biaya yang dibutuhkan.
Perbandingan permukaan luka yang
lembab dengan luka yang terbuka
- Kelembaban meningkatkan epitelisasi 30-50%
- Kelembaban meningkatkan sintesa kolagen
sebanyak 50 %
- Rata-rata re-epitelisasi dengan kelembaban
2-5 kali lebih cepat
- Mengurangi kehilangan cairan dari atas
permukaan luka
Karakteristik penyembuhan luka
dengan prinsip moist:
- Memfasilitasi pertumbuhan sel-sel epitel pada
permukaan luka
- Mengurangi pada inflamasi permukaan luka
Tanpa lapisan yang lembab/kering:
- Pergerakan pertumbuhan epitelial sebagai
debridement enzym membentuk eskar/parut
- Menambah inflamasi pada luka (eksudat)
Nyeri
Nyeri adalah komplikasi dari
perawatan luka. Mengganti balutan yang kering pada luka menyebabkan rasa nyeri
yang lebih hebat/berat dari pada dengan balutan yang lembab.
Hipergranulasi
Beberapa penelitian kini menemukan
indikasi berkurangnya inflamasi dan jaringan granulasi pada luka akut dengan
menggunakan prinsip moist.
Belum ada tanggapan untuk "TREND DAN ISU PERAWATAN LUKA"
Posting Komentar