Ulkus peptikum adalah suatu keadaan adanya borok pada esophagus, lambung, atau duodenum. Insidensi ulkus peptikum pada kehamilan jarang dan ± 90% kasus ulkus peptikum yang terjadi selama hamil adalah penyakit ulkus peptikum kronik yang mengalami eksaserbasi. Keadaan ini disebabkan oleh adanya peningkatan skresi asam lambung dan pepsin dan dijumpai adanya bakteri helikobakter pilori.
Diagnosis :
Gejala dan tanda klinik
- Nyeri epigastrik yang dapat hilang dengan makanan ringan, antasida dan keluhan diperberat dengan minuman yang mengandung alcohol, kopi atau aspirin.
- Hematemesis dan melena dapat terjadi
- Nyeri tekan pada daerah epigastrik
Penunjang laboratorium
- anemia
- deteksi adanya helikobakterpilori
endoskopi bila terjadi hematemesis kronik dan berat.
Faktor Penyebab
Sampai akhir abad ke-20 merokok, tipe golongan darah, konsumsi rempah-rempah, dan factor-faktor lain diduga sebagai penyebab ulkus, sebernarnya hanya memegang peranan yang relative kecil dalam perkembangan terjadinya ulkus peptikum. Factor penyebab yang utama (60% ulkus gaster dan 90% ulkus duodenum). penyebab utama yang lain adalah pengunaan NSAIDs.
Penanganan
Diet
- Jauhi makanan yang merangsang lambung
- Pola makan yang teratur
Pemberian bismuth pepto bismol (525 mg) 4 x /hari + metronidazol 250 gm 3 x/hari selama 2 minggu.
Antasida
H2 antagonis
- Ranitidine 150 mg 2 x/hari
- Klimetidin 400 mg 2 x/hari
- Famotidin 20 mg 2 x/hari
hati-hati diberikan pada trimester I kehamilan
Antikolinergik
Sedatif
1. Inflammatory Bowel Disease 8,9
istilah inflammatory bowel disease (IBD) menggambarkan penyakit Chorn dan kolitis ulserativa. Penyakit chorn adalah suatu penyakit kronik yang mengakibatkanusus besar. Colitis ulserativa juga penyakit kronik yang mengakibatkan kolon dan rectum. Gejala klinik penyakit chorn adalah nyeri abdominal, diare, dan mungkin tedapat anemia dan penurunan berat badan, melena, fistula, atau sepsis perianal. Sementara itu, gejala klinik colitis ulserativa sering dijumpai diare dan aliran mulkus dan darah pada rectum.
Resiko Maternal
Perempuan yang telah menjalani eleostoni atau kolostomi biasanya dapat hamil dengan baik. Komplikasi yang dapat terjadi berupa melabsorbsi lemak, fat-soluble vitamin, vitamin B12, Air, dan keseimbangan elektrolit. Metode persalinan tidak dipengarugi olehIBD. Walaupun demikian, seksio sasarea dapat dipertimbangkan pada perempuan hamil dengan gangguan kontinens anal yang pernah mengalami pembedahan perineal akstensif.
Resiko Fetal
Penyakit IBD yang aktif pada masa konsepsi sering menimbulkan keguguran dan flares selama kehamilan yang menyebabkan berat badan lahir rendah dan prematuritas.
Manajemen
Eksaserbasi akut IBD dapat diterapi dengan 5-aminosalisis (5-ASA_ dan kortikosteroid yang diberikan secara rectal kemudian dilanjutkan per oral jika terapi local tidak adekuat. Loperamid dapat digunakan untuk mengatasi diare. Metronidazol digunakan untuk mengatsi penyakit anal dan fistul. Perempuan hamil dengan IBD disarankan untuk meningkatkan asupan asam folat dosis tinggi ( 5 mg per hari).
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "Ulkus Peptikum 6-7 "
Posting Komentar