Tumor Nonsekresi
Tumor nonsekresi pada
kelenjar pituitari sering lebih besar daripada tumor sekresi dalam menyebabkan
headache, visual disturbance, dan peningkatan TIK. Tumor yang paling umum dari
kategori ini adalah craniofaringioma dan adenoma cromophobe. craniofaringioma
dapat berkembang sebagai massa cystic atau solid dan dapat terjadi pada semua
umur tetapi lebih sering terjadi pada anak-anak.
Ayan pitutari adalah
kondisi mengancam jiwa yang disebabkan karena perubahan tiba-tiba pada
neoplasma pitutari. Perdarahan spontan atau infark pada tumor ditunjukkan dengan headache tiba-tiba, hilang kesadran,
deficit saraf cranialis, tanda-tanda meningeal. Harus dibedakan antara ruptur
aneurysm, sebagai kekurangan pitutari dan kematian dapat terjadi sewaktu-waktu
pada ayan pituitari. Terapi termasuk pemberian steroid cepat dan pembedahan
untuk dekompresi dari ciasma optik dan saraf.
Management Anestesi
Perawatan Pre Anestesi
Dari segi anatomi dan
endokrinologi penyakit hipotalamic-pitutari harus diperkirakan.
Jika endokrin dinilai mengindikasikan kebutuhan untuk
terapi pengganti, hal ini seharusnya dimulai 2 minggu sebelum pembedahan.
Prosedur pembedahan biasanya melibatkan pemindahan atau manipulasi pada
pitutari anterior. Untuk alasan ini, pasien harus mendapatkan steroid untuk
menyediakan kadar glukokortikoid selama periode perioperatif.
Teknik Anestesi
Premedikasi harus tepat
untuk mengurangi anxiety tanpa menyebabkan sedasi yang tidak biasa. Diazepam (5
– 10 mg oral) pada pagi sebelum pembedahan sering digunakan tanpa adanya
masalah pada pasien yang obtunded. Juga penting menyiapkan pasien untuk post
operasinya, ketika pasien sudah sadar dengan peralatan di nasal dan diperlukan
untuk bernapas melalui mulut dan mengikuti perintah.
Pseudotumor
Cerebri
Sindroma kenaikan
tekanan intracranial pada keadaan dimana tidak ditemukan massa atau secara
jelas , dapat dengan segera diidentifikasi sebabnya ( seperti pada luka baru
atau infeksi) telah dikenali sejak akhir abad ke 19 .laporan Quinkes pad 1897
yang mendiskusikan tentang “serious
meningitis”mungkin adalah referensi
paling awal(53) dan warington pada 1914 mungkin yang pertama menggunakan terminology
Pseudotumor cerebri(54). Dan itu yang
kemudian dapat diterima dengan baik
secara klinis sebagai sesuatu yang sungguh-sungguh ada meskipun kebingungan mengenai etiologi dan
menegeman yang benar masih tetap ada .
Pseudotumor
dapat muncul pada anak kecil sebagaimana
muncul pada dewasa, dan bentukan
infantile mungkin juga ada…
Pertimbangan Klinis
Yang tampak secara
klinis adlah kenaikan tekanan intracranial dengan disertai pusing, gangguan
penglihatan termasuk diplopia dan kebutaan, muntah, pening, telinga berdenging,
parestesi yang ganjil, dan kadang-kadang gangguan penglihatan. Pada orang
dewasa , gangguan itu secara primer terjadi pada wanita terutama pada tipe
wanita muda dengan kegemukan , hal ini sudah dikenal luas tapi tidak
menunjukkan gambaran klinis yang istimewa. Pada anak-anak perbedaan distribusi
berdasarkan jenis kelamin ataupun bentuk tubuh tidak didapatkan. Secara fisik
yang ditemukan pada kedua populasi di atas adalah papil edema, lapangan pandang
dan tajam penglihatan yang tidak normal , oculomotor palsies dan tanda
neurologic lain yang jarang ditemukan. Tanda dan gejala yang Nampak secara umum dan juga
distribusi populasi terdapat pada table 10.3, 10.4 dan 10.5 dan ditunjukkan
oleh diagram 10.4 dan 10.5.
Perubahan
patofisiologi belum bisa dmengerti dengan pasti. Tahun 1956 Sahs dan Joynt
mendemonstrasikan hasil biopsy pada pasien tersebut(57). Yang terbaru , Moser
dan kawan-kawan secara hati-hati meneliti gambaran MR dan menunjukkan
peningkatan kandungan air pada White
Mater.
Banyak
sekali kondisi yang dihubungkan dengan pseudotumor (lihat table 10.6)>
selanjutnya selalu saja ada kondisi lain yang ditambahkan pada daftar. Namun
demikian tidak ada satupun penyakit yang pernah menunjukkan posisi yang
signifikan secara statistic. Perbeaan paling penting yang harus dibuat adalah mendiagnosa para pasien yang secara
nyata menderita Low grade neoplasma. Dandy ( 59) meramalkan pada 50 tahun yang lalu bahwa
nantinya peningkatan CBV akan secara mengejutkan memegang peranan yang penting.
Beberapa bukti terbatas mendukung pernyataan tersebut (60,61). Bagaimanapun ,
Hemodinamik cerebral dan metabolism telah menunjukkan batasan normal(61).
Hammer(62)
menunjukkan bukti tentang meningkatnya level cairan cerebrospinal dari
vasopressin pada pasien dengan pseudotumor
Terbaru,
teori yang menarik dan melebihi teori sebelumnya dan dikemukakan
oleh Johnston dan Paterson (63,64). Mereka beralasan bahwa sindrom berkurangnya CSF terjadi sebagai akibat dari peningkatan
tekanan pada sinus sagittal atau
berkurangnya tekanan CSF subarachnoid. Mereka mereka menggambarkan teorinya
dalam rumus :
Fcsf=Pcsf-Pss
Dimana Fcsf menggambarkan aliran CSF melalui vili
arachnoid, Pcsf adalh tekanan di arachnoid space ,Pss adalah tekanan vena di
sinus sagital dan Rav adalah hambtan melalui vili arachnoid. Seperti yang bisa
dilihat , kondisi yang menurunkan tekanan CSF
subarachnoid (ketidakseimbangan
hormonal), kondisi yang meningkatkan tekanan di sinus sagital ( otitis,
thrombosis, trauma) dan kondisi yang meningkatkan hambtan melalui membrane arachnoid ( intoksikasi vitamin A,
menelan tetrasiklin dan mungkin withdrowel karena steroid), semuanya bisa
berperan pada pseudotumor berdasarkan
persamaan di atas. Penulis lain menggunakan bukti seperti penelitian tentang
transport RISA intra tecal(65) dan Penelitian
CSF dinamik untuk mendukung anggapan tersebut.Argumen sering dibuat berlawanan
dengan kesulitan resorbsi CSF adalah pasien tidak berkembang menjadi
ventriculomegali. Johston dan Paterson beralasan bahwa pada populasi muda ,
ruang subarachnoid bisa meluas untuk mengakomodasi cairan tambahan. Lebih jauh
, pengarang beralasan bahwa efek dari
tekanan pada vena cortical dan subependymal vena mungkin berbeda pada pasien tersebut. Hal ini,
kemudian, menyebabkan redistribusi
cairan dan tekanan sehingga mengurangi
ventrikulomegali. Hal ini diterima secara luas, apalagi terdapat juga elemen
dari cairan interstitial.
Managemen
Yang lebih penting
dari persoalan tersebut tentu saja
adalah pertanyaan mengenai bagaimana terapinya. Hal itu secara luas telah
dipikirkan bahwa kondisi tersebut self limiting dan terapi harus diberikan secra langsung
untuk mengurangi gejala selama masa eksaserbasi. Ada beberapa orang yang
beranggapan bahwa semua pasien bisa diobati secara konservatif dengan
menggunakan diuretic(67,68). Mereka menjadi bagian minoritas dalam hal ini.
Nama jinak intracranial hypertension yang diperkenalkan oleh Foley pada tahun
1955 secara nyata telah menjadi suatu pertanyaan(67.68). Laporan dari klinil
Mayo pada tahun1980 menunjukkan bahwa 11% dari pasien menderita visual loss
yang signifikan(69). Data ini, diantara yang lainnya , membisikkan Hoffman
untuk berpendapat agar lebih agresif
dalam melakukan pendekatan bedah,berdasarkan fakta bahwa kehilangan penglihatan
bisa terjadi secara permanen, , bisa
dihindari dan sekarang ini tidak ada predictor sebagaiman pada pasien
yang akan mengalamikeuntungan dari menegemen konservatif dan mereka yang
menerima segera, vision saving surgery(70)
Batasan
modalitas terapi yangbisa dan secara umum digunakan diringkas pada tabel10.7,
Berlawanan dengan penelitian Mayo klinik. Steroid dan diuretic menjadi
modalitas awal yang digunakan. Diikuti dengan pungsi lumbal secara serial.
Lumboperitoneal shunting adalah jenis
pendekatan bedah yang paling sering dipakai. Dekompresi bitemporal yang
diperkenalkan oleh Frazier(71) dan digunakan dengan lebih luas oleh Dandy(59),
tampaknya menjadi terapi yang efektif tapi jarang digunakan. Tantangan yang
dihadapi oleh klinisi termasuk mendefinisi etiologi dan patofisiologi, lebih
penting lagi mengembangkan indicator yang sensitive untuk mengukur pasien
mana yang akan berespon terhadap
pengobatan konservatif dan dalam kasus ini teknik Hoffman yang agresif bisa
mencegah kehilangan penglihatan permanen
. Perhatian anestesi tergantung oleh penyakit yang mendasari dan adanya tekanan
intrakranial.
Belum ada tanggapan untuk "Apa Itu Tumor Nonsekresi"
Posting Komentar