1. Kanker Testis
Kanker Testis adalah pertumbuhan sel-sel ganas di dalam testis (buah zakar), yang bisa menyebabkan testis membesar atau menyebabkan adanya benjolan di dalam skrotum (kantung zakar).
Ø Gejala Kanker Testis
- Testis membesar atau teraba aneh (tidak seperti biasanya)
- Terdapat benjolan atau pembengkakan pada salah satu atau kedua testis
- Nyeri tumpul di punggung atau perut bagian bawah
- Rasa tidak nyaman/nyeri di testis atau skrotum terasa berat
- Tetapi mungkin juga tidak ditemukan gejala sama sekali
Ø Pengobatan
Setelah kanker ditemukan, langkah pertama yang dilakukan adalah menentukan jenis sel kankernya, selanjutnya ditentukan stadiumnya:
· Stadium I: kanker belum menyebar ke luar testis
· Stadium II: kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening di perut
· Stadium III: kanker telah menyebar ke luar kelenjar getah bening, bisa sampai di hati atau paru-paru
Ada 4 macam pengobatan yang bisa digunakan:
· Pembedahan: pengangkatan testis (orkiektomi dan pengangkatan kelenjar getah bening (limfadenektomi).
· Terapi penyinaran: menggunakan sinar X dosis tinggi atau sinar energy tinggi lainnya, seringkali dilakukan setelah limfadenektomi pada tumor non-seminoma. Juga digunakan sebagai pengobatan utama pada seminoma, terutama pada stadium awal.
· Kemoterapi: digunakan obat-obatan (misalnya cisplastin, bleomycin dan etoposid) untuk membunuh sel-sel kanker. Kemoterapi telah meningkatkan angka harapan hidup penderita tumor non-seminoma.
· Pencangkokan sumsum tulang: dilakukan jika kemoterapi telah menyebabkan kerusakan pada sumsum tulang penderita.
2. Kanker Penis
Kanker Penis adalah kanker yang sangat ganas pada alat reproduksi pria, dan kalau tidak segera ditangani bisa memicu kanker pada organ tubuh yng lain dan dapat menyebabkan amputasi pada penis.
Ø Gejala Kanker Penis
- Luka pada penis
- Luka terbuka pada penis
- Nyeri penis dan pendarahan dari penis (pada stadium lanjut)
Ø Pengobatan
· Kemoterapi
Kemoterapi bisa dilakukan sebagai tambahan terhadap pengangkatan tumor.
· Pembedahan
Jika tumornya trbatas pada daerah kecil di ujung penis, dilakukan penektomi parsial (pengangkatan sebagian kecil penis). Untuk stadium lanjut dilakukan penektomi total disertai uretrostomi (pembuatan lubang uretra yang baru di daerah perineum).
· Terapi penyinaran
Terapi penyinaran dilakukan setelah pengangkatan tumor yang telokalisir dan tumor yang belum menyebar. Efek samping dari terapi penyinaran adlah nafsu makan berkurang, lelah, reaksi kulit (misalnya iritasi dan kemerahan), cedera atau luka bakar pada rectum, infeksi saluran kemih (sistitis) dan kehadiran sel-sel darah merah pada urin. Penyinaran biasanya dilakukan sebanyak 5 kali/minggu selama 6-8 minggu.
3. Kanker Prostat
Kanker prostat adalah satu tumor ganasng tumbuh di dalam kelenjar prostat.
Ø Gejala Kanker Prostat
Biasanya kanker prostat berkembang secara perlahan dan tidak menimbulkan gejala sampai pada kanker mencapai stadium lanjut. Gejala awal yang mungkin dapat terjadi adalah berupa kesulitan dalam berkemih dan sering berkemih, air kemih berwarna merah (mengandung darah) atau tersendatnya air kemih secara mendadak.
Dalam beberapa kasus, kanker prostat menyebabkan gagal ginjal, dan juga setelah kanker menyebab penderita dapat mengalami anemia. Kanker prostat juga bisa menyebar ke otak dan menyebabkan kejang serta gejala mental atau neurologis lainnya. Selain itu, di bawah ini beberapa gejala yang dapat timbul akibat kanker prostat:
· Segera setelah berkemih, biasanya air kemih masih menetes-netes;
· Nyeri ketika berkemih;
· Nyeri ketika ejakulasi;
· Nyeri punggung bagian bawah;
· Nyeri ketika buang air besar;
· Nokturia (berkemih pada malam hari);
· Inkontinensia uri (beser);
· Nyeri tulang atau tulang nyeri jika ditekan;
· Hematuria (darah dalam air kemih);
· Nyeri perut;
· Penurunan berat badan.
Ø Pengobatan
Pengobatan pada kanker prostat bervariasi, bergantung pada stadium atau tingkat keparahannya:
· Pada stadium awal kanker prostat dapat ditangani dengan prostatektomi (pengangkatan prostat) dan terapi penyinaran.
· Jika kanker telah menyebar, bisa dilakukan manipulasi hormonal (mengurangi kadar testoteron melalui obat-obatan maupun pengangkatan testis) atau kemoterapi.
a. Pembedahan
1. Prostatektomi radikal (pengangkatan kelenjar prostat). Seringkali dilakukan pada kanker stadium A dan B. prosedurnya lama dan biasanya dilakukan di bawah pembiusan total maupun spinal. Sebuah sayatan dibuat di perut maupun daerah perineum dan penderita harus menjalani perawatan rumah sakit selama 5-7 hari. Komplikasi yang mungkin terjadi adalah impotensia dan inkontinensia uri. Pada penderita yang kehidupan seksualnya masih aktif, bisa dilakukan potency-sparing radical prostatectomy.
2. Orkiektomi (pengangkatan testis). Pengangkatan kedua testis menyebabkan berkurangnya kadar testosterone, terapi prosedur ini menimbulkan efek fisik dan psikis yang tidak dapat ditolerir oleh penderita. Orkiektomi adalah pengobatan yang efektif, tidak memerlukan pengobatan ulang, lebih murah dibandingkan dengan obat-obatan dan sesudah menjalani orkiektomi penderita tidak perlu menjalani perawatan rumah sakit. Orkiektomi biasanya dilakukan pada kanker yang telah menyebar.
b. Terapi Penyinaran
Terapi penyinaran terutama digunakan untuk mengobati kanker prostat stadium A, B dan C. Terapi penyinaran dilakukan jika pembedahan beresiko terlalu tinggi. Di bawah ini beberapa cara terapi penyinaran:
1. Terapi penyinaran eksterna, dialkukan di rumah sakit tanpa perlu menjalani rawat inap. Efek sampingnya berupa penurunan nafsu makan, kelelahan, reaksi kulit (kemerahan dan iritasi), cedera atau luka bakar pada rectum, diare, sistitis (infeksi kandung kemih) dan hematuria. Terapi penyinaran eksterna biasanya dilakukan sebanyak 5 kali/minggu selama 6-8 minggu.
2. Pencangkokan butiran yodium, emas atau iridium radioaktif langsung pada jaringan prostat melalui sayatan kecil. Keuntungan dari bentuk terapi penyinaran ini adalah bahwa radiasi langsung diarahkan kepada prostat dengan kerusakan jaringan di sekitarnya yang lebih sedikit.
c. Obat-obatan
Obat diberikan berupa obat sintesis dalam bentuk suntikan, diberikan setiap 3 bulan sekali. Efek sampingnya adalah mual dan muntah, wajah kemerahan, anemia, osteoporosis dan impotensi. Obat lainnya yang sering digunakan adalah zat penghambat androgen (misalnya flutamid), yang berfungsi mencegah menempelnya testosterone pada sel-sel prostat. Efek sampingnya adalah impotensi, gangguan hati, diare dan ginekomastia (pembesaran payudara).
Kemoterapi seringkali digunakan untuk mengatasi gejala kanker prostat yang kebal terhadap pengobatan hormonal. Biasanya diberikan obat tunggal atau kombinasi beberapa obat untuk menghancurkan sel-sel kanker. Obat-obatan yang bisa digunakan untuk mengobati kanker adalah:
- Mitoxantron
- Prednisone
- Paclitaxel
- Dosetaxel
- Estramustin
- Adriamycin
Efek sampingnya bervariasi dan bergantung kepada obat yang diberikan.
d. Pemantauan
Langkah-langkah pemantauan yang dilakukan mencakup tahap di bawah ini:
· Pemeriksaan darah untuk mengetahui kadar PSA (biasanya setiap 3 bulan – 1 tahun).
· Skening atau CT scan tulang untuk mengetahui penyebaran kanker.
· Pemeriksaan darah lengkap untuk memantau tanda-tanda dan gejala anemia.
· Pemantauan dan gejala anemia lainnya yang menunjukkan perkembangan penyakit (misalnya kelelahan, penurunan berat badan, nyeri yang semakin hebat, penurunan fungsi usus dan kandung kemih serta kelemahan).
Belum ada tanggapan untuk "KANKER PADA PRIA"
Posting Komentar