Sebelum dilakukan pemeriksaan fisik, harus sudah dapat dipastikan kira-kira organ mana yang mkengalami kelainan berdasarkan hasil pemeriksaan anamnesa ( history).Pemeriksaan fisik ditujukan untuk mempertegas dan meyakinkan organ tersebut yang mengfalami kelainan. Pemeriksa sebaiknya menggunakan satu jari tangan untuk menunjukkan rasa nyeri tersebut.Disamping itu pemeriksaan vital sign harus dipantau dan dipertahan kan tretap stabil.Kondisi pasien nyang menunjukkan tanda syok, hipotermi, takipnea, takikardia dan kemungkinan hipotensi , menunjukkan adanya masalah intra abdomen dan memerlukan tindakan pembedahan berupa laparatomi.
Didal am memulai pemeriksaan fisik, seorang ahli bedah menempatkan pasien dalam posisi supinasi, melakukan pemeriksaan inspeksi,auskultasi,palpasi dan perkusi diseluruh daerah abdomen.Dilanjutkan pemeriksaan didaerah flank, inguinal dan pemeriksaan genetalia maupun rektal.
Langkah awal,pemeriksaan pada daerah abdomen adalah melakukan inspeksi yang berhati-hati pada dinding anterior maupun bagian posterior dari abdomnen, flank,perineum dan genetalia untuk mencari kemungkinan kelainan-kelainan seperti tanda bekas tindakan operasi (scars), kemungkinan adhesi, hernia(jenis inkarserata atau strangulasi), Distensi kemungkinan adanya obstruksi, mencari massa dengan menemukan distensi pada gall blader, abses atau tumor.Ekimosis atau abrasi oleh karena tumor, tanda-tanda peningkatan intraabdominal ( eversi umbilikus), adanya aneurisma dan tanda peritonitis .
Langkah selanjutnya adalah melakukan auskultasi, bila dalam evaluasi ditemukan bisisng usus negatif,menunjukkan suatu ileus paralitik, bila hiperaktif atau hipoaktif sering merupakan suatu kondisi normal, dan apabila didapatkan bisisng usus berupa metalik sound merupakan indikasi obstruksi mecanical.
Langkah ketiga yaitu pemeriksaan perkusi, ditemukannya daerah “dullnes” adanya cairan bebas, atau udara bebas dibawah dinding abdomen.Timpany menunjukkan gambaran obstruksi atau perforasi usus.
Langkah terakhir adalah palpasi, harus dilakukan secara “gently”.Dimulai dari area yang paling jauh dari regio nyeri yang dikeluhkan oleh pasien.Tanda-tanda seperti Rovsing sign (sesuai dengan akut appendisitis), Murphy sign untuk akut kholecystitis.Begitu juga dengan ditemukannya Kehr sign(diafragma iritasi).
Pemeriksaan yang tidak kalah pentingnya pada abdomen akut adalah rectal examination,untuk menilai tonus sfingter ani, nyeri tekanterlokalisir, adanya hemoroid,massa dan darah.
PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Pemeriksaan rutin berupa,darah lengkap, kimia darah dan pemeriksaan urin sebaiknya dikerjakan.Terjadi peningkatan sel darah putih adalah indikasi proses inflamasi dengan ditemukannya pergeseran hitung jenis ke kiri.Begitu juga bila leukosist menurun menandakan adanya infeksi virus, gastroenteritis .
Serum elektrolit, Blood Urea Nitrogen dan kreatinin dipergunakanuntuk mengevaluasi kehilangan cairan .Gula darah dan kimia darah sangat membantu dan test fungsi hepar sepertii serum bilirubin, alkali fosfatase dan transaminase merupakan pemeriksaan untuk menilai adanya kelainan hepatobilier.Kecurigaan adanya pankreatitis diperiksa dengan amilase dan kadar lipase.Namun perlu diingat bahwa bisa terjadi penurunan atau normal kadar amilase pada pasien dengan pankreatitis, dan mungki98n justru meningkat pada pasien dengan kondisi lain seperti obstruksi intestinal, trombosis mesenterium, dan ulkus perforasi.
PEMERIKSAAN RADIOLOGI
Pada pasien dengan abdomen akut ,pemeriksaan radiologi dengan foto polos abdomen, dalam posisi supinasi dan posisi berdiri serta thoraks foto. Tetapi apabila pasien tidak dapat berdiri dilakukan pemeriksaan Left Lateral Decubitus.
Evaluasi terhadap hasil foto harus tetap didasari atau dikonfirmasi dengan anamnesis, pemeriksaan fisik dan laboratorium yang didapat sebelumnya.Bila ditemukan adanya gambaran udara bebas dan dilatasi usus kemungkinan terjadi obstruksi intestinum, bila ada gambaran “ pneumoperitoneum” menunjukkan adanya perforasi, gambaran kalsifikasi bila ditemukan batu pada sistem biliar, ginjal maupun uretra.
Adanya gambaran udara pada vena porta menunjukkan adanya kerusakan dari mesenterium dan lain sebagainya.
DIAGNOSA KERJA
Didalam menegakkan diagnosa kerja, pemeriksaan history ( anamnesa), pemeriksaan fisik, laboratorium dan radiologis serta diferential diagnosa harus menjadi pertimbangan utama.
Dan harus diingat bahwa secara umum pasien dengan abdomen akut mengikuti “ four basic pathways” yaitu :
1.Pasien memerlukan tindakan laparatomy
2.Keyakinan bahwa merupakan kondisi yang memerlukan tindakan pembedahan
3.Kepastian diagnosa
4.Keyakinan tidak memerlukan tindakan pembedahan cukup dengan observasi ( non surgical)
Belum ada tanggapan untuk " PEMERIKSAAN FISIK PADA ORGAN TUBUH"
Posting Komentar