Darah manusia adalah cairan jaringan tubuh. Fungsi utamanya adalah mengangkut oksigen yang diperlukan oleh sel-sel di seluruh tubuh. Darah juga menyuplai jaringan tubuh dengan nutrisi, mengangkut zat-zat sisa metabolisme, dan mengandung berbagai bahan penyusun sistem imun yang bertujuan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit[10].
Merupakan sel yang paling banyak dibandingkan dengan dua sel darah lainnya. Berfungsi membawa oksigen kejaringan tubuh dan membawa karbondioksida dari jaringan tubuh ke paru-paru. Dalam keadaan normal sel darah merah mencapai hampir separuh dari volume darah yaitu sekitar 4-6 juta/mm3, dengan ukuran diameter biasanya antara 6,6-7,5 µm. Sel darah merah tidak memiliki inti sel (nukleus). Sel darah merah mengandung hemoglobin, yang menyebabkan warnanya merah. Dengan bentuk normal berbentuk bikonkaf atau seperti lensa cembung[11]
2.1.2 Anemia
Anemia merupakan keadaan dimana jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada dibawah normal sehingga darah tidak dapat mengangkut oksigen dalam jumlah sesuai yang diperlukan tubuh [7]. Beberapa jenis penyakit anemia :
Anemia defisiensi besi, disebabkan kekurangan zat besi (Fe) untuk sintesa protein dalam darah yang pada akhirnya menyebabkan kadar hemoglobin menurun. Di Indonesia, penyakit ini banyak disebabkan karena investasi cacing tambang, terkadang juga disebabkan malnutrisi dan malabsorbsi. Biasanya penderita anemia defisiensi besi ini memiliki kadar hemoglobin kurang dari 8 gr%, dengan ciri bentuk pensil sel yang banyak ditemukan pada pemeriksaan preparat di atas mikroskopnya.
Anemia Hemolitik, merupakan kondisi dimana masa hidup eritrosit memendek. Masa hidup eritrosit yang normal adalah berkisar antara 80-120 hari. Perpendekan masa hidup eritrosit ini dapat disebabkan oleh faktor intrinsik maupun ekstrinsik. Faktor intrinsik disebabkan adanya kelainan pada eritrosit karena kekurangan bahan pembuat eritrosit ataupun karena ketidaknormalan dari enzim dalam eritrosit. Sementara Faktor ekstrinsik lebih disebabkan oleh bahan kimia atau obat-obatan, bakteri ataupun autoimun yaitu kondisi eritrosit yang diselimuti oleh antibodi yang dihasilkan oleh tubuh sendiri. Jenis anemia ini biasanya ditandai dengan adanya sel eritrosit muda yang cukup banyak dalam darahnya
Anemia Hemoglobinopati/Ovalositosis, terjadi apabila terdapat kelainan pada molekul globin dari hemoglobin yang normal sehingga terbentuk hemoglobin abnormal yang menimbulkan suatu kelainan. Jenis anemia ini ditandai dengan ditemukan banyak eritrosit yang berbentuk oval dalam darahnya
2.2 Citra Digital[4]
Citra sebagai keluaran suatu sistem perekaman data dapat bersifat optik berupa foto, bersifat analog berupa sinyal-sinyal video seperti gambar pada monitor televisi, atau bersifat digital yang dapat langsung disimpan pada suatu pita magnetik. Citra digital merupakan suatu larik dua dimensi atau suatu matriks yang elemen-elemennya menyatakan tingkat keabuan dari elemen gambar. Jadi informasi yang terkandung bersifat diskret. Citra digital tidak selalu merupakan hasil langsung data rekaman suatu sistem.
2.2.1 Pengolahan Citra Digital[3]
Pengolahan citra adalah pemrosesan citra khususnya dengan menggunakan komputer agar mudah diinterpretasi oleh manusia atau mesin, dimana pengolahan citra diterapkan biasanya untuk perbaikan atau modifikasi citra, penggabungan citra dengan citra lainnya, bisa juga digunakan jika suatu citra perlu dikelompokkan, kecocokkan atau diukur dan masih banyak lagi.
2.2.1.1 Pengolahan warna
A. Citra RGB[1]
Sebuah warna didefinisikan dengan jumlah dari intensitas ketiga warna pokok RGB yang diperlukan untuk membentuk suatu warna. Kekuatan intensitas tiap komponen warna dapat berkisar antara 0% sampai 100% dan untuk menampilkan tingkat kekuatan intensitas ketiga warna tersebut maka digunakan satuan bit yang jumlah gabungannya menggambarkan jumlah warna yang ditampilkan pada layar monitor. Kekuatan intensitas 0% untuk ketiga warna RGB berarti ketiadaan suatu warna maupun kecerahan pada suatu piksel sehingga tampak sebagai titik hitam pada monitor, sedangkan bila nilai intensitas RGB penuh 100% maka komponen warna akan saling menetralkan pada suatu piksel sehingga tampak suatu titik putih pada layar monitor.
Derajat Keabuan Citra adalah representasi citra dengan hanya menggunakan satu warna grey (abu-abu) yang berbeda intensitasnya. Citra abu-abu dapat dihasilkan dari citra warna RGB dengan mengalikan ketiga komponen warna pokok merah, hijau dan biru dengan suatu koefisien yang jumlahnya satu [1].
C. Citra Biner
Citra biner adalah representasi citra dengan hanya dua intensitas warna pada tiap pixelnya yaitu 0 dan 1, dimana nilai 0 mewakili warna hitam dan nilai 1 mewakili warna putih. Citra biner merupakan tingkat abu-abu terendah yang dicapai dalam pembentukan citra
Sebuah citra biasanya mengandung noise (derau) dalam hal ini berupa variasi intensitas warna yang acak. Filter merupakan salah satu solusi untuk mengatasinya, dimana dalam tugas akhir ini penulis menggunakan filter median. Pada filter median, suatu jendela (windows) memuat sejumlah pixel (ganjil). Jendela digeser titik demi titik pada seluruh daerah citra. Pada setiap pergeseran dibuat jendela baru. Dimana titik tengah dari jendela ini diubah dengan nilai median dari jendela tersebut.
2.2.1.3 Segmentasi Citra[2]
Segmentasi citra (image segmentation) merupakan langkah awal pada proses analisis citra yang bertujuan untuk mengambil informasi yang terdapat di dalam suatu citra. Dalam tugas akhir ini segmentasi citra merupakan pemisahan latar depan (obyek/foreground) dan latar belakang (background) pada suatu citra dan pemisahan objek yang berupa sel dara merah dan sel darah putih.
Pelabelan (labelling) merupakan algoritma untuk menemukan komponen terkoneksi dalam sebuah citra dan menandainya. Operasi ini diperlukan untuk citra biner yang mempunyai banyak obyek. Jika pada suatu citra mengandung sejumlah P obyek yang akan ditandai, maka bila diasumsikan obyek yang akan ditandai memiliki nilai 1 dan latar belakang memiliki nilai 0, scanning kita mulai dari sisi kiri atas baris pertama citra menuju arah kanan, kemudian pindah ke baris selanjutnya dan seterusnya. Piksel obyek pertama yang ditemukan akan diberi label 1, jika piksel selanjutnya yang berada di sebelah kanan mempunyai nilai intensitas yang sama maka akan diberi label 1 juga dan begitu seterusnya. Bila piksel selanjutnya pada baris ini ternyata bernilai 0 maka tidak akan diberi label karena merupakan latar belakang dan piksel selanjutnya setelah latar belakang yang bernilai 1 akan diberi label 2 sebagai tanda obyek kedua dan begitu seterusnya.
Gagasan yang mendasari morfologi digital adalah kenyataan bahwa citra mengandung serangkaian piksel – piksel yang membentuk sekumpulan data dua dimensi. Persamaan matematika tertentu pada serangkaian piksel – piksel dapat digunakan untuk meningkatkan aspek khusus dari bentuk (struktur) sehingga dapat lebih mudah untuk dikenali.
A. Dilasi
Dilasi merupakan proses penggabungan titik-titik latar (0) menjadi bagian dari objek (1), berdasarkan structuring element ( S ) yang digunakan. dengan A adalah citra biner yang dikenakan operasi (dan mengalami perubahan bentuk pada obyeknya) dan B adalah citra yang melakukan operasi (dan tidak mengalami perubahan bentuk).
B. Erosi
Erosi merupakan operasi kebalikan dari dilasi, digunakan untuk menghapus atau mengurangi piksel – piksel obyek, atau untuk memperkecil ukuran obyek. Pada kasus citra biner, erosi akan menghapus piksel – piksel pada lapisan terluar obyek.
Belum ada tanggapan untuk "Pengertian Darah "
Posting Komentar