a. Penyuluhan Kesehatan pada Masyarakat
Tujuan penyuluhan kesehatan adalah agar keluarga dan masyarakat tahu, mau, mampu mencegah penyakit chikungunya dirumah dan di lingkungannya dengan melaksanakan PSN chikungunya secara terus menerus, sehinggga rumah dan lingkungannya bebas dari jentik nyamuk Aedes Aegypti dengan demikian wilayahnya terbebas dari penularan penyakit chikungunya (DepKes RI, 2004).
a. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Chikungunya
Gerakan PSN chikungunya adalah keseluruhan kegiatan masyarakat dan pemerintah untuk mencegah penyakit chikungunya, yang disertai pemantauan hasil-hasilnya secara terus menerus.
Tujuan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk adalah untuk membina peran serta masyarakat dalam pemberantasan penyakit chikungunya, terutama dalam pemberantasan jentik nyamuk penularnya, sehingga penularan penyakit chikungunya dapat dicegah.
Sasaran utama dari gerakan ini adalah agar semua keluarga dan pengelola tempat umum melakukan PSN chikungunya serta menjaga kebersihan lingkungannya masing-masing, secara terus menerus. Gerakan PSN diprioritaskan pada wilayah kecamatan endemis dan sporadis chikungunya (Yahya H, 2006).
b. Pemeriksaan Jentik Berkala (PJB)
Pemeriksaan Jentik Berkala (PJB) adalah kegiatan pemeriksaan terhadap tempat-tempat penampungan air, dengan tujuan untuk mengevaluasi hasil penggerakan PSN chikungunya oleh masyarakat. PJB dilaksanakan disemua daerah setiap 3 bulan oleh petugas Puskesmas (DepKes RI, 2005).
c. Fogging (Pengasapan/ Penyemprotan)
Kegiatan fogging dilakukan untuk membunuh nyamuk dewasa.
kegiatan fogging ini terdiri dari dua macam, yaitu (Yahya, H., 2006) :
1). Fogging Massal
Kegiatan penyemprotan insektisida yang dilakukan diseluruh rumah didaerah endemis, 2 siklus dengan interval 27 hari, pada saat sebelum musim penularan. Kegiatan yang dilakukan selain penyemprotan dengan insektisida, lebih dulu diawali dengan penyuluhan dan penggerakan PSN oleh masyarakat secara massal.
Tujuan kegiatan penyemprotan massal ini adalah untuk membatasi penularan dan pencegahan KLB.
2). Fogging Fokus
Fogging fokus adalah kegiatan penyemprotan dengan insektisida dan PSN chikungunya dilokasi kasus chikungunya dalam radius 200 m, dilaksanakan 2 siklus dengan interval 7 hari, oleh petugas puskesmas. Maksud pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk memutuskan rantai penularan, sehingga penularan dapat dibatasi, agar tidak berkembang menjadi KLB/ wabah.
e. Abatesasi
Abatesasi adalah kegiatan pemeriksaan tempat penampungan air baik didalam rumah maupun diluar rumah, pada seluruh rumah dan bangunan didaerah endemis juga dengan penaburan bubuk abate pada tempat penampungan air yang didapati jentik, dilaksanakan 4 kali dalam setahun
Tujuan pelaksanaan abate ini adalah sebagai tindakan Sweeping (Penyapuan) dalam pemberantasan jentik nyamuk Aedes aegypti untuk mengurangi populasi nyamuk tersebut agar tidak terjadi KLB (Selamihardja, N, 2006).
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "Cara Pencegahan Chikungunya"
Posting Komentar