Penularan demam chikungunya umumnya ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes albopictus dan Aedes Aegypti meskipun dapat juga ditularkan oleh Aedes Albopictus yang hidup di kebun. Kedua jenis nyamuk ini terdapat hampir diseluruh pelosok Indonesia, kecuali tempat-tempat dengan ketinggian 1000 meter diatas permukaan laut (Depkes RI, 2005).
Penularan juga bisa bila penderita yang mengandung virus chikungunya digigit nyamuk penular, maka virus dalam darah akan ikut terisap masuk dalam lambung nyamuk. Selanjutnya virus akan memperbanyak diri dan tersebar diberbagai jaringan tubuh nyamuk termasuk didalam kelenjar liurnya. Kira-kira 1 minggu setelah menghisap darah penderita (extrinsic incubation period), nyamuk tersebut siap untuk menularkan kepada orang lain, virus ini akan tetap berada dalam tubuh nyamuk sepanjang hidupnya. Sehingga selain menjadi vektor juga menjadi reservoir dari virus chikungunya (Depkes RI, 2001).
Penularan ini terjadi karena setiap kali nyamuk menggigit (menusuk), sebelum nyamuk menghisap darah akan mengeluarkan air liur melalui saluran alat tusuknya (proboscis), agar darah yang dihisap tidak membeku. Bersama air liur inilah virus chikungunya dipindahkan dari nyamuk ke orang lain. Seseorang yang telah terinfeksi oleh virus chikungunya melalui gigitan nyamuk, akan mengalami masa inkubasi selama 2-12 hari tetapi umumnya 3-7 hari, selama masa inkubasi ini virus berada didalam darah yang disebut dengan fase akut/ viremia (5-7 hari). Penderita yang dalam masa viremia inilah yang dapat menularkan penyakit chikungunya ke orang lain selama terdapat vector penular penyakit (Depkes RI, 2001).
Terdapat tiga faktor yang memegang peranan dalam penularan penyakit chikungunya, yaitu manusia, virus dan vektor perantara. Virus chikungunya ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Aedes albopictus dan Aedes aegypti, nyamuk lain mungkin bisa berperan sebagai vektor namun perlu penelitian lebih lanjut.
Nyamuk Aedes albopictus dan Aedes aegypti tersebut dapat mengandung virus chikungunya pada saat menggigit manusia yang sedang mengalami viremia, yaitu 2 hari sebelum demam sampai 5 hari setelah demam timbul. Kemudian virus yang berada di kelenjar liur berkembang biak dalam waktu 8-10 hari (extrinsic incubation period) sebelum menimbulkan penyakit (Depkes RI, 2001).
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk " Cara Penularan Demam Chikungunya"
Posting Komentar