Di Indonesia vektor penular chikungunya ini adalah nyamuk Aedes albopictus dan nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini saat hinggap posisinya sejajar. Nyamuk Aedes albopictus hidupnya dikebun-kebun, sedangkan nyamuk Aedes aegypti hidupnya bisa didalam rumah maupun dilingkungan sekitar rumah. Nyamuk ini menggigit pada pagi dan sore hari (Depkes RI, 2001)
a. Tempat Perindukan vektor
Tempat perindukan nyamuk Aedes albopictus dan Aedes aegypti yaitu berupa genangan air yang tertampung disuatu wadah yang disebut container yang dapat menampung air terutama air hujan, bukan pada genangan air yang berhubungan langsung dengan tanah.
Kontainer ini dapat di bedakan menjadi 3 macam yaitu Depkes RI, 2001) :
1). Tempat Penampungan Air yang bersifat tetap (TPA)
Penampungan air biasanya dipakai untuk keperluan sehari-hari pada rumah tangga seperti untuk mencuci, memasak, mandi dan keperluan lainnya, yang pada umumnya airnya jernih, tenang dan tidak mengalir seperti bak mandi, bak WC, drum penyimpanan air, tempayan dan lain-lain
2). Bukan Tempat Penampungan Air (Non TPA)
Adalah wadah yang dapat menampung air terutama air hujan, tetapi bukan untuk keperluan sehari-hari seperti : tempat minum hewan peliharaan, plastik, bekas, pot tanaman, barang-barang bekas (ban, botol)
3). Tempat Perindukan Alami
Bukan tempat penampungan air tetapi secara alami tempat tersebut dapat menjadi penampungan air, misalnya daun-daun yang berserakan di tanah terutama di kebun-kebun, potongan bambu, pelepah daun yang berisi air dan bekas tempurung kelapa yang berisi air.
b. Ekologi vektor
Ekologi vektor yaitu mempelajari hubungan antara vektor dengan lingkungannya/mempelajari bagaimana pengaruh lingkungan terhadap vektor.
Lingkungan ada 2 macam yaitu lingkungan fisik dan lingkungan biologis (Depkes RI. 2001) :
1). Lingkungan Fisik
Lingkungan fisik ada bermacam-macam misalnya jarak antara rumah, jenis kontainer, ketinggian tempat, dan iklim :
a). Jarak antara rumah
Jarak rumah mempengaruhi penyebaran nyamuk dari satu rumah kerumah lainnya, semakin dekat jarak antara rumah semakin mudah pula untuk nyamuk menyebar kerumah sebelah.
b). Jenis kontainer
Macam-macam kontainer yang termasuk disini adalah jenis atau bahan dari kontainer, letak kontainer, bentuk, warna, kedalaman air dan tutup yang juga mempengaruhi dalam pemilihan tempat bertelur.
c). Ketinggian tempat
Pengaruh variasi ketinggian terdapat syarat-syarat ekologis yang diperlukan oleh vektor penyakit. Di Indonesia nyamuk Aedes albopictus dan Aedes aegypti dapat hidup pada daerah ketinggian 1000 meter diatas permukaan laut.
d). Iklim
Iklim adalah salah satu komponen pokok lingkungan fisik, yang terdiri dari : suhu udara, curah hujan, dan kecepatan angin.
Rata-rata optimum suhu udara untuk pertumbuhan nyamuk adalah 25ºC sampai 27ºC, pertumbuhan nyamuk akan terhenti sama sekali apabila suhu kurang dari 10ºC atau lebih dari 40ºC. Curah hujan menyebabkan naiknya kelembaban udara dan menambah jumlah tempat perindukan nyamuk, karena air hujan dapat tertampung didalam tempat perindukan alami seperti potongan bambu, lobang pagar dan daun-daun yang berserakan di tanah terutama di kebun-kebun . Angin dapat berpengaruh pada jarak terbang dan penyebaran nyamuk, bila kecepatan angin kencang akan dapat menghambat penerbangan nyamuk.
2). Lingkungan Biologik
Lingkungan biologik juga dapat berpengaruh terhadap kehidupan nyamuk yaitu dengan banyaknya tanaman hias dan tanaman pekarangan yang
dapat mempengaruhi kelembaban udara dan pencahayaan didalam rumah yang merupakan tempat yang disenangi nyamuk untuk hinggap beristirahat seperti pada baju yang bergantungan, kopiah dan tas, serta banyaknya kebun-kebun di sekitar rumah (Depkes RI, 2001)
c. Bionomik vektor
Bionomik vektor adalah kebiasaan tempat perindukan (Breeding habit), kebiasaan menggigit (Feeding habit), kebiasaan istirahat (Resting habit) dan jarak terbang
Bionomik vektor (Depkes RI, 2001) :
1). Tempat perindukan Nyamuk (Breeding habit)
Tempat perindukan nyamuk Aedes albopictus yaitu genangan air yang tertampung pada daun-daun yang berserakan di tanah terutama di kebun-kebun, sedangkan tempat perindukan nyamuk Aedes aegypti yaitu berupa genangan-genangan air yang tertampung didalam suatu wadah yang disebut container baik didalam rumah maupun diluar rumah. Tempat bertelur yang disukai oleh nyamuk betina adalah dinding vertikal bagian dalam dari suatu tempat atau kontainer yang berisi air sedikit diatas permukaan air dan terlindung terhadap cahaya matahari langsung. Tempat penampungan air yang ada di masyarakat biasanya berupa bak mandi dengan bahan yang terbuat dari perselein ataupun plesteran biasa, gentong dari tanah, drum dan lain-lain.
2). Kebiasaan menggigit (Feeding habit)
Kebiasaan menggigit nyamuk betina Aedes albopictus dan Aedes Aegypti terutama antara pukul 08.00-13.00 WIB dan pukul 15.00-17.00 WIB, dengan demikian dapat dikatakan bahwa nyamuk betina menggigit pada pagi hari dan sore hari. Aedes albopictus lebih banyak menggigit di luar rumah sedangkan Aedes aegypti tempat menggigit lebih banyak didalam rumah dari pada diluar rumah. Nyamuk Aedes albopictus dan nyamuk Aedes aegypti bersifat antropofilik (sangat menyenangi darah manusia) dan dapat menggigit beberapa kali.
Orang yang sudah digigit sudah aktif bergerak, kemudian nyamuk terbang dan menggigit orang lain sampai cukup darah untuk pertumbuhan dan perkembangan telurnya.
3). Kebiasaan Istirahat (Resting habit)
Setelah menggigit, selama menunggu pematangan telur nyamuk akan terkumpul ditempat-tempat dimana terdapat kondisi yang optimum untuk beristirahat, setelah itu nyamuk akan bertelur dan menggigit lagi. Tempat-tempat yang disenangi nyamuk untuk hinggap atau istirahat adalah tempat-tempat yang gelap, lembab dan sedikit dingin, juga pada baju yang bergantungan, kopiah dan tas.
4). Jarak Terbang Nyamuk Aedes albopictus dan Aedes aegypti sehari-hari mempunyai kebiasaan terbang dekat permukaan tanah dan bergerak kesemua arah untuk mencari mangsa, mencari tempat bertelur,beristirahat dan melakukan perkawinan. Nyamuk betina dapat terbang rata-rata 50 m, dan ada kalanya sampai 100 m
Belum ada tanggapan untuk " Vektor Penular Chikungu"
Posting Komentar