Secara anatomi terbagi 2:
– Edema interstisial
– Edema alveolar
A. Patogenesis
• Terbagi 2 peristiwa:
– Cairan dari rongga vaskuler à insterstisium
– Masuknya cairan ke rongga alveolar
• Kekuatan melawan transudasi cairan ↓, migrasi cairan keluar dari rongga vaskuler lebih sensitif terhadap perubahan tekanan hidrostatik kapiler.
• Perubahan intraseluler (kadar kalsium, radikal oksigen bebas & eikosanoid) à perubahan sel endotel à membuka junction interseluler à cairan keluar dari rongga vaskuler.
• Kecepatan edema interstisial > kapasitas normal berbagai mekanisme klirens paru seperti aliran limfe à edema interstisial à edema alveolar
• Pembengkakan interstisial à barrier epitel rusak à alveolar flooding
B. Etiologi
• Sepsis/sindroma sepsis
• Trauma berat (transfusi masif, fraktur multipel & kontusio paru)
• Pneumonia berat
• Aspirasi isi lambung
• Pankreatitis hemoragik akut
• Inhalasi asap atau gas toksik, dll
C. Gejala Klinis
• ARDS dapat terjadi selama 12-48 jam sampai beberapa hari, berupa
– dispnea
– hipoksemia dengan pernafasan cepat dan dangkal.
• Umumnya penderita membutuhkan intubasi & ventilator.
D. Laboratorium
• Analisa gas darah abnormal:
– FiO2 < 200
– Alkalosis respirasi à asidosis respiratorik karena eliminasi CO2 ↓
• Leukositosis/leukopenia, anemia, trombositopenia.
• Jarang terjadi DIC akibat sepsis, trauma berat atau trauma kepala.
• MODS à gangguan faal hati
E. Foto thoraks
infiltrat difus bulateral ringan atau tebal sesuai gambaran edema paru, interstisial atau alveolar, bercak-bercak atau konfluens.
F. Terapi
Pemasangan intubasi dan ventilator
Obat-obat tidak spesifik: kortikosteroid, NO inhalasi
Perfluokarbon, penggunaan surfaktan aerosol, PGE1, Almitrin untuk stimulasi pernafasan
Ketokonasol à obat jamur yang dapat menghambat beberapa jalur proinflamatori
Pengaturan cairan dengan mereduksi volume intravaskuler menggunakan diuretika
Posisi Prone, telentang à telungkup dapat memperbaiki oksigenasi.
BRONKIEKTASIS
è pelebaran bronkus yang menetap. Dapat disebabkan kel kongenital, infeksi kronik, faktor mekanis
D. Gejala Klinis
- Batuk-batuk dengan banyak sputum
- sputumSering berbau busuk.
- Batuk terutama timbul pada perubahan posisi.
- Bisa didapatkan batuk darah berulang.
E. Foto rontgen toraks PA = honeycomb appearance.
F. Diagnosis Banding
- Bronkitis kronis.
- Fibrosis kistik.
- Tuberkulosis.
G. Terapi
- Antibiotik.
- Mukolitik (asetil sistein), vitamin A, vitamin E, dan vitamin C.
- Fisioterapi postural drainage, bila tak menolong lakukan bronkoskopi.
- Pembedahan bila: berulang atau massif atau Batuk dengan sputum yang terus mengganggu.
H. Komplikasi
- Sepsis
- Gagal napas.
Belum ada tanggapan untuk "EDEMA PARU/ ARDS"
Posting Komentar