ENCENG GONDOK
Eichhornia crassipes
Familia : Pontederiaceae
Uraian :
Terna
air atau rawa tahunan, tumbuh mengapung di air, kadang berakar pada dasar,
tinggi 20-60 cm, mengeluarkan tunas merayap yang keluar dari ketiak daun yang
akan menjadi tumbuhan baru. Enceng gondok diimport dari kebun raya dari
Brazilia pada tahun 1894 sebagai tanaman hias yang dapat tumbuh dari 1-1600 m
di atas permukaan laut. Karena pembiakan vegetatif luar biasa cepat, maka tanaman
ini malah menjadi gulma dari pada tanaman air.
Daun tersusun dalam roset akar, tumbuh
tegak bentuknya bulat telur, lebar, tepi rata, panjang 7-25 cm, warnanya hijau
mengkilap. Tangkai daun dewasa panjang, tangkai daun yang muda pendek dan bunga
letaknya duduk 6-12 berkumpul dalam butir yang panjangnya 12-30 cm, berwarna
ungu. Buah berbiji banyak, berbentuk bulat panjang persegi.
Nama daerah
Sumatera
: Kelipung, ringgak, keladi bunting
Kalimantan
: Ilung-ilung, rapong, mampau
Sulawesi
: Tumpe, takara
Jakarta : Enceng gondok, gendot, kembang
bopong, kembang sekar, weweyan
Kandungan kimia
Seluruh bagian enceng gondok
mengandung kalsium, magnesium, kalium, natrium, klor, tembaga, mangan, besi.
Akar mengandung sulfat dan posfat, daun mengandung
caroten, dan bunga mengandung
dolphinidrin-3-diglucosida.
Kegunaaan
Adapun kegunaan dari tanaman enceng gondok
ini, yaitu:
menghilangkan lembab dan racun
meredakan panas
tenggorokan panas
kencing tidak lancar
biduran
bisul
Cara pemakaian
- Kencing tidak lancar, biduran
Batang segar digodok dan diminum
- Bisul
Daun atau akar segar dilumatkan,
ditambahkan garam secukupnya, ditempelkan pada bagian yang sakit.
- Untuk pemakaian luar
Dilumatkan dan ditempelkan
ditempat yang sakit.
JARAK PAGAR
(Jatropha curcas L)
Nama Latin : Jatropha curcas L
Nama Daerah : Jarak
kosta, Balacai, JIrak, Kaleke, Bintalo, Kanjoli, Pakukase, Kadoto
Deskripsi tanaman : Berupa
perdu besar yang cabang-cabangnya tidak teratur, tingginya dapat mencapai 3 m.
batangnya bergetah yang agak kental. Daunnya lebar-lebar, berbentuk jantung,
tepinya rata atau agak berlekuk dan tangkainya panjang. Bunganya berwarna hijau
kekuningan, berkelamin tunggal, berumah satu. Baik bunga jantan maupun bunga
betina masing-masing tersusun dalam rangkaian berupa cawan. Buah berbentuk
bulat telur, terbagi dalam tiga ruang, tidak merekah. Pada masing-masing ruang
terdapat 1 biji yang bentuknya bulat loncong, warnanya hitam.
Habitat : Dapat tumbuh di dataran rendah sampai 300 m dpl.
Bagi tanaman yang digunakan :
Daun, biji
Kandungan kimia : Kaemfesterol,
sitosterol, stigmasterol, amirin, tarakserol, minyak lemak, kursin,
toksalbumin.
Khasiat : Hemostatik, antipruritik, antibengkak
Nama simplesia : Jatrophae Semen
Resep tradisional :
Cacing keremi
Daun jarak pagar segar 4 helai,
minyak kepala 2 sendok makan, dipipis kemudian dipanaskan sebentar, ramuan
dioleskan pada dubur menjelang tidur malam, pagi harinya cacing keremi diambil
dengan kapas.
Luka :
Minyak jarak pagar 1 sendok the,
belerang ¼ sendok teh, serutan kayu secang 1 jari tangan, vaselin 2 sendok
makan, dipanaskan hingga meleleh kemudian diaduk, selagi hangat serutan kayu
secang diambil dan ramuan diaduk terus sampai dingin, dioleskan pada luka,
diperbaharui setiap 3 jam.
Pencahar ringan :
Daun jarak pagar segar, dikukus,
dimana sebagai lalap.
Belum ada tanggapan untuk "KASIAT ENCENG GONDOK"
Posting Komentar