Uraian :
Talas merupakan tanaman asli
daerah tropis. Talas merupakan makanan tambahan dan sudah lama dibudidayakan di
Indonesia. Talas sering disebut keladi atau taro, dan mempunyai kerabat lain,
yaitu kimpul (Xanthosoma spp.). Kimpul menghasilkan umbi yang berjumlah banyak,
berbeda dengan talas yang menghasilkan satu umbi per tanaman. Umbi kimpul agak
berlendir setelah direbus, rasanya tidak seenak umbi talas. Umbi dan daun talas
mengandung karbohidrat, protein, dan sedikit lemak.
Di beberapa wilayah di tanah air,
umbi talas cukup digemari masyarakat sebagai penganan. Umbi talas (Colocasia
esculenta) bisa dinikmati dengan cara direbus ataupun digoreng. Namun, kegunaan
talas tidak hanya sebatas itu. Tumbuhan talas ternyata memiliki berbagai
khasiat obat.
Talas memiliki nama yang
berbeda-beda di beberapa wilayah. Di Sumatera, talas dikenal dengan sebutan
eumpeua (Aceh), sukat, keladi, tale (Batak), keladi (Lampung). Di Jawa disebut
gelo, tales. t]Tales, upa, malau (Dayak), kladi, sangsit (Nusa Tenggara). Di
Sulawesi disebut aladi (Bugis), paco (Makassar), tale, kolai (Sulawesi Utara).
Tumbuhan talas berupa herba bergetah dengan ketinggian mencapai 40 cm hingga
1,5 meter. Talas biasa tumbuh liar di pinggiran air sungai, rawa, tanah tandus,
atau ditanam. Tumbuhan ini hidup baik di ketinggian 250 sampai 2.000 meter di
atas permukaan laut, memiliki daun berjumlah 2 sampai 5 helai, bertangkai dan berwarna
hijau, bergaris-garis hijau tua atau keungu-unguan, dan panjang 23 sampai 150
cm dengan pangkal berbentuk pelepah. Bagian batang di bawah tanah berbentuk
umbi.
Menurut Prof Hembing Wijayakusuma
dalam bukunya Tumbuhan Berkhasiat obat: Rempah, Rimpang, dan Umbi, talas
memiliki efek farmakologis antipembengkakan (antiswelling). Kandungan kimia
yang ada dalam tumbuhan ini adalah zat besi, kalsium, garam fosfat, protein,
vitamin A dan B. Bagian yang bisa dipakai adalah daun, umbi, dan seluruh
tumbuhan.
Talas bisa mengatasi berbagai
penyakit di antaranya diare, disentri, muntah darah, biduran, radang ginjal,
benjolan kelenjar limpa, peranakan turun, kutil, digigit serangga, sakit pada
tulang, sendi, otot, pembengkakan, eksim, bisul, dan luka terkena benda tajam.
Mengatasi diare, 30 gram batang
talas dan 30 gram tumbuhan patikan kebo (Euphorbia hirta), direbus dengan 800
cc air hingga tersisa 400 cc. Ramuan kemudian disaring dan diminum airnya
selagi hangat.
Jika mengalami disentri, 20 gram
akar talas segar direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc.
Tambahkan gula pasir secukupnya
lalu disaring dan diminum airnya hangat-hangat. Mengatasi muntah darah, 50 gram
bunga talas, 100 gram akar teratai, direbus dengan 800 cc air hingga tersisa
400 cc. Ramuan disaring dan diminum airnya selagi hangat.
Mengatasi biduran, 60 gram akar
talas, 200 gram iga sapi, ditim selama tiga jam lalu diminum airnya dan dimakan
iga sapinya. Jika mengalami radang ginjal, 500 gram talas, diiris lalu dijemur
hingga kering, sangrai sebentar dan digiling hingga menjadi bubuk. Kemudian
ambil 15 gram bubuk talas tersebut, seduh dengan air panas dan tambahkan gula merah
secukupnya, lalu diminum.
Mengatasi benjolan kelenjar
limpa, talas dijemur hingga kering lalu digiling hingga menjadi bubuk. Ambil 60
gram bubuk tersebut, tambahkan 25 gram rumput laut che chai (dapat dibeli di
toko Cina) dan air secukupnya lalu diminum. Jika peranakan turun, 60 gram bunga
talas, 3 siung bawang putih, dan 15 gram bangle direbus dengan 600 cc air
hingga tersisa 300 cc. Lalu, ramuan disaring dan diminum airnya selagi hangat.
Jika memiliki kutil, talas
dipotong lalu diambil getahnya dan dioleskan pada bagian yang sakit. Mengatasi
sakit digigit serangga, daun talas secukupnya dihaluskan lalu ditempelkan pada
bagian yang sakit.
Sakit pada tulang, sendi, otot,
dan pembengkakan, talas secukupnya dikupas kulitnya lalu dihaluskan dan
ditambahkan cuka beras putih dan minyak wijen. Diaduk lalu dioleskan pada
bagian tubuh yang sakit.
Mengatasi eksim, talas secukupnya
dikupas kulitnya dan 3 siung bawang putih, dihaluskan lalu dioleskan pada
bagian yang sakit.
Jika memiliki bisul, talas
secukupnya dijemur lalu ditumbuk hingga menjadi bubuk. Tambahkan jus lidah
buaya, diaduk, lalu dioleskan pada bisul. Jika luka terkena benda tajam, daun
talas yang masih muda dihaluskan lalu dioleskan pada bagian tubuh yang sakit.
Belum ada tanggapan untuk "Kasiat Talas (Colocasia esculenta) "
Posting Komentar