MAKNA KESATUAN ROH DALAM PEMBANGUNAN TUBUH KRISTUS MENURUT EFESUS 4 : 1 – 16, INTI TEOLOGIA EFESUS 4 : 1 – 6, KERANGKA KONSEPTUAL
A.Tafsiran Efesus 4 : 1 - 1 6
Untuk melihat makna kesatuan Roh dalam pembangunan Tubuh Kristus dalam penelitian ini ialah dengan menggali Efesus 4 : 1 - 16 yang meberikan petunjuk dan syarat syarat yang dimiliki oleh gereja dalam pembangunan Tubuh Kristus yang dimulai dengan sikap hidup yang berkenan kepada Allah yaitu, rendah hati, lemah lembut, sabar dan kasih. Dari sikap hidup yang berkenan dengan Allah jemaat berpedoman kepada kesatuan Alalah, dengan demikian sebelum melangkah dalam penggalian, kita meninjau surat Efesus.
1.Pengantar Surat Efesus
Surat Efesus adalah salah satu puncak penyataan Allah di dalam Alkitab yang menduduki tempat yang unik diantara surat surat paulus. Surat ini tidak ditulis sebagai jawaban trhadap kontroversi doktrinal atau persoalan pastoral seperti banyak surat yang lain. Sebaliknya surat Efesus memberikan kesan akan luapan penyataan yang melimpah sebagai hasil dari kehidupan doa pribadi Paulus. Paulus menulis surat ini ketika ia di penjara karena Kristus ( Efesus 3 : 1 ; Efesus 4 : 1; Efesus 6 : 20 ) yaitu di Roma. Ada banyak persamaan diantara surat ini dengan surat kolose. Kedua surat ini dibawa secara serentak kepada tujuannya yaitu seorang sekerja Paulus yang bernama Tikhikus ( Efesus 6 : 21 : kolos e 4 : 7 ). Kepercayaan umum bahwa paulus menulis surat ini dengan maksud agar jemaat yang membaca akan lebih luas dari pada di Efesus, mungkin surat ini dianggap sebagai surat edaran gereja gereja diseluruh Asia Kecil, dan menyisipkan namanya sendiri di Efesus 1 : 1, sebagai bukti relevansi amanatnya yang mendalam bagi semua Gereja Yesus Kristus yang sejati. Banyak orang mengira surat Efesus ini adalah surat jemaat di Laodokia yang disebut Paulus di Kolose 4 : 6.
a. Penulis
Surat Efesus di tulis oleh Paulus ketika ia berada di penjara di Romawi “ dari Paulus rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah, kepada orang orang kudus di Efesus dan orang orang percaya kepada Yesus Kristus ( Efesus 1 : 1 ). Jadi tidak ada keraguan bahwa yang menulis surat iniadalah Paulus.
b. Penerima Surat Efesus
Dalam terjemahan lembaga Alkitab Indonesia (LAI), diperkenalkan oleh para pembaca “Orang orang kudus di Efesus, orang orang percaya dalam Yesus Kristus”.
c. Latar Berlakang Surat
Orang orang beriman Yahudi Pada gereja awal sering memisahkan diri mereka sendiri dan melarang masuk orang orang percaya non Yahudi dalam persekutuan mereka. Paulus menggunakan kesempatan ini untuk menekankan kesatuan orang percaya : bersama sama dengan surat Kolose, Filipi, dan Filemon,Efesus. Keempat surat ini disebut sebagi surat dari “surat surat penjara”, karena di tulis selama Paulus didalam penjara di Roma selama 2 tahun, sebab itu ia menulis surat ke Asia Kecil melalui Tikhikus. Paulus telah mengunjungi Efesus sebelumnya dan dalam perjalanan penginjilan yang ketiga ia menetap disana selama tiga tahun dan menceritakan tentang Yesus Kristus. Pada masa inilah Paulus mulai memperhatikan hal hal yang khusus bagi jemaat, seperti yang diungkapkan dalam suratnya.
d. Tujuan Surat
Tujuan Paulus menulis surat ini tersirat dalam Efesus 1 : 15 – 17, dengan tekun ia berdo sambil merindukan agar para pembacanya bertumbuh dalam iman, kasih, iman, hikmat dan penyataan bapa yang mulia. Dia sungguh sungguh menginginkan agar hidup mereka layak dihadapan Yesus Kristus : ( Efesus 4 : 1 1 – 3 dan 5 : 1 – 2 ). Oleh karena itu Paulus berusaha untuk menguatkan iman dan dasar rohani mereka dengan menyatakan kepenuhan kekal Allah dari penebusan Kristus Yesus( Efesus 1 : 3 – 14 dan Efesus 3 : 10 – 12 ).
2. Analisa Konteks Surat Efesus
Untuk menganalisa konteks surat Efesus tidak terlepas dari tema dasar dari Perjanjian Baru yang secara sederhanamempunyai dua tema. Dan tema tersebut dapat dilihat dari surat Efesus, yaitu tema yang pertama: Bagaimana kita ditebus oleh Allah dan tema yang kedua: Bagaimana kita hidup sebagai umat tebusan.
Tujuan penebusan adalah mempersatukan didalam Kristus sebagai kepala segala sesuatu baik yang disurga maupun yang dibumi (Efesus 1 : 10 ). Menurut Efesus 4 : 1 – 6, merupakan arahan arahan praktis mengenai tuntutan penebusan di dalam Kristus atas kehidupan pribadi dan kehidupan bersama kita. Diantara pengarahanyang diberikan dalam surat ini mengenai bagaimana seseorang tertebus harus hidup ditekankan dalam tiga kategori luas :
1. Orang percaya di panggil dalam kehidupan baru yang murni dan terpisah dari dunia mereka di panggil untuk kudus dan tak bercacat di hadapanNya( Efesus 1 : 14 , menjadi bait Allah yang kudus ( Efesus 2 : 21 ), hidup berpadanan dengan panggilan itu( Efesus 4 ; 1 ), mencapai kedewasaan penuh( Efesus 4 : 13 ), hidup didalam kebenarandan kekudusan yang sesungguhnya( Efesus 4 : 24 ), hidup didalam kasih( Efesus 5 : 2 ) dan menjadi kudus karena firman ( Efesus 5 : 26 )
2. Orang percaya di panggil kepada suatu cara hidup baru dalam hubungan keluarga dan kerja ( Efesus 5 : 22 dan Efesus 6 : 9 ). Semua hubungan ini hendaknya dikuasai oleh prinsip prinsip yang menandai orang percaya, yang membedakan mereka dengan masyarakat sekitar.
3. Akhirnya orang percaya dipanggil untuk tetap berdiri teguh terhadap semua rencana iblis dan terhadap roh roh jahat di udara yang hebat sekali ( Efesus 6 : 10 – 20 ).
Surat Efesus pasal 4 konteksnya dapat kita lihat sebagai berikut:
1. Ayat 1 dan 2, Cara hidup orang yang ditebus yang memiliki hidup berpadanan
dengan panggilan yaitu rendah hati, lemah lembut, sabar dan saling membantu
2. Ayat 3 – 6 memiliki karunia karunia menurut ukuran pemberian Kristus untuk memperlengkapi orang kudus.
3. Ayat 7 – 12, karunia karunia untuk pembangunan Tubuh Kristus
4. Ayat 13, untuk mencapai kedewasaan iman
5. Ayat 14 – 15 Pertumbuhan iman yang tidak dapat diombang ambingkan dan bertumbuh kepada Kristus yang Ia adalah kepala.
6. Ayat 16 merupakan pengikat secara sempurna
7. Ayat 17 – 32 tentang hidup manusia hidup dalam kekudusan.
3.Naskah Efesus 4 : 1 – 16.
Menurut Alkitab berbahasa Yunani Nats Alkitab Efesus 4 : 1 – 16 adalah,
Sedangkan naskaha Nats Alkitab Efesus 4 : 1 – 16 Menurut New King Version adalah :
1. I therefore, the prisoner of the Lord, beseech you that ye walk worthy of the vocation wherewith ye are called,
2. With all lowliness and meekness, with longsuffering, forbearing one another in love;
3. Endeavouring to keep the unity of the Spirit in the bond of peace.
4. There is one body, and one Spirit, even as ye are called in one hope of your calling;
5. One Lord, one faith, one baptism,
6. One God and Father of all, who is above all, and through all, and in you all.
7. But unto every one of us is given grace according to the measure of the gift of Christ.
8. Wherefore he saith, When he ascended up on high, he led captivity captive, and gave
gifts unto men.
9. Now that he ascended, what is it but that he also descended first into the lower parts of the earth?
10. He that descended is the same also that ascended up far above all heavens, that he
might fill all things.
11. And he gave some, apostles; and some, prophets; and some, evangelists; and some,
pastors and teachers;
12. For the perfecting of the saints, for the work of the ministry, for the edifying of the
body of Christ:
13. Till we all come in the unity of the faith, and of the knowledge of the Son of God,
unto a perfect man, unto the measure of the stature of the fulness of Christ:
14. That we henceforth be no more children, tossed to and fro, and carried about with
every wind of doctrine, by the sleight of men, and cunning craftiness, whereby they
lie in wait to deceive;
15. But speaking the truth in love, may grow up into him in all things, which is the head,
evenChrist:
16. From whom the whole body fitly joined together and compacted by that which every
joint supplieth, according to the effectual working in the measure of every part,
maketh increase of thebody unto the edifying of itself in love.
Nats Alkitab Efesus 4 : 1 – 16 menurut lembaga Alkitab Indonesia Adalah sebagai berikut:
1. Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu Sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu.
2. Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.
3. Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera:
4. Satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu,
5. Satu Tuhan, satu iman, satu baptisan,
6. Satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.
7. Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.
8. Itulah sebabnya kata nas: "Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-
tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia."
9. Bukankah "Ia telah naik" berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang
paling bawah?
10. Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit,
untuk memenuhkan segala sesuatu.
11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-
pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi
pembangunan tubuh Kristus,
13. Sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar
tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai
dengan kepenuhan Kristus,
14. Sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa
angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang
menyesatkan,
15. Tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di
dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.
16. Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, --yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh
17. pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota--
menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.[2]
[1][1] Perjanjian baru Yunani – Indonesia Ephesians 4 : 1 – 16, Jakarta LAI , 1989, Hal 1342
[2] Alkitab, Lembaga Alkitab Indonesia, Jakarta, 2000
Belum ada tanggapan untuk "PENAFSIRAN EFESUS "
Posting Komentar