Larutan Kalium dikromat(VI) yang diasamkan dengan asam sulfat encer biasa
digunakan sebagai agen pengoksidasi pada kimia organik. Hal ini beralasan
karena larutan kalium dikromat(VI) yang diasamkan dengan asam sulfat encer
merupakan agen pengoksidasi yang kuat disamping memiliki kekuatan yang mampu
menjadikan senyawa organik menjadi terpotong-potong! (larutan kalium
manganat(VII) juga memberikan kecenderungan yang sama).
Larutan Kalium dikromat(VI) yang diasamkan dengan asam sulfat encer digunakan
untuk:
- Mengoksidasi
alkohol sekunder menjadi keton;
- Mengoksidasi
alkohol primer menjadi aldehid;
- Mengoksidasi
alkohol primer menjadi asam karboksilat;
Sebagai contoh, dengan etanol (alkohol promer), kamu
dapat memperoleh salah satu antara etanal (aldehid) atau asam etanoat (asam
karboksilat) tergantung pada kondisinya.
- Jika
kelebihan alkohol, dan kamu mendetilasi aldehid yang terbentuk, kamu akan
memperoleh etanal sebagai produk utama.
- Jika
kelebihan agen pengoksidasi, dan kamu tidak membiarkan bagi produk untuk
keluar, sebagai contoh, dengan pemanasan campuran dibawah refluk
(pemanasan labu dengan menempatkan kondensor secara vertikal pada leher
labu) – kamu akan memperoleh asam etanoat.
Dalam kimia
organik, persamaan tersebut sering kali disederhanakan untuk proses pemekatan
yang terjadi pada molekul organik. Sebagai contoh, dua yang terakhir dapat
ditulis:
Oksigen
ditulis dengan kurung kuadrat hanya memberikan arti â€oksigen berasal dari
agen pengoksidasiâ€
Penggunaan reaksi yang sama untuk
membuat kristal krom alum
Kamu dapat
menemukan krom alum dalam berbagai nama yang berbeda
- Krom
alum
- Kalium
krom(III) sulfat
- Krom(III)
kalium sulfat
- Krom(III)
kalium sulfat-12-air
- Krom(III)
kalium sulfat dodekahidratchrome alum
…dan berbagai
variasi yang lain!
Kamu juga akan menemukan berbagai variasi rumus kimia krom alum. Sebagai
contoh:
- CrK(SO4)2,12H2O
- Cr2(SO4)3,K2SO4,24H2O
- K2SO4,Cr2(SO4)3,24H2O
Rumus yang
pertama hanya salah satu bentuk penulisan dan dapat disusun kembali. Secara
pribadi, saya lebih suka yang kedua karena sangat mudah untuk dimengerti
tentang apa yang terjadi.
Krom alum dikenal dengan double salt (garam ganda). Jika kamu
mencampurkan larutan kalium sulfat dan krom(III) sulfat yang memiliki
konsentrasi molar yang sama, larutan akan dikira hanya seperti sebuah campuran.
Pencampuran ini memberikan reaksi ion krom(III), ion kalium, dan ion sulfat.
Akan tetapi,
jika kamu mengkristalkannya, untuk memperoleh campuran kristal kalium sulfat
dan krom(III) sulfat, larutan akan mengkristal sebagai kristal yang berwarna
ungu tua. Itulah â€krom alumâ€.
Kristal krom alum dapat dibuat dengan mereduksi larutan kalium dikromat(VI)
yang telah diasamkan dengan menggunakan etanol, dan kemudian kristalisasi
larutan yang dihasilkan.
Dengan asumsi kamu dapat mengunakan kelebihan etanol, produk organik utama yang
akan diperoleh adalah etanal – dan kita perhatikan persamaan di bawah ini:
Persamaan
ionik jelas tidak mengandung ion spektator, kalium dan sulfat. Lihat kembali
melalui persamaan lengkap:
Jika kamu
memperhatikan baris paling atas pada sisi kanan persamaan, kamu akan melihat
bahwa krom(III) sulfat dan kalium sulfat diproduksi secara pasti pada proporsi
bagian kanan untuk memperolah double salt.
Apa yang kamu lakukan, kemudian, adalah:
Kamu awali
dengan larutan kalium dikromat(VI) yang telah ditambahkan sedikit asam sulfat
pekat. Larutan kemudian didinginkan dengan meletakkannya dalam es.
Kelebihan etanol ditambahkan secara perlahan sambil diaduk dengan kenaikan suhu
yang tidak terlalu tinggi.
Ketika semua
etanol telah ditambahkan, larutan dibiarkan sepanjang malam, lebih baik dalam
lemari pendingin, untuk kristalisasi. Kristal dipisahkan dari larutan sisa,
dicuci dengan sedikit air murni dan kemudian dikeringkan dengan kertas saring.
Penggunaaan kalium dikromat(VI) sebagai agen pengoksidasi dalam titrasi
Kalium dikromat(VI) seringkali digunakan untuk menentukan konsentrasi ion
besi(II) dalam larutan. Hal ini dilakukan sebagai alternatif penggunaan larutan
kalium permanganat(VII).
Pada prakteknya
Berikut ini keuntungan dan kerugian dalam penggunaan kalium dikromat(VI).
Keuntungan:
- Kalium
dikromat(VI) dapat digunakan sebagai standar primer. Hal ini berarti bahwa
kalium dikromat(VI) dapat dijadikan sebagai larutan stabil yang
konsentrasinya diketahui dengan tepat. Hal ini tidak terjadi pada kalium
permanganat(VII).
- Kalium
dikromat(VI) dapat digunakan untuk mendeteksi keberadaan ion klorida (selama
ion klorida tidak berada pada konsentrasi yang sangat tinggi).
- Kalium
manganat(VII) mengoksidasi ion klorida menjadi klorin; kalium dikromat(VI)
tidak benar-benar cukup kuat sebagai agen pengoksidasi. Hal ini berarti
bahwa kamu tidak akan mendapatkan reaksi yang tidak diinginkan dengan
larutan kalium dikromat(VI).
Kerugian:
- Kerugian
yang paling utama adalah pada perubahan warna. Titrasi kalium
manganat(VII) menunjukkan dirinya sendiri. Ketika kamu menyertakan larutan
kalium manganat(VII) pada reaksi, larutan menjadi tidak berwarna.
Jika kamu menambahkannya terlalu banyak, larutan
menjadi merah muda – dan kamu tahu bahwa kamu telah melewati titik akhir.
Sayangnya larutan kalium dikromat(VI) berubah menjadi hijau pada saat kamu
memasukkannya ke dalam reaksi, dan disana tidak ada jalan yang memungkinkan
bagi kamu untuk mendeteksi perubahan warna ketika kamu menuangkan larutan
jingga berlebih pada larutan berwarna hijau yang kuat.
Dengan larutan kalium dikromat(VI) kamu dapat
menggunakan indikator terpisah, dikenal dengan redox indicator. Warna berubah
melalui kehadiran agen pengoksidasi.
Berikut beberapa contoh indikator – seperti difenil sulfonat. Indikator
memberikan warna ungu-biru dengan adanya larutan kalium dikromat(VI) yang
berlebih. Akan tetapi, warna menjadi lebih sulit diinterpretasikan dengan
munculnya warna hijau yang kuat. Titik akhir titrasi kalium dikromat(VI) tidak
mudah untuk dilihat seperti titik akhir kalium manganat(VII).
Perhitungan
Setengah reaksi untuk ion dikromat(VI) adalah:
…dan untuk
ion besi(II) adalah:
Penggabungan
keduanya memberikan:
Kamu dapat
melihat bahwa proporsi reaksi adalah 1 mol ion dikromat(VI) berbanding 6 mol
ion besi(II).
Sekali lagi kamu tidak dapat memungkiri bahwa, perhitungan titrasi sama seperti
halnya yang lain.
Tes untuk ion kromat(VI) dalam
larutan
Secara khusus, kamu dapat perhatikan pada larutan yang mengandung natrium,
kalium atau amonium kromat(VI). Sebagian besar kromat sangat larut; beberapa
diantaranya dapat kita golongkan tidak larut.
Warna larutan kuning terang menunjukkan bahwa larutan tersebut bermanfaat untuk
tes ion kromat.
Tes dengan penambahan asam
Jika kamu menambahkan beberapa larutan asam sulfat encer pada larutan yang
mengandung ion kromat(VI), perubahan warna berubah menjadi jingga ion
dikromat(VI).
Kamu tidak
dapat dapat menggunakan tes ini sebagai tes untuk ion kromat(VI), walau
bagaimanapun. Ini mungkin terjadi bahwa kamu memiliki larutan yang mengandung indikator asam-basa yang memiliki perubahan warna yang
sama!
Tes dengan penambahan larutan klorida (atau nitrat)
Ion kromat(VI) dapat memberikan endapan kuning barium kromat(VI).
Tes dengan penambahan larutan
klorida (atau nitrat)
Ion
kromat(VI) dapat memberikan endapan kuning barium kromat(VI).
Belum ada tanggapan untuk "Penggunaan kalium dikromat(VI) sebagai agen pengoksidasi pada kimia organik"
Posting Komentar