Kata Kunci: elektrolisis, fosfor, ikatan kovalen, klor, oksida, oksigen, periode 3, silikon, struktur molekul, sulfur, titik didih, titik leleh, van der waals
Halaman ini
menjelaskan hubungan antara sifat fisik dari oksida unsur-unsur periode 3
(natrium hingga klor) dan strukturnya. Argon diabaikan karena argon tidak
membentuk oksida.
Ikhtisar
kecenderungan
Oksida
Oksida-oksida
dari unsur-unsur periode 3:
|
Na2O
|
MgO
|
Al2O3
|
SiO2
|
P4O10
|
SO3
|
Cl2O7
|
|
|
|
|
P4O6
|
SO2
|
Cl2O
|
Oksida-oksida
pada barisan pertama dikenal sebagai oksida-oksida tertinggi dari
tiap unsur. Oksida-oksida ini adalah saat di mana unsur-unsur periode 3 berada
pada keadaan oksidasi tertinggi. Pada oksida-oksida ini, semua elektron
terluarnya terlibat dalam pembentukkan ikatan mulai dari natrium yang hanya
memiliki satu elektron terluar hingga klor dengan 7 elektron terluar.
Struktur
Kecenderungan
pada struktur adalah dari oksida logam mengandung struktur ionik raksasa pada
bagian kiri periode, oksida kovalen raksasa (silikon dioskida) pada bagian
tengah dan oksida molekuler di bagian kanan periode.
Titik leleh
dan titik didih
Struktur
raksasa (oksida logam dan silikon dioksida) memiliki titik leleh dan titik
didih yang tinggi karena dibutuhkan energi yang besar untuk memutuskan ikatan
yang kuat (ionik atau kovalen) yang bekerja pada tiga dimensi.
Oksida-oksida
fosfor, sulfur dan klor terdiri dari molekul-molekul individual, beberapa
diantaranya kecil dan sederhana, dan yang lainya berupa polimer.
Gaya tarik menarik antar molekul-molekul ini
berupa dispersi / penyebaran gaya van der Waals dan interaksi dipol-dipol.
Ukuran yang bermacam-macam ini tergantung pada ukuran, bentuk dan polaritas
dari masing-masing molekul, tapi akan selalu lebih lemah dari pada yang
dibutuhkan untuk memutuskan ikatan ionik atau kovalen pada struktur raksasa.
Oksida-oksida ini cenderung menjadi gas, cairan atau padatan dengan titik leleh
rendah.
Daya hantar
arus listrik
Tidak ada
diantara oksida-oksida ini yang memiliki elektron bebas atau yang dapat bergerak.
Ini berarti bahwa tidak ada satupun dari oksida-oksida ini yang dapat
menghantarkan arus listrik dalam keadaan padatnya.
Oksida-oksida ini dapat mengalami elektrolisis jika dicairkan.
Oksida-oksida ini dapat menghantarkan arus listrik karena adanya pergerakan
ion-ion menuju elektroda dan pelepasan muatan ion-ion saat mencapai elektroda.
Oksida-oksida
logam
Struktur
Oksida-oksida
natrium, magnesium dan alumunium terdiri dari struktur raksasa yang mengandung
ion-ion logam dan ion-ion oksida. Magnesium oksida memiliki struktur seperti
NaCl. Dua yang lainnya memiliki struktur yang lebih rumit yang berada di luar
cakupan silabus pada tingkat ini.
Titik leleh
dan titik didih
Terdapat
gaya tarik menarik yang kuat antara ion-ion pada masing-masing oksida dan gaya
tarik menarik ini membutuhkan energi yang besar untuk diputuskan. Oleh karena
itulah oksida-oksida ini memiliki titik leleh dan titik didih yang tinggi.
Daya hantar
arus listrik
Tidak ada
satupun dari oksida-oksida logam periode 3 dapat menghantarkan arus listrik
pada keadaan padatnya, tapi elektrolisis mungkin dilakukan jika
dicairkan. Cairannya dapat menghantarkan arus listrik karena adanya pergerakan
dan perubahan muatan ion-ion yang ada.
Contoh pentingnya adalah elektrolisis alumunium oksida dalam pembuatan
alumunium. Apakah kita dapat mengelektrolisis cairan natrium oksida itu
tergantung pada cairan / lelehannya apakah menyublim atau terurai pada keadaan
biasa atau tidak. Jika menyublim, maka tak akan didapatkan cairan untuk
dielektrolisis.
Magnesium dan alumunium oksida memiliki titik leleh yang sangat tinggi sehingga
sulit untuk dielektrolisis dalam laboratorium sederhana.
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "Sifat-sifat Oksida-oksida Unsur Periode 3"
Posting Komentar