Struktur
Elektronegatifitas /
keelektronegatifan dari unsur-unsur meningkat sepanjang periode dari kiri ke
kanan, dan pada silikon, beda elektronegatifitas antara silikon dan oksigen
tidak cukup besar untuk membentuk ikatan ionik. Silikon dioksida memiliki struktur kovalen raksasa..
Terdapat
tiga bentuk silikon dioksida yang berbeda. Yang paling mudah diingat dan
digambarkan adalah struktur yang mirip intan.
Kristal silikon memiliki struktur yang sama dengan intan. Untuk mengubahnya
menjadi silikon dioksida, perlu dilakukan perubahan struktur silikon dengan
menyisipkan beberapa atom oksigen.
Perhatikan
bahwa masing-masing atom silikon dengan atom silikon tetangganya dijembatani
oleh atom oksigen. Jangan lupakan bahwa ini hanya bagian kecil dari struktur
raksasa dalam tiga dimensi.
Titik leleh
dan titik didih
Silikon
dioksida memiliki titik leleh yang tinggi, bermacam-macam tergantung pada
strukturnya (ingat bahwa hanya satu dari tiga struktur yang mungkin), tapi
angkanya sekitar 1700 °C. Ikatan kovalen silikon-oksigen yang sangat kuat harus
diputuskan terlebih dahulu sebelum meleleh. Silikon dioksida mendidih pada suhu
2230°C.
Karena kita
membicarakan tentang perbedaan bentuk ikatan, tidak berarti bila membandingkan
nilai ini dengan oksida logam yang lain. Lebih baik menyatakan bahwa karena
oksida logam dan silikon dioksida memiliki struktur raksasa, maka titik leleh
dan titik didihnya tinggi.
Daya hantar
arus listrik
Silikon
dioksida tidak memiliki elektron-elektron atau ion-ion yang dapat bergerak
sehingga tidak dapat menghantarkan arus listrik, baik dalam bentuk padatan
maupun cairannya.
Oksida
molekuler
Fosfor,
sulfur dan klor semuanya membentuk oksida yang terdiri dari molekul-molekulnya.
Beberapa dari molekul-molekul ini sederhana dan lainnya merupakan polimer. Kita
hanya akan membahas molekul sederhana.
Titik leleh dan titik didih dari oksida-oksida ini akan lebih rendah dari
oksida logam dan silikon dioksida. Gaya intermolekuler mengikat satu molekul
dengan molekul yang lain melalui dispersi gaya van der Waals atau interaksi
dipol-dipol. Kekuatannya bermacam-macam tergantung pada ukuran molekulnya.
Tak satupun dari oksida-oksida ini yang menghantarkan arus listrik baik sebagai
padatan maupun cairannya. Tak satupun yang mengandung ion-ion atau
elektron-elektron bebas.
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "Silikon dioksida (silikon (IV) oksida)"
Posting Komentar