Sebelumnya Dalton telah mengemukakan teori tentang atom yang menyatakan bahwa atom adalah partikdl terkecil materi yang tidak dapat dibagi. Oleh sebab itu, sifat atom dapat dijelaskan dengan teori yang didasarkan gejala yang dapat ditangkap oleh alat tertentu. Gejala tersebut menunjukkan bahwa dalam atom terdapat partikel dasar, yaitu elektron, proton, dan feutron. Kedudukan pertikel terse`ut dalam atom disebut struktur atom. Gejala listrik menunjukkan bahwa atom menunjukkan bahwa atom mengandung partikel bermuatan positif dan negatif. Berdasarkan hal tersebut, Thompson menyatakan bahwa atom terdiri atas partikel bermuatan positif dan dipermukaannya tersebut elektron yang bermuatan negatif. Sedangkan Ernest RutheRford menjadikan interaksi atom dengan pertikel alfa menjadi dasar teorinya yang menyatakan bahwa atom terdiri atas inti bermuatan positif dan disekitarnya terdapat elektron yang menge,elinginya. Teoti ini memiliki kelemahan yaitu tidak dapat menjelaskan kestabilan elektron dalam mengelilingi anti tersebut. Namun masalah ini dapat dipecahkan oleh Bohr dalam teorinya.
Teori Bohr bertolak
belakang dari spektrum atom hidrogen yang mempunyai garis-garis tertentu.
Menurut Bohr, elektron berada pada lintasan yang mempunyai tingkat energi
tertentu dan stabil. Muncul suatu fakta bahwa jika satu garis spektrum hidrogen
diperhatikan dengan cermat ternyata terdiri atas garis-garis kecil
yang sangat
berdekatan. Hal ini tidak dapat dijelaskan oleh Bohr. Kemudian para ahli
berupaya mendapatkan teori yang lebih meyakinkan. Perhatian diarahkan pada
sifat khusus partikel, seperti proton, elektron dan neutron sehingga akhirnya
melahirkan teori atom mekanika gelombang.
Teori atom mekanika
gelombang difokuskan terutama pada konfigurasi elektron, yaitu susunan elektron
dalam ruang (orbital) disekitar inti atom. Dari konfigurasi elektron dapat
dipahami sifat atom, seperti jari-jari, energy ionisasi, dan afinitas elektron.
A. DEFINISI DAN
SEJARAH ATOM
1. DEFINISI ATOM
Atom
adalah suatu satuan dasar materi, yang terdiri atas inti atom serta awan elektron bermuatan negatif yang
mengelilinginya. Inti atom terdiri atas proton
yang bermuatan positif, dan neutron yang bermuatan netral (kecuali pada
inti atom Hidrogen-1, yang tidak memiliki neutron).
Elektron-elektron pada sebuah atom terikat pada inti atom oleh gaya
elektromagnetik.
Sekumpulan atom demikian pula dapat berikatan satu sama lainnya, dan membentuk
sebuah molekul. Atom yang mengandung jumlah proton
dan elektron yang sama bersifat netral, sedangkan yang mengandung jumlah proton
dan elektron yang berbeda bersifat positif atau negatif dan disebut sebagai ion.
Atom dikelompokkan berdasarkan jumlah proton dan neutron yang terdapat pada
inti atom tersebut. Jumlah proton pada atom menentukan unsur kimia atom tersebut, dan jumlah neutron menentukan isotop
unsur tersebut.
Istilah
atom berasal dari Bahasa
Yunani (ἄτομος/átomos, α-τεμνω), yang berarti tidak dapat
dipotong ataupun sesuatu yang tidak dapat dibagi-bagi lagi. Konsep atom sebagai
komponen yang tak dapat dibagi-bagi lagi pertama kali diajukan oleh para filsuf
India dan Yunani.
Pada abad ke-17 dan ke-18, para kimiawan meletakkan dasar-dasar pemikiran
ini dengan menunjukkan bahwa zat-zat tertentu tidak dapat dibagi-bagi lebih
jauh lagi menggunakan metode-metode kimia. Selama akhir abad ke-19 dan awal
abad ke-20, para fisikawan berhasil menemukan struktur dan
komponen-komponen subatom di dalam atom, membuktikan bahwa 'atom' tidaklah tak
dapat dibagi-bagi lagi. Prinsip-prinsip mekanika kuantum yang digunakan para fisikawan
kemudian berhasil memodelkan atom.
Dalam
pengamatan sehari-hari, secara relatif atom dianggap sebuah objek yang sangat
kecil yang memiliki massa yang secara proporsional kecil pula. Atom hanya dapat
dipantau dengan menggunakan peralatan khusus seperti mikroskop
gaya atom. Lebih
dari 99,9% massa atom berpusat pada inti atom,
dengan proton dan neutron yang bermassa hampir sama. Setiap unsur paling
tidak memiliki satu isotop dengan inti yang tidak stabil, yang dapat mengalami peluruhan
radioaktif. Hal ini
dapat mengakibatkan transmutasi, yang mengubah jumlah proton dan
neutron pada inti. Elektron yang terikat pada atom mengandung sejumlah aras energi, ataupun orbital, yang stabil dan dapat mengalami
transisi di antara aras tersebut dengan menyerap ataupun memancarkan foton
yang sesuai dengan perbedaan energi antara aras. Elektron pada atom menentukan
sifat-sifat kimiawi sebuah unsur, dan mempengaruhi sifat-sifat magnetis atom tersebut.
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "STRUKTUR ATOM "
Posting Komentar