A.
KEMOLARAN
Kemolaran Larutan (M)
ü Kemolaran adalah suatu cara untuk menyatakan
konsentrasi (kepekatan) larutan.
ü Menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam tiap liter
larutan, atau jumlah mmol zat terlarut dalam tiap mL larutan.
ü Dirumuskan :
ü Misalnya : larutan NaCl 0,2 M artinya, dalam tiap
liter larutan terdapat 0,2 mol (= 11,7 gram) NaCl atau dalam tiap mL larutan
terdapat 0,2 mmol (= 11,7 mg) NaCl.
Rumus Pengenceran
V1.M1=V2.M2
V1=Volume
sebelum pengenceran(liter)
M1=Molaritas sebelum pengenceran(M)
V2=Volume sesudah pengenceran(liter)
M2=Molaritas sesudah pengenceran(M)
B.
MOLALITAS
Molalitas
menyatakan perbandingan mol zat terlarut dalam kilogram pelarut. Molalitas
dinyatakan antara jumlah mol zat terlarut dengan massa dalam kg pelarut. Bagaimana simbol dari
molalitas zat? Molalitas disimbolkan dengan m
dengan
n
= jumlah mol zat terlarut ......................... (mol)
p
= massa pelarut
..................................... (kg)
m
= molalitas ............................................. (mol kg-1)
C.
FRAKSI MOL
Fraksi
mol merupakan satuan konsentrasi yang menyatakan perbandingan antara jumlah mol
salah satu komponen larutan (jumlah mol zat pelarut atau jumlah mol zat
terlarut) dengan jumlah mol total larutan. Fraksi mol disimbolkan dengan X .
Misal dalam larutan hanya mengandung 2 komponen, yaitu zat B sebagai zat
terlarut dan A sebagai pelarut, maka fraksi mol A disimbolkan XA dan
XB untuk fraksi mol zat terlarut.
atau
dengan
XA = fraksi mol pelarut
XB
= fraksi mol zat terlarut
nA
= jumlah mol pelarut
nB
= jumlah mol zat terlarut
Jumlah
fraksi mol pelarut dengan zat terlarut sama dengan 1.
XA
+ XB = 1
D.
BILANGAN OKSIDASI
1. PENGERTIAN BILANGAN OKSIDASI
Bilangan oksidasi adalah muatan
formal atom dalam suatu molekul atau dalam ion yang dialokasikan
sedemikian sehingga atom yang ke-elektronegativannya lebih rendah mempunyai
muatan positif. Karena muatan listrik tidak berbeda dalam hal molekul
yang terdiri atas atom yang sama, bilangan oksidasi atom adalah kuosien muatan
listrik netto dibagi jumlah atom. Dalam kasus ion atau molekul mengandung
atom yang berbeda, atom dengan ke-elektronegativan lebih besar dapat dianggap
anion dan yang lebih kecil dianggap kation. Misalnya, nitrogen berbilangan
oksidasi 0 dalam N2; oksigen berbilangan oksidasi -1 dalam O22-;
dalam NO2 nitrogen +4 dan oxygen -2; tetapi dalam NH3
nitrogen -3 dan hidrogen +1. Jadi, bilangan oksidasi dapat berbeda untuk
atom yang sama yang digabungkan dengan pasangan yang berbeda dan atom dikatakan
memiliki muatan formal yang sama nilainya dengan bilangan oksidasinya.
Walaupun harga nilai muatan formal ini tidak mengungkapkan muatan sebenarnya,
namun nilai ini sangat memudahkan untuk untuk menghitung elektron valensi dan
dalam menangani reaksi redoks.
HARGA
BILANGAN OKSIDASI
|
1.
|
Unsur
bebas Bialngan Oksidasi = 0
|
|
2.
|
Oksigen
Dalam Senyawa
Bilangan Oksidasi = -2
kecuali
a. Dalam peroksida,
Bilangan Oksidasi = -1
b. Dalam superoksida, Bilangan Oksida = -1/2
c. Dalam OF2, Bilangan Oksidasi = +2
|
|
3.
|
Hidrogen
Dalam senyawa, Bilangan
Oksidasi = +1
Kecuali dalam hibrida = -1
|
|
4.
|
Unsur-unsur
Golongan IA
Dalam Senyawa, Bilangan
Oksidasi = +2
|
|
5.
|
Unsur-unsur
Golongan IIA
Dalam senyawa, Bilangan
Oksidasi = +2
|
|
6.
|
Bilangan Oksidasi molekul = 0
|
|
7.
|
Bilangan Oksidasi ion = muatan ion
|
|
8.
|
Unsur
halogen
|
F
|
: 0, -1
|
|
Cl
|
: 0, -1, +1, +3, +5, +7
|
|
Br
|
: 0, -1, +1, +5, +7
|
|
I
|
: 0, -1, +1, +5, +7
|
|
v Alasan pengecualian
Ø
Hidrogen
dalam hidrida logam
Yang
termasuk hidrida logam antara lain natrium hidrida, NaH. Dalam senyawa ini,
hidrogen ada dalam bentuk ion hidrida, H-. Biloks dari ion seperti
hidrida adalah sama dengan muatan ion, dalam contoh ini, -1. Dengan penjelasan
lain, biloks senyawa netral adalah nol, dan biloks logam golongan I dalam
senyawa selalu +1, jadi biloks hidrogen
haruslah -1 (+1-1=0).
Ø
Oksigen
dalam peroksida
Yang
termasuk peroksida antara lain, H2O2. Senyawa ini adalah
senyawa netral, jadi jumlah biloks hidrogen dan oksigen harus nol. Karena tiap
hidrogen memiliki biloks +1, biloks tiap oksigen harus -1, untuk mengimbangi
biloks hidrogen.
Ø
Oksigen
dalam F2O
Permasalahan
disini adalah oksigen bukanlah unsur paling elektronegatif. Fluorin yang paling
elektronegatif dan memiliki biloks -1. Jadi biloks oksigen adalah +2.
Ø
Klorin
dalam persenyawaan dengan fluorin atau oksigen
Klorin
memiliki banyak biloks dalam persenyawaan ini. Tetapi harus diingat, klorin
tidak memiliki biloks -1 dalam persenyawaan ini.
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "TENTANG KEMOLARAN LARUTAN"
Posting Komentar