PENDAHULUAN
Luka merupakan
suatu kerusakan integritas kulit yang dapat terjadi ketika kulit terpapar suhu
atau pH, zat kimia, gesekan, trauma tekanan dan radiasi. Respon tubuh terhadap
berbagai cedera dengan proses pemulihan yang kompleks dan dinamis yang
menghasilkan pemulihan anatomi dan fungsi secara terus menerus disebut dengan
penyembuhan luka (Joyce M. Black, 2001). Penyembuhan luka terkait dengan
regenerasi sel sampai fungsi organ tubuh kembali pulih, ditunjukkan dengan
tanda-tanda dan respon yang berurutan dimana sel secara bersama-sama
berinteraksi, melakukan tugas dan berfungsi secara normal. Idealnya luka yang sembuh kembali normal secara
struktur anatomi, fungsi dan penampilan.
Metode perawatan luka berkembang cepat dalam 20
tahun terakhir, jika tenaga kesehatan dan pasiennya memanfaatkan terapi canggih
yang sesuai dengan perkembangan, akan memberikan dasar pemahaman yang lebih
besar terhadap pentingnya perawatan luka. Semua tujuan manajemen luka adalah
untuk membuat luka stabil dengan perkembangan granulasi jaringan yang baik dan
suplai darah yang adekuat., hanya cara tersebut yang membuat penyembuhan luka bisa
sempurna.
Untuk memulai perawatan luka, pengkajian awal yang
harus dijawab adalah, apakah luka tersebut bersih, atau ada jaringan nekrotik
yang harus dibuang, apakah ada tanda klinik yang memperlihatkan masalah infeksi,
apakah kondisi luka kelihatan kering dan terdapat resiko kekeringan pada sel,
apakah absorpsi atau drainage objektif terhadap obat topical dan lain-lain. Terjadinya
peradangan pada luka adalah
hal alami yang sering kali memproduksi eksudat; mengatasi eksudat adalah bagian
penting dari penanganan luka. Selanjutnya, mengontrol eksudat juga sangat
penting untuk menangani kondisi dasar luka, yang mana selama ini masih kurang
diperhatikan dan kurang diannggap sebagai suatu hal yang penting bagi perawat,
akibatnya bila produksi eksudat tidak dikontrol dapat
meningkatkan jumlah bakteri pada luka, kerusakan kulit, bau pada luka dan pasti
akan meningkatkan biaya perawatan setiap kali mengganti balutan.
Keseimbangan kelembaban pada permukaan balutan luka adalah faktor kunci
dalam mengoptimalkan perbaikan jaringan; mengeliminasi eksudat dari luka yang
berlebihan pada luka kronik yang merupakan bagian penting untuk permukaan luka.
Untuk itu dikembangkan suatu metode perawatan luka dengan cara mempertahankan
isolasi lingkungan luka agar tetap lembab dengan menggunakan balutan penahan
kelembaban, yang dikenal dengan Moist Wound Healing. Metode ini secara klinis
memiliki keuntungan akan meningkatkan proliferasi dan migrasi dari sel-sel
epitel disekitar lapisan air yang tipis, mengurangi resiko timbulnya jaringan
parut dan lain-lain, disamping beberapa keunggulan metode ini dibandingkan
dengan kondisi luka yang kering adalah meningkatkan epitelisasi 30-50%,
meningkatkan sintesa kolagen sebanyak 50 %,
rata-rata re-epitelisasi dengan kelembaban 2-5 kali lebih cepat serta dapat
mengurangi kehilangan cairan dari atas permukaan luka.
Dari manfaat dan keuntungan metode Moist Wound
Healing tersebut, dapat dimanfaatkan sebagai suatu trend perawatan luka dengan
prinsip luka cepat sembuh, kualitas penyembuhan baik serta dapat mengurangi
biaya perawatan luka, dan ini sangat penting bagi perawat untuk dapat
mengembangkan dan mengaplikasikannya di lingkungan perawatan khususnya
perawatan luka yang jelas sangat memberikan kepuasan bagi kesembuhan luka
pasien.
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "Contoh Membuat Pendahuluan Tentang Kesehatan"
Posting Komentar