Gaya atau tipe kepemimpinan adalah ciri seorang pemimpin melakukan kegiatannya dalam membimbing, mengarahkan, mempengaruhi, menggerakan perilaku para pengikutnya atau bawahannya kepada suatu tujuan tertentu. Meskipun antara ahli yang satu dengan ahli yang lainnya berbeda dalam menggunakan istilah untuk gaya kepemimpinan itu, namun maksudnya pada hakekatnya sama saja. Berikut ini kutipan dari pendapat para ahli:
1. Reksohadiprodjo dan Handoko, (op-cit;p.102) yang mengemukakan bahwa secara relatif ada tiga macam gaya kepemimpinan yang berbeda, yaitu otokratis (autocratic/aouthoritarian), demokrasi (democratic), atau partisipatif (partisipative) dan bebas (laissez faire), yang semuanya pasti mempunyai kelemahan dan keuntungannya. Ketiga gaya kepemimpinan tersebut dijelaskan secara singkat dalam tabel dibawah ini:
Perbedaan gaya kepemimpinan dalam organisasi akan mempunyai pengaruh yang berbeda pula pada partisipasi indivivu dan perilaku kelompok. Sebagai contoh, partisipasi pada pembuatan putusan pada gaya kepemimpinan demokratis akan mempunyai dampak pada peningkatan hubungan manajer dengan bawahan, menaikan moral dan kepuasan kerja, dan menurunkan ketergantungan terhadap pemimpin. Tetapi hal ini kadang-kadang menimbulkan kerugian dengan menurunkan semua pihak. Ini akan lebih dapat dihindari pada gaya kepemimpinan otokratis.
Kepemimpinan otokratis lebih banyak menghadapi masalah pemberian perintah kepada bawahan. Kepemimpinan demokratis cenderung mengikuti pertukaran pendapat antara orang-orang yang terlibat. Dalam kepemimpinan laissez-faire, pemimpin memberikan kepemimpinan tersebut secara visualisasi.
2. W. J. Reddin. Sehubunagn dengan ketiga dasar teori kepemimpinan yang diuraikan terdahulu, Reddin juga mengemukakan ada delapan gaya atau tipe-tipe kepemimpinan dengan cirri-cirinya sebagai berikut:
a. Tipe Deserter
Pemimpin yang bertipe deserter, adalah tipe pemimpin yang tidak mempunyai apa-apa, atau hanya sedikit sekal memiliki orientasi tugas, hubungan kerja dan efektivitas. Pemimpin yang bertipe deserter mempunyai cirri-ciri:
1) Tidak atau kurang menunjukan minatnya pada tugas.
a) Menghindari diri dsari tugas yang dibebankan kepadanya.
b) Hanya melibatkan diri pada tugas yang memerlukan energi secara minim.
c) Hanya suka pada jabatannya, namun kurang menyukai tugas yang harus diselesaikan.
2) Tidak atau kurang menunjukan minatnya pada hubungan dengan orang lain. Hal ini tampak pada sifat-sifatnya antara lain:
a) Secara aktif menyendiri dan kurang suka bergaul dengan orang lain.
b) Mengabaikan orang-orang lain dalam organisasi.
c) Menyabot pekerjaan orang lain dengan jalan mengganggu atau memahami informasi yang diperlukan oleh orang lain.
d) Kerap kali mengecewakan orang lain dan organisasinya dengan cara tidak terpuji.
3) Tidak atau kurang efektif. Hal ini tampak pada sifat-sifatnya antara lain:
a) Bermaksud mencapai hasil minimum saja agar supaya tidak ada orang lain yang mengusahakannya.
b) Mudah menyerah apabila mendapatkan kesulitan pada tingkat permulaan dalam pelaksanaan tugas, khususnya apabila dia tidak brehasil dalam mencapai target yang diharuskan untuk dicapai.
b. Tipe Bureaucrat
Pemimpin yang bertipe bureaucrat adalah tipe poemimpin yang hanya berorientasi pada keefektifan saja. Pemimpin tipe ini memiliki sifat-sofat sebagai berikut:
1) Selalu berorientasi pada keefektifan. Hal ini tampak pada sifat-sifatnya sebagai berikut:
a) Bekerja sesuai dengan prosedur yang benar dan peraturan yang berlaku.
b) Taat pada peraturan organisasi serta taat pada perintah secara tepat.
c) Memelihara kepentingan lingkungan dengan selalu mengikuti aturan-aturan manajerial.
2) Tidak atau kurang berorientasi pada tugas. Hal ini tampak pada sifat-sifatnya antara lain:
a) Tidak menyukai tugas yang diserahkan kepadanya.
b) Ide-idenya tidak atau kurang mendorong untuk meningkatkan produksi.
3) Tidak atau kurang berorientasi pada hubungan dengan orang lain. Hal ini tampak pada sifat-sifatnya antara lain:
a) Tidak atau kurang menyukai masyarakat.
b) Tidak atau kurang mengembangkan hubungan dengan bawahannya.
c) Sangat percaya bahwa hubungan baik dengan orang lain sulit dicapai.
c. Tipe Missionary
Pemimpin yang bertipe missionary, adalah tipe pemimpin yang hanya mempunyai sifat yang berorientasi pada hubungan kerja saja. Pemimpin ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1) Berorientasi kepada hubungan baik. Hal ini tampak pada sifat-sifatnya yang antara lain:
a) Peramah dan murah senyum kepada semua orang.
b) Menjalin hubungan yang akrab dengan orang lain.
c) Persahabatan melebihi segala-galanya.
d) Mecegah terjadinya pertentangan walaupun kecil.
e) Tidak pernah berdebat atau mengadakan konflik dengan orang lain.
2) Tidak atau kurang berorientasi pada tugas. Hal ini tampak pada sifat-sifatnya antara lain:
a) Melaksanakan tugas dengan santai. Yang penting situasi kerja menyenangkan bawahannya.
b) Membahagiakan bawahan agar mewreka suka melaksanakan tugas dengan baik.
3) Tidak berorientasi pada keefektifan. Hal ini tampak pada sifat-sifatnya antara lain:
a) Mencapai hasil kurang penting. Yang penting adalah hubunagn baik dengan orang lain, khususnya dengan anak buahnya.
b) Hasil yang dicapai minimum sekali.
c) Kurang atau tidak pernah memecahkan persoalan.
d. Tipe Developer
Pemimpin yang bertipe developer, adalah tipe pemimpin yang memiliki orientasi atas keefektifan dan hubungan baik dengan orang lain. Pemimpin yang bertipe ini memiliki sifat-sifat antara lain adalah sebagai berikut:
1) Karena berorientasi pada keefektifan, maka seorang developer memiliki sifat-sifat antara lain:
a) Mahir dalam menciptakan kondisi untuk bekerjasama dalam menciptakan kondisi untuk bertanggungjawab.
b) Efektif dalam hal bekerjasamadan menggerakan orang lain.
2) Berorientasi pada hubungan baik dengan orang lain, sehingga memiliki sifat-sifat antara lian:
a) Percaya penuh kepada orang l;ain.
b) Mengadakan hubungan baik dengan orang lain untuk mengembangkan bakat-bakat mereka.
c) Percaya bahwa orang lain dapat melakukan pengarahan dan pengendalian diri sendiri.
d) Percaya bahwa orang lain dapat bertanggung jawab penuh.
e) Percaya bahwa kecerdasan, kreativitas dan daya khayal tidak hanya dimiliki oleh para bawahan.
3) Kurang atau tidak berorientasi kepada tugas. Hal ini tampak pada sifat-sifatnya antara lain:
a) Memiliki vasibilitas yang rendah terhadap tugas.
b) Berpendapat bahwa kerja adalah biasa saja, sama halnya dengan beristirahat atau bermain.
e. Tipe Autocrat
Pemimpin yang bertipe autocrat adalah tipe pemimpin yang mempunyai orientasi pada tugas saja. Pemimpin tipe ini memiliki cirri-ciri sebagai berikut:
1) Tipe yang hanya berorientasi terhadap tugas saja, oleh sebab itu dia memiliki sifat-sifat antara lain:
a) Melaksanakan tugas adalah diatas segala-galanya, artinya melaksanaka tugas adalah hal yang paling penting.
b) Berpendapat bahwa orang pada dasarnya tidak suka bekerja atau suka menghindarkan diri dari tugas yang dibebankan. Oleh sebab itu tipe kepemimpinan yang demikian memandang bahwa bawahan tidak memiliki inisiatif sendiri.
2) Tipe ini kurang memiliki hubungan yang baik dengan orang lain, khususnya dengan bawahan. Hal ini tampak pada sifat-sifatnya antara lain:
a) Kurang mengacuhkan pergaulan sesamanya dan sesame bawahannya.
b) Kurang mempercayai orang lain.
c) Orang pada umumnya takut kepadanya dan kurang menyukainya.
d) Berpendapat bahwa bawahan tidak lebih dari tambahan mesin.
e) Tugas bawahan tidak lain dan tidak lebih dari menuruti perintah pimpinan.
f) Tidak mudah memberikan maaf kepada orang lain.
g) Kepemimpinannya akan memperoleh ketaatan buta dan mungkin sekali akan diasingkan dari kelompoknya.
3) Tipe Autocrat kurang memiliki keefektifan. Hal ini antara lain tampak pada sifat-sifatnya:
a) Pandangan pada pekerjaan amat sederhana, yaitu hanya korelasi antara pemimpin yang mengeluarkan perintah dan bawahan yang mengerjakan perintah.
b) Tidak memahami arti menggerakan bawahan, kecuali hanya dengan main perintah saja.
c) Tanggung jawab hanya pada tangan pemimpin.
d) Membangkitkan rasa takut kepada bawahan agar bawahan mau bekerja.
e) Menangani konflik yang timbul dengan jalan menekannya.
f) Apabila ada bawahannya yang berbeda pendapat dengan dia berarti menentang kewenangannya.
g) Akibat dari sifat-sifatnya akan menghasilkan kelompok yang terpecah-pecah, pembuat masalah, dan orang-orang yang bertipe deserter.
f. Tipe Benevolent Autocrat
Pemimpin yang bertipe benevolent autocrat adalah tipe pemimpin yang berorientasi pada tugas dan keefektifan. Memiliki cirri-ciri antara lain sebagai berikut:
1) Berorientasi pada tugas, sehingga sifat-sifatnya antara lain sebagai berikut:
a) Mahir membuat orang lain mengerjakan apa yang diinginkan namun tanpa menciptakan rasa dendam terhadapnya.
b) Sifat-sifat lain hamper mirip dengan tipe autocrat, namun lebih lancer dan lebih baik sebab dia juga berorientasi pada keefektifan.
2) Berorientasi kepada eefektifan, sehingga sifat-sifatnya antara lain:
a) Mementingkan keefektifan dalam memperoleh hasil yang diinginkan.
b) Memperbaiki keterampilan dengan belajar dari pengalaman dan kesalahan.
c) Mengetahui peraturan-peraturan serta metode-metode dengan sangat baik.
3) Kurang berorientasi kepada hubungan dengan orang lain, sehingga dia bersifat:
a) Kurang yakin sepenuhnya pada dirinya sendiri dalam cara menangani bawahannya.
b) Akibatnya bawahannya banyak yang tidak bertanggung jawab kepadanya, meskipun dia sangat bertanggung jawab terhadap bawahannya.
g. Tipe Compromiser
Tipe pemimpin compromiser adalah tipr pemimpin yang memiliki orientasi pada tugas dan hubungan baik dengan orang lain. Cirri-cirinya antara lain:
1) Berorientasi pada hubungan baik dengan orang lain, sehingga sifat-sifatnya antara lain:
a) Membiarkan semua orang mengatakan pendapatnya agar mereka merasa ikut serta dalam proses pembuatan keputusan.
b) Merasa beruntung bila semuanya dapat berjalan baik.
c) Membuat atasan atau orang-orng yang mempengaruhi kariernya menjadi senang, serta suka mengambil muka atau berpura-pura berbuatbaik.
2) Berorientasi pada tugas sehingga tampak sifat-sifatnya antara lain sebagai berikut:
a) Selain menilai setiap tugas yang akan dikerjakan
b) Setiap tugas harus merupakan suatu rangkaian kompromi.
3) Kurang berorientasi kepada keefektifan, sehingga tanpak sifat-sifatnya antara lain:
a) Selalu mendua hati dan selalu mementingkan kompromi dalam menangani segala sesuatu.
b) Tidak pernah mengerjakan sesuatu dengan baik.
c) Dia mendorong bawahan namun tidak sepenuh hati dan tidak bersungguh-sungguh.
d) Memahami manfaat orang-orang yang berorientasi pada tugas dan hubungan baik, namun tidak mampu dan tidak mau menerapkan secara efektif.
h. Tipe Executive
Tipe pemimpin executive adalah tipe pemimpin yang berorientasi pada tugas, hubungan kerja yang baik dan pada keefektifan. Oleh sebb itu, pemimpin tipe ini memiliki ciri-ciri antara lain sebagai berikut:
1) Karena berorientasi pada tugas, maka sifat-sifatnya adlah:
a) Memandang bahwa pekerjaan orang lain sama baiknya dengan pekerjaan sendiri.
b) Menetapkan standar yang tinggi untuk produksi.
c) Membangkitkan partisipasi terhadap bawahan.
d) Kepatuhannya terhadap tugaaas sangat meyakinkan kepada bawahan.
e) Memadukan antara kepentingan individu dengan kepentingan organisasi.
f) Memberikan semangat yang tinggi disertai contoh moral yang tinggi pula.
g) Tidak memeras bawahan, tetapi bawahan tetap bekerja keras dengan penuh kesadaran dan kesukarelaan.
2) Karena berorientasi pada hubungan baik, maka sifat-sifatnya antara lain adalah:
a) Memeperlakukan orang lain sesuai dengan sifat masing-masing orang, dan memandang orang lain sebagia teman kerja yang penting.
b) Pergaulannya dengan ornag lain sangat baik sehingga menjadi teladan bagi semuanya.
c) Menciptakan keinginan maju kearah yang lebih baik kepada bawahannya.
d) Memandang semua bawahannya sebagai orang yang telah dewasa dan matang, sehingga mereka perlu memperoleh kebebasan dan disamping itu juga keterikatan akan tugas dan tanggung jawab.
3) Karena berorientasi kepada keefektifan, maka sifat-sifatnya antara lain adalah:
a) Bekerja sangat efektif.
b) Melatih bawahannya untuk menjadi kelompok yang efisien dan bekerja secara lancar.
c) Menyambut baik ketidak-cocokan dan konflik sebagai sesuatu yang wajar dan pasti terjadi dalam suatu organisasi.
d) Tidak menekan, tidak memalingkan muka terhadap konflik, dan tidak menghindarkan diri dari persengketaan yang timbul.
e) Menyelesaikan semua perbedaan pendapat dengan sebaik-baiknya.
f) Tidak menutupi kesalahan timnya.
g) Tahu saat yang tepat untuk membuat putusan.
h) Tahu saat yang tepat kapan tim harus bermusyawarah untuk menyelesaikan hal-hal yang penting.
Belum ada tanggapan untuk "GAYA ATAU TIPE KEPEMIMPINAN"
Posting Komentar