Gaya Kepemimpinan
Gaya artinya sikap, gerakan, tingkah laku, sikap yang elok, gerak-gerik yang bagus, kekuatan, kesanggupan untuk berbuat baik.
Sedangkan gaya kepemimpinan adalah sekumpulan cirri yang digunakan pimpinan untuk mempengaruhi bawahan agar sasaran organisasi tercapai atau dapat pula dikataan bahwa gaya kepemimpinan adalah pola perilaku dan strategi yang disukai dan sering diterapkan oleh seorang pimpinan.
Gaya kepemimpinan adalah pola menyeluruh dari tindakan seorang pimpinan, bai yang atmpak maupun yang tidak tampak oleh bawahannya. Gaya kepemimpinan menggambarkan kombnasi yang konsisten dari falsafah, keterampilan, sifat, dan sikap yang mendasari perilaku seseorang. Gaya kepemimpinan yang menujukan secara langsung maupun tidak langsung, tentang keyakinan seorang pimpinan terhadap kemampuan bawahannya. Artinya, gaya kepemmpinan adalah prilaku dan strategi, sebagai hasil dari kombinasi dari falsafah, keterampilan, sifat, sikap, yang sering diterapkan seorang pimpnan ketika ia mencoba mempengaruhi kinerja bawahannya.
Sehingga
gaya kepemimpinan yang paling tepat adalah suatu gaya yang dapat memaksimumkan
produktivitas, kepuasan kerja, pertumbuhan, dan mudah menyesuaikan dengan
segala situasi.
Gaya
kepemimpinan merupakan dasar dalam mengklasifikasi tipe kepemimpinan. Gaya
kepemimpinan mempunyai tiga pola dasar yaitu mementingkan pelaksanaan tugas,
yang mementingkan hubungan kerja sama, dan yang mementingkan hasil yang dapat
dicapai.
Menurut
firman Allah Swt. Dalam surat Al-Maidah ayat 48 kepemmimpinan tipe ini tidak
sesuai dan bahkan sangat dikutuk. Artinya: “Maka
hendaklah engkau menghukum menurut perintah (hukum) Allah. Janganlah engkau
ikuti hawa nafsu mereka, dengan memungkiri kebenarang yang engkau terima dari
Allah”. (Al-Maidah (5):48)
Dan
firman Allah Swt. Dalam surat Shad (38):ayat 28 senantiasa memerintahkan untuk
mengambil keputusan dan bertindak secara benar, tidak ceroboh, tidak menurutkan
hawa nafsu. Artinya: “Maka hendaklah
engkau menghukum manusia itu dengan adil, dan jangan menuyrutkan hawa nafsu
karena menyestkan engkau dari jalan Allah”. (Shad (38): 26)
Selanjutnya
tentang kepemimpinan demokratis, Allah Swt. Juga berfirman dalam surat
Al-Syu’ara’ Ayat 38 yang artinya: “Dan
(bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan
shalat, sedangkan urusan mereka (diputuskan) dengan bermusyawarah antarmereka,
dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka”.
(Al-Syu’ara’ (26): 38)
Pad
atahun 1930-an ada yang berpendapat bahwa gaya kepemimpinan sebagai suatu
kesatuan yang didasarkan pada derajat pembagian kekuasaan dan pengaruh antara
pimpinan dengan bawahan. Dalam rangkaian tersebut dapat diidentifikasi empat
gaya kepemimpinan dasar, yaitu mengatakan, menjual, konsultasi, dan bergabung.
Mengatakan adalah gaya kepemimpinan otokratis, sedangkan bergabung adalah gaya
kepemimpinan demokratis. Menurut pendapat ini gaya kepemimpinan demokratis
bukanlah pendekatan kepemimpinanyang terbaik dalam segala siuasi, mereka lebih
menyarankan penggunaan semua gaya, mulai dari mengatakan sampai bergabung.
Untuk
menentukan gaya yang paling efektif dalam menghadapi keadaan tertentu maka
perlu mempertimbangkan kekuatan yang ada dalam tiga unsure, yaitu diri
pimpinan, bawahan, dan situasi secara menyeluruh.
Pada
tahun 1960-an berkembang teori kepemimpinan yang dinamakan “pola manajerial”.
Kepemimpinan dipengfaruhi oleh dua perhatian manajerial yang mendasar, yaitu
perhatian terhadap produksi atau tugas dan perhatian terhadap manusia. Menurut teori ini ada empat gaya
dasar kepemimpinan: (1) gaya manajemen
tugas, pemimpin menunjukan perhatian tinggi terhadap produksi tetapi
perhatian rendah terhadap manusia, (2) gaya
manajemen country club, pemimpin memperhatikan perhatian yang tinggi
terhadap manusia tetapi perhatian rendah terhadap produksi, (3) gaya manajemen miskin, pemimpin tidak
terlalu menunjukan perhatian, baik terhadap produksi maupun terhadap manusia,
(4) gaya manajemen tim, pemimpin
menunjukan perhatian tinggi baik terhadap produksi maupun terhadap manusia.
Menurut teori ini gaya manajemen tim, yang pada dasarnya sama dengan gaya
demokrasi merupakan gaya kepemimpinan yang terbaik untuk semua orang dalam
segala situasi. Dapat dilihat dalam taberl berikut ini:
Gaya Dasar Kepemimpinan
|
Gaya
Dasar
|
Perhatian
Manajerial
|
|
Kepemimpinan
|
Produksi
|
Manusia
|
|
Manajemen
Tugas
|
Tinggi
|
Rendah
|
|
Manajemen
Country Club
|
Rendah
|
Tinggi
|
|
Manajemen
Miskin
|
Rendah
|
Rendah
|
|
Manajemen
Tim
|
Tinggi
|
Tinggi
|
Sementara
itu menurut Contingency Theory Leadership
mengatakan bahw ada kaitan antara gaya kepemimpinan dengan situasi tertentu
yang dipersyaratkan. Menurut teori ini seorang pemimpin akan efektif jika gaya
kepemimpinannya sesuai dengan situasi yang terjadi. Pendekatan ini menyarankan
bahwa diperlukan dua perangkat perilaku untuk kepemimpinan yang efektif yaitu
perilaku tugas dan perilaku hubungan. Dengan dua perangkat ini maka kemungkinan
akan melahirkan empat gaya kepemimpinan, yaitu: (1) mengarahkan¸ gaya kepemimpinan ini perilaku tugas tinggi, perilaku
hubungan rendah, (2) menjual, perilaku
tugas maupun perilaku hubungan sangat tinggi, (3) ikut serta, perilaku tugas rendah sedangkan perilaku hubungan
tinggi, (4) mendelegasikan, baik
perilaku tugas maupun perilaku hubungan sama rendah, yang dapat dilihat pada
table berikut ini:
|
Gaya
|
Perhatian
Manajerial
|
|
Kepemimpinan
|
Tugas
|
Hubungan
|
|
Menyatakan
|
Tinggi
|
Rendah
|
|
Menjual
|
Tinggi
|
Tinggi
|
|
Ikut
Serta
|
Rendah
|
Tinggi
|
|
Mendelegasikan
|
Rendah
|
Rendah
|
Sedangkan
pakar manajemen modern berpendapat bahwa gaya kepemimpinan yang tepat adalah
suatu gaya yang dapat menyatukan tiga variabel situasional, yaitu hubungan
pimpinan dan anggota, struktur tugas, serta posisi kekuasaan, sehingga dapat
dikatakan bahwa gaya kepemimpinan yang terbaik adalah jika posisi kekuasaan itu
moderat.
Part-Goal Model sepaham dengan pendapat
diatas, bahwqa suksesnya seorang pimpinan tergantung pada kemampuannya dalam
menyesuaikan gaya kepemimpinannya dengan lingkungan dan karakteristik
individual bawahannya.
Sedangkan
pengembangan baru dari teori ini yang dapat dikatakan sebagai kalangan moderat,
menggambarkan bahwa ada empat tipe atau gaya kepemimpinan: (1) mengarahkan, gaya ini sama dengan gaya
otokratis, jadi bawahan mengetahui secara persis apa yang diharapkan dari
mereka, (2) mendukung, pemimpin
bersikap ramah terhadap bawahan, (3) berpartisipasi,
pemimpin bertanya dan menggunakan saran bawahan, (4) berorientasi pada tugas, pemimpin menyusun serangkaian tujuan yang
menantang untuk bawahannya.
Meskipun
demikian diakui bahwa dalam manajemen modern, gaya kepemimpinan yang paling
tepat untuk dikembangkan adalah gaya kepemimpinan yang partisipatif atau
fasilitatif, serta involvement-oriented
style yang terpusat pada komitmen keterlibatan pegawai.
Akhirnya,
gaya kepemimpinan dibagi dalam dua dimensi yaitu dimensi tugas dan dimensi
manusia. Dimensi tugas disebut mengarahkan,
berorientasi pada produk dan berujung pada gaya kepemimpinan otokratis,
sedangkan dimensi manusia,
berhubungan dengan istilah mendukung
berorientasi pada bawahan dan berujung pada tipe kepemimpinan bebas kendali,
sebagaimana terlihat pada table berikut ini:
Dimensi Gaya Kepemimpinan
|
Dimensi
|
Sebutan
|
Orientasi
|
Ujung
|
|
Kepemimpinan
|
|
|
|
|
Tugas
|
Mengarahkan
|
Produk
|
Otokratis
|
|
Manusia
|
Mendukung
|
Bawahan
|
Bebas
Kendali
|
Seorang
pemimpin yang efektif harus menggunakan gaya kepemimpinan yang berbeda dalam
situasi yang berbeda, jadi tidak tergantung pada suatu pendekatan untuk semua
situasi. Pandangan ini menyaratkan agar seorang pemimpin mampu membedakan
gaya-gaya kepemimpinan, membedakan situasi, menentukan gaya yang sesuai untuk
situasi tertentu serta mampu menggunakan gaya tersebut secara benar.
Dengan
demikian berdasarkan uraian diatas, secara konseptual gaya kepemimpinan
didefinisikan sebagai perilaku dan strategi, yang merupakan hasil kombinasi
dari falsafah, keterampilan, sifat, sikap, yang sering diterapkan seorang
pemimpin dalam berinteraksi dengan orang lain, dalam mengambil keputusan, dan
dalam melaksanakan kegiatan pengendalian.
Belum ada tanggapan untuk "GAYA KEPEMIMPINAN "
Posting Komentar