1. Valsartan
Valsartan
merupakan antihipertensi golongan ARB yang poten dan memiliki selektifitas yang
tinggi. Cara kerjanya dengan menghambat ikatan dari angiotensin II pada reseptornya,
yaitu pada reseptor tipe 1 (AT1), dengan adanya ikatan antara
valsartan dengan reseptor tipe 1 tersebut maka akan terjadi beberapa efek
berikut :
-
dilatasi vena dan
arteri yang seimbang
-
peningkatan
sekresi garam dan air
-
pengurangan
pelepasan aldosterone
-
pengurangan sistem
saraf simpatis.
Semua efek tersebut memberikan kontribusi tcrhadap
pengurangan tekanan darah. Valsartan juga dapat meningkatkan ektivasi dari
reseptor tipe AT2. Meskipun fungsi dari reseptor tersebut belum
sepenuhnya diketahui, akan tetapi diperkirakan memiliki efek hambatan terhadap
reseptor AT1, termasuk vasodilatasi produksi nitric oxide, efek
antiproliferatif. Efek klinis dari reseptor AT2 belum sepenuhnya diketahui
dan belum dieksplorasi pada studi perbandingan antara penggunaan ACE-i dan
ARBs. Tingkat keamanan dan efek pengurangan tekanan darah dari valsartan telah
ditunjukkan dalam beberapa percobaan klinis pada pasien dalam jumlah besar.
Valsartan memberikan efek pengurangan tekanan darah hingga dua angka selama 24
jam dan memberikan efek antihipertensi pada populasi secara luas, termasuk pada
kasus hipertensi ringan hingga sedang, dan hipertensi sedang hingga berat, dan
juga pada orang tua.
2. Amlodipine
Amlodipine
besylate merupakan CCB dihydropyridine long-acting yang poten terhadap efek
vasodilator koroner dan perifer. Amlodipine menghambat masuknya ion kalsium
pada otot polos pembuluh darah dan otot jantung, hal tersebut mengurangi
tahanan vaskuler tanpa mempengaruhi konduksi jantung atau kontraksi jantung. Sebagian besar percobaan klinis menunjukkan
bahwa amlodipine sangat efektif dalam mengurangi tekanan darah dan hal tersebut
juga memberikan keuntungan pada banyak populasi seperti pada populasi orang tua
dan kulit hitam. Selain hal tersebut, amlodipine memiliki toleransi yang baik sehubungan
dengan efek sampingnya yang rendah. Efek samping yang tersering berhubungan dengan
edema perifer, yang mungkin disebabkan ketidakseimbangan vasodilatasi dari
arterial dan venula sehingga terjadi ekstravasasi cairan. Akan tetapi kejadian
tersebut hanya kurang dari 2 % yang memerlukan penghentian terapi amlodipine.
3. Amlodipine Valsartan
Kelebihan terapi
yang sudah dilaporkan pada percobaan klinis dari VALUE untuk valsartan dan
amlodipine memberikan alasan yang kuat untuk mengkombinasi kedua jenis obat ini
sangatlah efektif dan merupakan kombinasi terapi yang ditoleransi mudah oleh
pasien terkait efek sampingnya.
Terapi valsartan dan amlodipine sangatlah efektif dalam
mengurangi tekanan darah, walaupun efek pengurangan tekanan darah pada
amlodipine lebih besar dibandingkan valsartan, dengan perbedaan pada kedua
kelompok 1.5/1.3 mmHg dalam 1 tahun. Seiain perbedaan dari penurunan tekanan
darah, terdapat efek morbiditas dan mortalitas kardiovaskuler yang sama pada
kedua jenis obat ( 10.6% pada valsartan dan 10.4% pada amlodipine). Akan tetapi
terdapat beberapa perbedaan pada beberapa efek sekunder dimana pada pasien
dengan amlodipine terdapat perkembangan yang lebih sedikit pada efek dari
infrark miokardium nonfatal dan terdapat kecenderungan yang lebih rendah untuk
terjadi stroke fatal dan nonfatal, sementara valsartan dapat mengurangi
kejadian rawat inap untuk komplikasi gagal jantung. Temuan-temuan klinis pada
penggunaan valsartan membutuhkan penyelidikan lebih lanjut dan eksplorasi
mengenai potensi untuk mencapai kemajuan dalam mengurangi kejadian morbiditas
dan mortalitas dari kombinasi kedua jenis obat ini.
Kombinasi
valsartan/amlodipine masih dalam penyelidikan sebagai terapi pada pasien
hipertensi dengan tekanan darah yang tidak terkontrol dengan monoterapi valsartan atau amlodipine, dan sebagai terapi
pengganti pada pasien yang menggunakan terapi kombinasi valsartan atau
amlodipine secara bebas.
Kombinasi
valsartan/amlodipine telah dievaluasi pada percobaan klinis pada fase lIB/III
yang melibatkan lima pusat kesehatan secara acak terkontrol pada lebih dari
5000 pasien hipertensi (tabel 2). Dua dari studi tersebut merupakan studi multifaktor
pada pasien dewasa hipertensi ringan-sedang tanpa komplikasi, dengan hipertensi
distolik essensial, dua lainnya merupakan percobaan klinis pada pasien dewasa
dengan hipertensi ringan sedang dengan hipertensi essensial tanpa komplikasi
yang tidak terkontrol secara adekuat dengan monoterapi valsartan 160 mg atau
dengan monoterapi amlodipine 10 mg.
Sisanya merupakan
percobaan klinis pada fase IIB/IIl dengan metode uji acak tersamar ganda yang secara aktif mengevaluasi profil
tingkat keamanan dari penggunaan valsartan dan amlodipine dibandingkan dengan
penggunaan ACE-i lisinopril dengan kombinsi bersama hydrochlorotiazid (HcTZ)
pada 130 pasien dewasa dengan hipertensi gawat tanpa komplikasi hipertensi
diastolik (dengan rerata tekanan darah diastolik ≥110 dan <120 10="" 180="" 2007.="" 26="" 27.6="" 2="" 31.2="" 31.8mmhg="" 43.0="" 5="" akan="" amlodipine="" analisa="" bahwa="" besar="" bila="" dan="" darah="" dari="" dengan="" diastolik="" dibandingkan="" diikuti="" dipublikasikan="" hasil="" hctz="" hoc="" ini="" keseluruhan="" klinis="" laporan="" lebih="" lisinopril="" memberikan="" menunjukkan="" mg="" minggu="" mmhg="" numerik="" o:p="" pada="" pasien="" penggunaan="" pengobatan="" pengurangan="" post="" regimen="" rerata="" sebesar="" secara="" selama="" signifikan="" sistolik="" studi="" tahun="" tekanan="" terdapat="" terhadap="" untuk="" valsartan="" yang="">120>
Amlodipine/valsartan
juga ditemukan memiliki tingkat keamanan yang dibutuhkan. Kejadian efek samping
telah dilaporkan pada beberapa pasien dengan penggunaan terapi kombinasi
valsartan/amlodipine dan lisinopril/HCTZ, dan kebanyakan efek samping tidak
terkait dengan obat dan hanya berupa keluhan hanya ringan atau sedang. Sebagai
tambahan, studi selama 6 minggu pada 42 pasien dengan hipertensi ringan sedang
menunjukkan bahwa penggunaan valsartan/amlodipine memberikan insiden kejadian
edema kaki pada 4 pasien 9.5% dibandingkan dengan pemberian monoterapi
amlodipine pada 8 pasien 19%. Edema yang terjadi terkait dengan
ketidakseimbangan antara dilatasi venula dan arterial sehingga terjadi ekstravasasi cairan. Penggunaan
kombinasi valsartan dan amlodipine dapat mengurangi angka kejadian edema dengan
menyeimbangkan dilatasi antara vena dan arteri.
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "Kombinasi Amlodipine dan Valsartan Dalam Mengatasi HIPERTENSI "
Posting Komentar