Kalau dalam doa kita mengenal doa sapu jagad, yaitu: “Robbanaa aatinaa fiddun yaa hasanatan Wafil aakhirati hasanatan Waqinaa adzaabannaar”, maka dalam pengobatan pun kita mengenal obat sapu jagad yaitu Madu yang mampu mengobati segala macam penyakit.
Bagaimana Cara Kerja Obat Sapu Jagad ini?
Manusia diciptakan Allah dengan komposisi fisik tertentu. Dalam perjalanan hidup ada elemen tubuh kita yang hilang. Elemen ini tidak diproduksi oleh tubuh sendiri dan TIDAK TERGANTIKAN oleh zat gizi dari makanan kita.
Akibat KEHILANGAN ini maka terjadilah KETIDAKSEIMBANGAN di dalam tubuh kita. Padahal Allah SWT dalam menciptakan segala sesuatu di seluruh alam ini selalu DALAM KESEIMBANGAN sesuai dengan firmannya dalam Surat Al Mulk ayat 3:
Ï%©!$# t,n=y{ yìö7y ;Nºuq»yJy $]%$t7ÏÛ ( $¨B 3ts? Îû È,ù=yz Ç`»uH÷q§9$# `ÏB ;Nâq»xÿs? ( ÆìÅ_ö$sù u|Çt7ø9$# ö@yd 3ts? `ÏB 9qäÜèù ÇÌÈ
“Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang, maka lihatlah berulang-ulang adakah kamu melihat sesuatu yang tidak seimbang?”
Mengacu pada ayat-ayat di atas, jelaslah kondisi tubuh kita yang tidak seimbang akan menyebabkan terjadinya berbagai penyakit. Makin tua makin banyak kehilangan. Makin terganggu keseimbangan makin banyak penyakit yang diderita oleh orang tua.
YANG DAPAT MENGOREKSI KETIDAKSEIMBANGAN HANYALAH MADU karena didalamnya mengandung KOREKTOR TOTAL.
Dengan koreksi total atas ketidakseimbangan, tubuh manusia akan kembali dalam keadaan seimbang (sehat). Kekuatan utama efek TERAPEUTIK madu terletak pada REGENERASI SEL-SEL TUBUH sehingga tubuh kembali pada keadaan SEHAT OPTIMAL.
Tubuh manusia tersusun atas sel-sel. Bila semua sel tubuh sehat, maka tubuh pun juga sehat. Sebaliknya apabila sekelompok sel tidak sehat, maka tubuh pun akan menjadi sakit.
Peran madu diperlukan untuk merehabilitasi sel-sel yang sakit menjadi sehat kembali hingga kesehatan tubuh secara keseluruhan menjadi pulih. Sel sehat adalah suatu kondisi seimbang sesuai yang dimiliki manusia ketika dilahirkan. Bila terjadi kehilangan unsur-unsur pembentuk sel maka sel menjadi tidak sehat.
Madu Adalah Korektor Total Ketidakseimbangan Ini
Proses penyembuhan dengan madu akan memakan waktu tetapi sifat penyembuhannya KAUSAL karena terjadi koreksi total.
Bila seseorang telah terbiasa minum Madu secara teratur, kondisi sel-sel tubuhnya akan dalam keadaan SEHAT, BUGAR, INTAK (tidak cacat). Sehingga bila terserang bibit penyakit tidak akan sampai fatal akibatnya. Sesuai dengan Hadits Nabi Muhammad SAW “Barang siapa menjilat madu dengan air liurnya sebanyak tiga kali makan pagi setiap bulannya, dia tidak akan terkena bencana (penyakit yang berat)”.
Sebaliknya apabila seseorang tidak pernah minum madu secara teratur, maka sel-sel tubuhnya akan rapuh dan mudah rusak, sehingga bila terserang bibit penyakit akan menimbulkan penyakit yang berat. Hal ini menunjukkan bahwa MADU memiliki peran terhadap PENCEGAHAN penyakit seperti VAKSIN. Pada kondisi sakit berat, maka diperlukan obat-obatan modern untuk dapat keluar dari kegawatan. Karena madu bekerja pada basis proses rehabilitasi, maka proses penyembuhannya dapat memakan waktu hingga ±1 tahun. Seperti yang dikatakan Dr. Bernard Jensen dari Escudeido, California sebagai berikut:
“Janganlah anda berharap manfaat sebelum mengkonsumsi Bee Pollen selama satu tahun, namun jangan terkejut bila anda sudah merasakan sebelum waktu tersebut”.
Pengalaman menunjukkan bila ketidakseimbangan belum terlalu parah dan lama, sehingga belum sampai menimbulkan kelainan-kelainan anatomik (masih dalam tahap kelainan fungsional), maka rehabilitasi akan dapat berlangsung sangat cepat.
Madu korektor total terhadap kondisi fisik yang tidak seimbang, karena madu adalah satu-satunya zat yang diwahyukan di dalam Al-Qur'an. Disamping madu Allah menciptakan pula banyak obat “Korektor Parsial” hal ini banyak dijumpai di Hadits Nabi antara lain:
1. JAMUR (Cendawan), termasuk golongan manna, dan airnya menjadi penyembuh sakit mata (HR. Bukhari dan Muslim). Jadi jamur bisa menyembuhkan penyakit mata akan tetapi tidak dapat menyembuhkan segala penyakit seperti halnya madu.
2. JINTAN HITAM (dari tumbuhan Caraway), Rasulullah SAW bersabda: “Hendaknya kamu perhatikan jintan hitam ini, maka sesungguhnya didalamnya terdapat bahan penyembuh untuk sesuatu penyakit kecuali kematian (HR. Bukhari). Pernyataan perlu didukung oleh hasil penelitian para ahli Farmokologi dan kedokteran Islam untuk menguatkan kebenaran Hadits ini.
D. Kesimpulan
Kesimpulan dari kajian Urine sebagai Obat
1. Berdasarkan uraian diatas dapat kamu simpulkan bahwa “Pengobatan suatu penyakit dengan menggunakan urine boleh dilakukan dengan catatan setelah berusaha berobat secara medis sudah dilakukan tetapi belum ada hasilnya. Pengobatan ini dilakukan demi untuk mempertahankan hidup seseorang.
2. Tidak Boleh sesuai dengan Hadits Nabi Muhammad SAW yang artinya: “Allah tidak menciptakan obat dari barang yang diharamkan”.
Kesimpulan dari kajian Obat Ciptaan Tuhan yang Maha Berilmu
1. Madu adalah makanan bergizi tinggi yang mempunyai daya Terapeutik mengagumkan yang terletak pada Trace Element. Sesuatu yang tidak diungkapkan ilmunya oleh Allah.
Di dalam Trace Element ini terdapat Zat Korektor Total yang mampu mengembalikan keadaan yang tidak seimbang menjadi seimbang. Sehingga madu merupakan Zat Penyembuh Secara Kausal untuk semua penyakit.
2. Menggunakan madu produk HIGH DESERT (menggunakan metode ilmiah yang canggih yang telah dipatenkan dalam pemrosesan madu) kita mendapatkan 4 manfaat:
§ Gizi yang tinggi nilainya
§ Profilaksi untuk pencegahan tanpa harus vaksinasi
§ Efek Terapeutik yang sangat efektif
§ Tanpa efek samping yang membahayakan tubuh.
3. Untuk dapat hidup sehat yang kita dambakan, perlu ditempuh hal-hal sebagai berikut:
§ Zikir dalam artian yang luas dan teratur
§ Madu HIGH DESERT disertai doa memohon kepada Allah SWT
§ Berolah raga secara teratur
4. Perlu merubah Sikap Yang Keliru, yaitu: menerima obat-obatan buatan atau temuan manusia dan menolak obat buatan Tuhan yang penuh kelebihan dan manfaat.
5. Benarkah bila kita sebagai seorang muslim membolehkan urine sebagai obat setelah berusaha berobat secara medis tetapi belum ada hasilnya demi untuk mempertahankan hidup seseorang, sedangkan saat ini telah ditemukan khasiat madu ditinjau dari ilmu kesehatan yang lebih cocok sebagai obat sapu jagad?
Belum ada tanggapan untuk "Obat Sapu Jagad "
Posting Komentar