Pentalaksanaan hipertensi terkini berdasarkan tuntunan European Guidelines merekomendasikan bahwa tekanan darah pada pasien hipertensi harus dikurangi hingga di bawah 140/90 mmHg, dengan target yang lebih ketat tekanan darah dibawah 130/80 mmHg pada pasien-pasien yang memiliki beberapa faktor resiko seperti diabetes atau gagal ginjal. Berdasarkan tuntunan ESH (European Study of Hypertension) dan ESC (European Study of Cardiology) direkomendasikan untuk memulai pemberian antihipertensi tidak hanya berdasarkan pengukuran tekanan darah saja, akan tetapi juga berdasarkan adanya resiko kardiovaskuler, termasuk pada orang-orang dengan tekanan darah normal-tinggi (130-139/85-80 mmHg) disertai dengan beberapa faktor resiko.
Pada pasien dengan resiko tinggi, pencapaian penurunan darah yang cepat merupakan salah satu faktor klinis yang penting. Hal ini didukung dengan analisa data pada percobaan VALUE (Valsartan Antihypertensive Long-term Use Evaluation). Pada studi tersebut, pasien dengan hipertensi yang memiliki beberapa faktor resiko kardiovaskuler mendapatkan penggantian terapi dari terapi hipertensi awal untuk mendapatkan terapi baru dengan regimen dosis valsartan atau amlodipine. Tujuan utamanya adalah untuk menurunkan angka morbiditas dan mortalitas karena kelainan jantung. Sebuah analisis dilakukan pada seluruh pasien dengan perbandingan studi kohort yang membandingkan antara pasien yang mendapat terapi sedini mungkin ”immediate responders” dan pasien yang mendapat penundaan terapi "delayed responder”. Perespon cepat didefinisikan sebagai pasien yang tidak mengalami peningkatan tekanan darah 1 bulan setelah pergantian regimen terapi, atau dengan penurunan tekanan darah sistolik pada saat 1 bulan sebesar 10 mmHg atau lebih. Pada analisa ini, perespon cepat memiliki
penurunan resiko kejadian jantung, stroke, atau kematian yang signifikan dibandingkan dengan kelompok perespon lambat (Gambar 1).
Data-data lebih lanjut yang mendukung hubungan antara waktu yang dibutuhkan untuk mencapai target tekanan darah dan klinis kardiovaskuler ditunjukkan dalam data percobaan Syst-Eur (Systolic Hypertension ill Europe), yang menunjukkan bahwa pada kelompok pasien yang menerima terapi secara aktif (Immediate Antihypertensive Treatment) memiliki faktor resiko stroke (-28%) dan komplikasi kardiovaskuler (-15%) yang lebih rendah, bila dibandingkan dengan pasien yang hanya menerima plasebo (delayed treatment). Studi ini menunjukkan dukungan yang kuat terhadap hipotesis bahwa pengaturan yang cepat dari tekanan darah mengurangi angka kejadian komplikasi kardiovaskuler. Oleh karena itu, terdapat hubungan yang kuat antara pemberian antihipertensi sedini mungkin dengan pemilihan jenis antihipertensi yang mempengaruhi penurunan tekanan darah secara cepat.
Adanya pengaruh dari berbagai macam faktor terhadap kejadian hipertensi menunjukkan bahwa secara umum pada kebanyakan pasien hipertensi memerlukan terapi obat antihipertensi sedikitnya dua macam jenis obat untuk mencapai target tekanan darah yang dikehendaki, terutama pada jenis obat yang digunakan diatas. Strategi pengobatan ini dianjurkan oleh berbagai tuntunan terapi hipertensi, termasuk oleh ESH-ESC, yang memberikan pernyataan bahwa ”untuk mencapai target tekanan darah yang dikehendaki pada proporsi populasi yang besar maka akan diperlukan kombinasi terapi obat hipertensi lebih dari satu obat.
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk " Penatalaksanaan Terapi Hipertensi (European Treatment Guideline) "
Posting Komentar