Pola pengobatan yang tidak rasional adalah pola
pengobatan yang tidak mengikuti kaidah pengobatan rasional. Dari berbagai
studi, bentuk utama IRUD adalah:
-
polifarmasi (pemberian beberapa obat sekaligus pada saat yang
bersamaan pada kondisi yang tidak memerlukan beberapa obat sekaligus)
-
pemberian antibiotika yang berlebihan
-
pemberian steroid yang berlebihan
-
tingginya tingkat pemakaian obat non generik
-
tingginya tingkat pemakaian obat injeksi
-
tingginya tingkat pemakaian “obat” yang sebenarnya tidak
dibutuhkan (off label use). Termasuk di dalam kategori off label use adalah
pemberian antibiotik untuk infeksi virus seperti diare akut dan ISPA, pemberian
steroid untuk batuk pilek ISPA. Contoh lain misalnya, pemberian suplemen,
vitamin, antihistamin untuk common colds/flu, bronkodilator untuk batuk pada
ISPA, dsb nya.
Anak
merupakan populasi yang paling terpapar pada obat – pada banyak obat (polypharmacy)
dan kepada antibiotik. Tiga kondisi yang
paling sering diterapi dengan antibiotik adalah demam,
radang tenggorokan, dan diare. Padahal
ketiganya itu umumnya disebabkan oleh infeksi virus.
Peran
konsumen sangat besar dalam rangka mewujudkan pola pengobatan yang rasional. Konsumen yang rasional merupakan “sumber
tenaga” untuk membantu proses reformasi dunia
kedokteran. Milikilah pengetahuan dasar kesehatan dan diskusikanlah dengan
dokter anda setiap mengalami gangguan kesehatan. Untuk memperkuat bargaining
power, bawalah artikel terkait. Ajukanlah
minimal tiga pertanyaan:
1.
Apa penyebab
gangguan kesehatan yang tengah dialami?
2.
Apa yang harus saya
lakukan?
3.
mengapa harus
melakukan itu semua? Kapan saya harus cemas dan menghubungi dokter?
Bertanyalah setiap kali anak diberi resep. Ask
as many questions as you need. Tanyakanlah:
- Apakah anak saya
benar-benar memerlukan obat?
- Obat apa saja yang diberikan? Mengapa sebanyak itu? Apa kerja
masing-masing obat?
- Apakah ada interaksi antara setiap obat?
- Apa efek samping yang mungkin terjadi? Apa yang harus diamati?
Bagaimana mencegah terjadinya efek samping? Apa yang harus saya lakukan
bila terjadi efek samping?.
Kedua, komunikasikanlah perkembangan kondisi anak
ke dokter anda. Termasuk bila anda mencurigai terjadinya reaksi akibat obat. Bekal
pengetahuan, kekritisan, akan melindungi anak dari polifarmasi & antibiotic
overuse.
PROTECTING YOUR CHILD
FROM IRUD
Sebagai orang tua, sebagai konsumen, kita punya
hak dan punya kewajiban. Hak atas keamanan, kenyamanan, dan hak untuk
memperoleh layanan terbaik, hak untuk memperoleh informasi yang obyektif.
Kalian juga jangan melupakan kewajiban kita, kewajiban untuk mencari informasi
yang obyektif, kewajiban untuk membina kemitraan dengan dokter kita. Secara
sederhana, bantulah terwujudnya pola pengobatan rasional dengan melakukan
beberapa hal berikut ini:
• Hitung jumlah semua obat yang diberikan
termasuk jumlah yang ada di dalam puyer (semakin banyak jumlah obat, semakin
kita harus “concern”)
• Miliki kopi resep untuk arsip seandainya di
kemudian hari dibutuhkan sebagai riwayat pengobatan anak atau apabila anak
mengalami reaksi alergi/efek samping obat.
• Setiap obat (setiap baris obat di resep),
tanyakan 5 hal berikut:
1. Apa kandungan aktif nya
(generiknya)
2. Apa indikasi
pemberiannya. Bagaimana mekanisme kerjanya
3. Apa risiko efek
sampingnya
4. Apakah ada alternatif
selain obat ini (mis harus obat?, bagaimana dengan generiknya?)
5. Bagaimana cara
pemberiannya
• Berkonsultasilah dengan
ahli farmasi perihal kemungkinan interaksi obat.
• Beritahu DSA apabila anak tengah mengkonsumsi
obat lain, tengah menderita penyakit lain, atau tengah mengkonsumsi produk herbal,
suplemen atau” obat” tradisional. Kesemuanya
bisa saja berinteraksi dengan obat yang akan diberikan DSA.
MILIKI PENGETAHUAN PERIHAL
BERBAGAI OBAT-OBATAN YANG SERING DIBERIKAN KEPADA ANAK ANDA.
Take Medications Safely
Berikut ini panduan untuk orang tua untuk mengurangi
kemungkinan kesalahan pemberian obat. Berbagai instruksi ini dapat dibaca di
berbagai web terkemuka yang kredibel. Ini menunjukkan bahwa semua pihak sangat
concern perihal anak dan perihal anak yang harus memperoleh obat.
-
Baca petunjuk pemakaian obat, baca instruksi di label
obat di tempat terang untuk memastikan agar anda tidak sedang salah membaca.
-
Baca label instruksi pemberian obat sebelum membuka botol
obat, sesudah mengambil sejumlah dosis yang dibutuhkan, dan sekali lagi sebelum
memberikan obat kepada anak.
-
Simpan obat di tempat yang aman, yang tidak dapat
dijangkau anak. Jangan menaruh lemari obat di kamar mandi karena kelembaban kamar
mandi bisa merusak obat.
-
Berikan dosis yang tepat, akurat, berdasarkan usia, berat
badan, atau tanya dokter.
Konsumen yag cerdas dan well
informed merupakan mitra yang menyenangkan. Pesan tertulis di buku panduan
kesehatan anak Royal Children’s hospital Melbourne: With the enormous explosion of our knowledge about and
use of pharmaceuticals, we need more than ever to get the right medicine to our
sick children and ensure they receive the best and safest pharmaceutical care
possible.
Belum ada tanggapan untuk "POLA PENGOBATAN TIDAK RASIONAL (IRUD)"
Posting Komentar