Kepercayaan Mistik bisa ketahui sejak abad dua belas pada waktu agama Hindu dan agama Buddha paling berpengaruh. Kepercayaan mistik masih hidup selama proses Islamisasi pada akhir abad tiga belas tetapi bentuknya berubah untuk menyesuaikan dengan agama ini yang baru. Pada akhir abad sembilan belas kepercayaan ini mulai dianggap dengan sengaja sebagai simbang budaya Indonesia (Mulder 1998:72). Kecenderungan ini bisa dilihat sebagai jawaban terhadap penjajahan. Yaitu, ada kecenderungan untuk masyarakat tertentu untuk memperkuatkan budaya pribumi atau menciptakan identitas yang melawan identitas penjajah.
Di Jawa kecenderungan ini terlihat sebagai pengakuan kepercayaan mistik sebagai bagian dari budaya Jawa. Sifat ‘spiritualisme’ dinilai penting sekali dari pada ‘materialisme’ – sifat yang diasosiasikan dengan seorang Belanda. Pada saat ini, ada keinginan bersama masyarakat Belanda untuk mengalami kepercayaan yang bersifat hal ‘ghaib’ serta hal ‘mistik’. Oleh karena itu, kepercayaan Mistik tumbuh dengan semangat dan masih hidup dengan kuat sampai masa ini (Mulder, 1998:72-74).
Analisis
Bisa dilihat bahwa pendapat mistik terhadap kehidupan pada umumnya membentuk dasar-dasar pola-pikir pengobatan supranatural. Ini karena dari pendapat orang yang berbudaya mistik, setiap tindakan yang dilakukan manusia saling berpengaruh. Yaitu, kalau satu orang berperilaku yang jahat lalu ini bisa menyebab akibat yang buruk untuk orang lain (Abram, :2). Proses menyembuhkan membutuhkan kesiembangan atau mendapat hubungan rukun di antara dunia spiritual dengan dunia manusia (Bakker 1993:41). Dari wawasan ini, bisa dikirakan bahwa peran dukun supranatural untuk memastikan bahwa tetap ada hal ‘rukun’ dalam masyarakat lewat mengeluarkan tidakkesiembangan yang akibat perilaku yang jahat. Seorang dukun bisa mememuhi peran ini lewat mengobati korban yang bermilik ketidakkeiembangan seperti kerasukan mahkluk ghaib. Yang mana cara dipakai tergantung pada jenis dukun. Kedua-duannya berupaya menghilangkan pengaruh buruk ini supaya masyarakat bisa hidup dalam keadaan yang ada hal rukun’.
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "Sejarah kepercayaan Mistik "
Posting Komentar