Kebatinan ialah jenis pengobatan dan latihan yang asli Jawa. Ahli kebatinan sangat berbau mistik dan mengakui bahwa setiap orang mempunyai ‘batin’ dan ‘lahir’. Kebatinan sebagai mana dijelaskan Mulder ialah tata di dalam seorang yang berkembang ‘rasa’ dan keadaan damai di dalamnya (Mulder 1998:51). Untuk tujuan ini ahli Psikologi berpercaya bahwa latihan kebatinan dipergunakan untuk kesehatan mental (Mulder 1998:53). Seseorang yang berlatih kebatinan memiliki peran utama untuk menghilangkan ketidakkesiembangan dalam masyarakat supaya keadaan ‘rukun’ bisa didapat. Dari wawasan kebatinan ini ada dua jenis energi dalam kehidupan, yakni ‘energi yang positip’ dan ‘energi yang negatip’. Sumber-sumber energi negatip berasal dari situasi yang tidak ada ‘keseimbangan’. Menurut pendapat ini keadaan ‘rukun’ itu dirusakkan perasaan yang jelek. Perasaan negatip itu melawan kualitas-kualitas kepribadian halus seperti berikut; kesabaran, penerimaan, kerendahan hati, pengetahuan diri sendiri dan kesopanan (Mulder 1998:69). Masyarakat seharusnya dilindungi dari seseorang yang tidak menyetujui perasaan ini, yaitu bersifat jelek (Mulder 1998:62).
Wawasan Bapak Hozmanto Terhadap Kesehatan dan Penyakit
Menurut pendapat Bapak Hozmanto kalau seseorang berkualitas yang melawan kualitas yang tadi dijelaskan kemudian energi negatip akan menimbulkan dalam masyarakat. Misalnya seorang yang menyebabkan timbulan energi negatip itu seorang yang suka menjadi marah, berpikiran yang jelek atau bergaya berbicara yang gunjingan buruk. Kalau masuk rumah tetangga kemudian energi negatip itu bisa menyebarkan dan menghancurkan orang-orang lain. Hati-hati orang itu dan hati-hati orang yang dipengaruhinya. Katanya, situasi ini disebabkan seorang yang tidak menjaga ‘lahir’ dan ‘batin’ dan akibatnya menarik roh yang jahat. Energi negatip itu bisa mempengaruhi kesehatan mental/psikologis seorang dan perilakunya. Dalam kepercayaan mistik semua sumber kehidupan berhubungan yang saling berpengaruh. Karena itu, kejahatan satu orang bisa mempengaruhi orang-orang lain. Misalnya, beberapa tahun yang lalu ada lampu mati selama tiga bulan. Energi negatip ini terasa Bapak Hozmanto yang menurut pendapatnya berasal dari kesalahan seorang penduduk di kampungnya. Sesudah dia mengeluarkan energi negatip ini semua lampu dihidupkan lagi.
Bapak Hozmanto percaya bahwa kalau ada sifat dunia yang tidak bisa kelihatan, ini bukan bermaksud bahwa sifat ini tidak nyata. Terus kalau ada penyebab penyakit yang tidak nampak kemudian gejala-gejalanya tidak selalu nampak juga. Karena itu penyebab ini harus diobati dengan kekuatan-kekuatan yang tidak nampak, yaitu pada tingkat yang sama. Wawasannya terhadap kesehatan tidak semata-mata terlibat dengan sifat-sifat yang fisik. Kesehatan dipengaruhi bidang energi yang mengilingi setiap orang. Bapak Hozmanto memberi contoh “listrik itu apa? Listrik itu satu nama yang diberikan pada daya kekuatan yang tidak nampak”.
Demikian pula, fenomena ini dieksplinasikan oleh Drs Maryanto, seorang guru Tenaga Dalam sebagai “peristiwa dalam tubuh merupakan perisitwa listrik” (Maryanto 1991:10). Medan elektromagnetik itu mirip bidang energi yang mengilingi tubuhnya. Medan ini berisi energi negatip serta energi positip. Katanya “Gangguan apa pun kesiembangan energi-energi ini dapat ditimbulkan penyakit dan sama dapat menimbulkan gejala-gejala penyakit” (Maryanto 1991:81). Ini karena pemasukkan energi negatip itu sifat yang merusak, menghancurkan, membunuh. Energi negatip itu dilihat sebagai pengaruh dari setan dan adanya terlihat lewat perubaan perilaku yang bisa mengilakan seorang dan perasaan lemah. Untuk alasan ini perlatihan kebatinan bisa berdampak berbahaya untuk seorang pelatih yang kurang berlatih atau tidak memiliki keahlian kebatinan. Pada pihak yang lain energi positip itu memberi energi, menghidupi dan menyegarkan seorang.
Melalui latihan-latihan seperti Satria Nusantara seseorang bisa mengatur atau menyiembangkan jenis energi berdua diri sendiri. Yaitu “lewat pengolahan gerak, nafas dan konsentrasi”. Dalam kata-kata Bapak Hozmanto orang yang kena ‘energi negatip’ harus berpuasa dengan kuat supaya nanti bisa dihilangkan. Akibatnya bisa kembali normal lagi seperti manusia, bukan setan. Walaupun seorang itu tidak dapat menyembuhkan diri sendiri dia sekarang lebih membuka terhadap pengetahuan ahli kebatinan. Kalau tidak ada keinginan keras oleh pasien itu tidak bisa disembuhkan. Dia berpikir bahwa hubungan di antara pasien sesama dukun harus cocok.
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "Apa Saja Kebatinan"
Posting Komentar