Dalam proses mengeluarkan, energi negatip ternyata pelatih lewat tangan kiri dan energi positif ternyata melalui tangan kanan. Setiap jenis energi bisa diradiasi aura seseorang. Aura dijelaskan merupakan meta-energi yang mengelilingi materi, yaitu tubuhnya. Bapak Hozmanto menuntut bahwa dia bisa melihat aura ini yang bisa dilihat sebagai warna yang membayangi seseorang. Setelah Bapak Hozmanto berkenalan dengan seseorang dia tahu dengan segera kalau orang itu memiliki energi negatip atau tidaknya. Kalau dia berjabat tangan seorang yang bersifat energi negatip kemudian tangannya sendiri akan menolak tangan seseorang tersebut. Ini karena Bapak Huzmanto mempunyai kepekaan terhadap energi dan kekuatan-kekuatan lain yang tidak nampak. Ini bisa lebih terasa oleh dia sebagai akibat. Pelatih mencoba memakai kekuatan batin lewat tangannya untuk menyeimbangankan tingkat energi lagi. Dalam penjelasannya tentang cara pengeluarannya dia memberi contoh. Dia meminta roh yang jahat kemudian mengeluarkannya.
Pertama-tama Bapak Hozmanto mengarahkan tangannya dengan muka tangan membuka di depan dadanya ke arah saya. Dengan matanya lebar dan terfokus dia mencari untuk energi negatip. Tangannya mulai bergerak dengan gaya berombak ’dan badanya berperilaku seperti ada sesuatu yang berjuang melawannya, sesuatu yang kuat sekali. Dia membuat bunyi hewan supaya menakutkan roh yang jahat.
Salah satu rumah tetangga Bapak Hozmanto yang bernama Ibu Kris bercerita mengenai pengalamannya dengan pengaruh setan yang menduduki rumahnya. Dia menyatakan bahwa hampir setiap penduduk kampung menuntut bahwa pernah melihat bentuk mahkluk ghaib di rumahnya. Akibatnya dia meminta bantuan Bapak Hozmanto untuk memakai kekuatan-kekuatannya untuk mengeluarkan mahkluk-mahkluk jahat. Pengalamannya seperti berikut.
Setelah Bapak Hozmanto memasuki rumahnya perilakunya berubah dengan segera. Kelihatannya menyerupai harimau. Dia membuat bunyi keras seolah-olah bunyi raung dan segala gerakkannya mirip bentuk hewan ini, (harimau). Memang semua penduduk kampung ingin tahu apa yang membuat keributan. Kemudian Bapak Hozmanto membuang pengaruh yang jahat ke dalam sungai.
Sesudah peristiwa ini disarankan Ibu Kris memberi 130 ribu rupiah kepada BaBapak Hozmanto untuk minyak khusus. Minyak ini diteteskan di mana-mana di dalam rumahnya. Juga disarankan Ibu Kris menyimpan bambu kuning dan gigi babi supaya menolak roh jahat kalau itu ingin kembali lagi.
Bapak Hozmanto menggambarkan proses mengeluarkan ini merupakan perang di antara energi negatip dengan energi positip. Energi negatip tidak ingin dikeluarkan maka menolak sesuatu yang mencobanya. Kalau ada perang yang berat pasien harus ke Bapak Hozmanto beberapa kali dan diberi air yang disegarkan oleh energi positip dua atau tiga kali. Seseorang bisa berkena pengaruh santet di mana-mana yang tidak ada daya. Kalau ada daya kemudian setan pulang lari. Kalau pasien berdo’a dia akan menjadi lebih kuat karena sekarang ada daya. Pelatih kebatinan menjadi capai sekali setelah proses pengeluaran dan kekurangan energi positip pada akhir prosesnya. Kalau sumber energi positip kosong lalu pelatih tidak bisa menyembuhkannya. Dia harus membarui tingkat energinya supaya energi positip bisa mengembalikan tenaga lagi.
Ada banyak lengkah yang dipakai Bapak Hozmanto untuk mendapat energi positip. Minyak, diminum untuk kakak diri, supaya dia tidak diserang energi negatip. Dia harus berpuasa untuk menjadi kuat dalam batin dan psikos. Maksudnya, pelatih tidak boleh makan, minum atau tidur dengan cukup untuk kurang-lebih tiga puluh hari. Dia harus mengulangi proses ini kapan waktu dia ingin meningkatkan kekuatannya. Ada cerita dari pelatih kebatinan yang diwawancarai studi lapangan ini yang pernah berpuasa untuk seribu hari. Dia menyatakan bahwa walaupun tubuhnya kurus, dirinya dengan secara total jauh lebih kuat. Pelatihan ini penting sekali untuk melatih kebatinan karena tindakan mengeluarkan setan atau energi negatip melelahkan tubuhnya dan sifat dirinya yang lain. Ada kutipan dari Posmo, edisi 290 yang meringkaskan pikiran pokok kebatinan ini.
“Jika raga santapannya berupa beraneka macam makanan dan minuman, maka santapan bagi jiwa adalah ilmu dan ibadah” (Ngariono 22.11.04:2)
Bapak Hozmanto juga memiliki dua kris kuno yang berumur 400 tahun
[1]. Alat-Alat mistik ini dikuasai kekuatan-kekuatan hal ghaib. Memang alat-alat ini sangat berkuasa. Dalam kata-kata Bapak Hozmanto kalau ada orang yang ingin menembak pemilik kris, alat itu akan menolak peluru untuk melindungi pemilik. Walaupun kekuatan kris bisa melindungi seseorang pemilik itu juga bisa dipakai untuk tujuan merasukkan. Ini tergantung pada tujuan pemilik, apakah tujuan baik atau jahat. Bapak Hozmanto menyimpan kris ini untuk menjaga dirinya saja.
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "Pengalaman Cara-Cara Menyembuhkan "
Posting Komentar