Keadaaan
kesehatan menurut pendapat Ibu Hasanal adalah keadaan yang tergantung pada
pola-pikir atau psikologi. Kalau orang
berpola-pikir yang selalu tersebar ke sana
ke sini kemudian dirinya baik rohani maupun jasmani menjadi lemah. Akibatnya tubuh seorang itu bisa lebih mudah
kena penyakit. Ada dua jenis penyakit, jenis yang dibuat
manusia dan penyakit yang dibuat pengaruh selain manusia seperti dunia
ghaib. Penyakit-penyakit ini tadi
disebut sebagai penyakit biasa taua luar dan penyakit yang tidak biasa atau
tidak luar. Pengobatan prewengan khusus
untuk penyakit yang tidak biasa tetapi lewat pengetahuan roh dia bisa mengobati
penyakit yang biasa juga. Penyakit ini
biasanya ringan seperti sakit perut dan diobati dengan jamu, yaitu obat-obat
yang memakai bahan-bahan alami.
Kalau
orang tidak berpercaya pengobatan ini, kemudian sulit sekali disembuhi. Ini karena seorang pasien harus memiliki
perasaan yang terbuka dan sadar terhadap pengobatan ini supaya hasilnya lebih
terasa. Kalau pola-pikirnya berpercaya
kemudian dia akan menjadi lebih yakin mengenai hasilnya. Oleh sebab itu hasilnya lebih baik karena
tidak dibatasi oleh pola-pikir yang kurang yakin. Sekali lagi keadaan pola-pikir menentukan
keadaan kesehatan.
Ibu
Hasanal memberi contoh mengenai kepentingan keadaan pola-pikir untuk seorang
dan kesehatannya.
Beberapa tahun yang lalu anak Ibu Hasanal
dibunuh dalam ketabrakan sepeda motor.
Sesaat setelah tragedi ini terjadi perilaku Ibu Hasanal berubah. Dia menjadi pingsan karena kena sakit hati,
dan kesedihan. Memang kejadian ini tidak
masuk akal dari pola pikiran Ibu Hasanal.
Oleh karena itu dia tidak bisa berpikir secara lurus, pola-pikirannya
tidak bisa terus-terang, seperti selalu ada distraksi. Karena itu ada roh yang memasuki tubuh Ibu
hasanal tanpa dipanggil untuk membantunya.
Sesudah anaknya menjadi sadar bahwa ada suara roh yang berbicara dari
tubuh Ibunya, dia memberi bawang dan air putih supaya roh itu bisa
dikeluarkan. Setelah ini terjadi pola
pikiran Ibu Hasanal lebih fokus dan perilakunya seperti biasa karena dia tidak
pingsan lagi.
Pengalaman Cara-Cara Menyembuhkan
(13.09.04. Karangploso – Malang)
Pengalaman
yang akan berikut adalah wawasan cara menyembuhkan perewangan dari mata
penyusun, sebagai pasien dan pengamat.
Saya memasuki kamar yang berwangi
bumbu-bumbu tercium. Ada perempuan yang tua sekali yang menyalam
kami. Sebaru-baru dia mendengar tentang
persoalan pasien dia langsung ke kamar tidur untuk menyiapkan kemasukan roh.
Roh itu memiliki pengetahuan untuk mengobati keluhan kesehatannya. Tiba-tiba kami disuruh berkenalan lagi ibunya
dalam kamar tidur seolah-olah kami belum dikenalkan baru beberapa menit yang
lalu. Memang kelihatan dan kehadiran
pribadi dukun berubah. Sekarang dia
memakai Pakaian yang bergaya laki-laki adat seperti sarong yang terbuat dari
batik coklat dan kemeja coklat. Tidak
hanya Pakaian yang bergaya laki-laki, tetapi manerismsnya juga. Dia duduk dengan lututnya berjarak yang luas,
dia berbicara dangan keras sambil merokok.
Dia hanya memakai Bahasa Jawa dengan logat yang kuat. Dia mulai bercerita mengenai keluarganya dan
kehidupannya sepanjang ratusan tahun.
Aroma
kemenyan menarik perhatian mahkluk-mahkluk dari dunia ghaib supaya proses
kemasukan roh lebih mudah dan lebih cepat.
Data-data yang berikut termasuk perincian latar-belakang pribadi roh
yang merasukan tubuh Ibu Hasanal.
1.
Kakak Suryongawonggo
2.
Kakak Usman Hadiwinota
3.
Kakak Saimin - kepala Perang
4.
Kakak Degul Mulyono – wong Duwur
5.
Kakak Mulyadi.
Usianya:
928 tahun
Setelah pasien ditanyakan mengenai
keluhan kesehatan, dia meletakkan satu daun sirih di atas daun sirih yang
lain. Dia membisikan sesuatu kemudian
membuka daunnya. Dia memandang dengan
mendalam kepada daun, seolah-olah jawaban tercatat di dalam daun. Akhirnya dia menyampaikan informasi yang
kelihatannya tidak nampak dari mata pasien.
Lalu, dukun menulis sesuatu yang seperti pesona pada sepotong kertas
dalam bahasa seperti bahasa Arab. Dia menyarankan pasien untuk meletakkan
kertas ini di bawah bantal sambil tidur
beserta minum potongan bambu yang direbus dalam air. Kalau ini dilakukan keluhan kesehatan itu
akan hilang, katanya. Dengan segera kami
tinggalkan dukun itu dari rumahnya supaya dia bisa melakukan proses
mengeluarkan roh. Setelah dukun ke luar
kamarnya, dia tidak ingat pengalaman yang tadi terjadi. Sekarang dia kembali lagi sendiri tetapi
kelihatanya lebih capai.
Anaknya
harus memberi bawang dan air putih kepada Ibu Hasanal supaya mendorong
pengeluaran roh dari tubuhnya. Anaknya
tahu kapan ini harus dilalukan karena roh meminta bahan-bahan ini waktu siap
untuk pergilah lewat mulut Ibunya.
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "Wawasan Ibu Hasanal Terhadap Kesehatan dan Penyakit"
Posting Komentar