Bapak Rofik ialah seorang dosen di Universitas Muhammadiyah (UMM) di fakultas Kedokteran. Dia pernah menulis artikel mengenai pengobatan supranatural di daerah Madura. Dia bukan semata-mata pengamat pengobatan supranatural tetapi pelatih ‘tenaga dalam’ juga. Bapak Rofik tidak menganggap pengobatan tenaga dalam sebagai pekerjaan profesional untuk dia sendiri, yaitu untuk mencari uang, malahan dia hanya menolong teman-teman kalau sakit. Dia tidak menganggap kemampuan penyembuh sebagai akibat keturunan tetapi terlihat sebagai bakat dari Allah. Bakat ini ditemukan setelah seorang mahasiswanya yang kena kesurupan jin di kampus UMM. Dia merasa kasihan kepada orang ini karena sudah diobati beberapa orang spiritualis tetapi tidak menjadi sembuh maka dia menyembuhkan.
Apa Saja Tenaga Dalam
Dari wawasan Maryanto, tenaga dalam ialah “hasil dari pengaturan tata listrik/energi dalam tubuh. Kemudian ini menghasilkan medan elektromagnetik yang mengelilingi tubuhnya” (Maryanto 1991:82). Bapak Rofik memakai tenaga dalam ini untuk mengobati korban ‘sakit raga’ dan ‘sakit jiwa’. Korban sakit raga itu seorang yang menderita dari penyakit luar seperti sakit perut atau sakit kepala. Pada sisi lain, korban sakit jiwa, itu seorang yang kesurupan ‘jin’, yaitu mahkluk dari dunia ghaib. Mahkluk ini bersifat jahat dan sering dinamakan ‘setan’. Jin bisa suka bersembunyi di dalam masyarakat khusunya di kelaminan wantia dan laki-laki. Seseorang yang kena penyakit jiwa mengalami perubahan perilakunya, kekurangan energi dan kesehatan umum yang kurang baik. Jin ini ditarik perilaku manusia yang jahat atau kurang ‘sadar’.. Kalau seorang kurang sadar, dia tidak sengaja membuka pintu tubuhnya, terus jin bisa lebih mudah masuk.
Wawasan Bapak Rofik Terhadap Kesehatan dan Penyakit
Bapak Rofik menganggap ‘kesehatan’ sebagai sesuatu yang dapat dikontrol seseorang lewat perilaku, penjagaan kesehatan raga dan penjagaan jiwanya. Kesehatan berisi tiga faktor-faktor yang berikut; fisik, rohani dan mental atau raga, jiwa dan mental. Sifat fisik tidak selalu berhubungan dengan rohani dan mental. Dari wawasan ini, jenis penyakit fisik bisa diobati dengan cara tersendiri dari jenis penyakit yang lain. Lagi pula ada mahkluk di luar dunia manusia yang bisa menyebabkan dampak pada kesehatannya. Ada bareneka macam mahkluk dan hubungannya berbeda dengan manusia. Karena itu, setiap bentuk mahkluk bisa mempengaruhi manusia secara berbeda. Seperti pemandangan mistik, Bapak Rofik menggambarkan kehidupan dunia/kosmos yang ada kebersamaan. Dalam gambaran ini, manusia sama ‘jin’ tinggal di satu tempat dan karena itu seseorang bisa kesurupan jin. Pada pihak yang lain, ‘roh’ dan manusia tinggal di tempat lain dan tidak bisa bertemu.
Ada empat sifat yang dianjurkan Bapak Rofik supaya seseorang dapat menghindari kesurupan jin dan tetap sehat. Cara-cara ini sepert berikut:
1. harus makan makanan yang baik.
2. Kesabaran
3. Ikhlas
4. Tidak mempunyai rasa dendam
Kesurupan jin mempunyai dampak yang menghancurkan dan bisa membawa korban. Oleh sebab itu seseorang yang kena ‘sakit jiwa’ bisa menderita gejala-gejala yang berdampak baik terhadap raga maupun jiwanya. Sifat yang kedua lebih wajar dari pada sifat yang pertama. Yang penting wajar adalah perilaku seseorang yang tidak seperti biasanya. Barangkali seseorang menjadi lebih bodoh atau lebih pandai. Mislanya ada cerita tentang seseorang dikenal Bapak Rofik yang setelah kesurupan jin dia bisa membaca bahasa Arab dari Koran. Yang aneh, sebelum saat itu dia tidak sama sekali memiliki kemampuan ini. Bukan saja tingkat kepandaian seseorang bisa berdampak tetapi juga kelakuannya. Dikatakan Bapak Rofik bahwa ada orang yang pernah menuntut bahwa dia kesurupan roh Presiden Soekarno karena dia bisa berbicara dengan gaya yang sama dengan Soekarno.
Kesehatan raga seseorang terkena jin biasanya kurang baik sebagai akibat tetapi penyebab tidak bisa ditemukan. Seorang itu kelelahan tubuhnya karena ada jin yang hidup dari tenaganya. Seorang pasien kehilangan nafsu makan dan minum atau nafsu ini bertambah-tambah. Apapun keadaan yang terjadi, raga seseorang masih menjadi semakin kurang kuat. Walaupun harus disebut bahwa gejala-gejala ini bisa bersifat ringan maupuan parah. Seseorang yang parah dianggap seseorang yang menderita depresi atau menjadi sedikit gila. Dalam situasi ini, sulit sekali untuk Bapak Rofik menolong orang ini karena sudah parah. Pada sisi lain banyak orang yang tidak sadar kesurupan mahkluk ghaib karena gejala-gejala ringan. Biasanya dalam situasi ini anggota keluarga atau teman korbannya menjadi sadar perubahan ini sebelum korban.
Pengalaman Cara-Cara Menyembuhkan
(22.10.04 Malang)
Pertama kali tenaga dalam dicoba Bapak Rofik untuk menyembuhkan dia semata-mata berbicara dengan jin di dalam mahasisiwa dari dalam batinnya (pikirannya). Dia mencoba melihat bentuk jin dengan matanya kemudian ada hubungan mata pandangan berdua. Setelah itu dia memakai tenaga tangannya untuk mengeluarkan jin dari tubuh mahasiswa, sampai kelihatan mahasiswa tubuhnya saja
[1]. Bapak Rofik menyatakan bahwa setiap dukun atau ahli mempunyai cara-cara sendirian untuk menyembuhkan. Berikut ini ialah cara-cara dilakukan Bapak Rofik seperti diamati pengalaman pribadi.
Pada tanggal 22nd Oktober saya pergi bersama Bapak Rofik ke rumah temannya untuk mengobati orang yang sakit jiwa. Pasiennya seorang remaja dan sudah sebulan dia kesakitan kelelahan dan berperilaku tidak normal. Misalnya, dia hanya mau tidur dan tidak mempunyai keinginan berpuasa pada bulan Ramadhan. Dia sudah mengunjungi berbagai macam dokter tetapi belum sembuh. Juga dia menjalani pemeriksaan darah, pemeriksaan umum seluruh badannya, serta skan badan dan hasil periksaan semuanya bahwa badannya sehat. Satu bulan telah berlalu gejala-gejala masih tetap saja hingga kakaknya mencari pengobatan alternatif seperti pengobatan ‘tenaga dalam’ yang dilatih temannya sendiri.
Ada lima bagian badan yang bisa dilihat untuk membuat jin bisa masuk ke dalam tubuh, yaitu, mata, mulut, ketiak, kemaluan dan kaki. Yang mana saja bagian atau bagian-bagian kemasukan jin, itu harus dilepaskan lewat bagian yang sama. Dalam proses mengelurakan jin, pelatih memakai ‘tenaga mata’ untuk membayangkan bentuk jin. Lalu dia memakai ‘tenaga tangan’ berupaya memaksa mengelurakan jin dari badan korban. Dalam proses ini tangan pelatih tidak menempel tubuhnya korban dengan tangannya. Dari jarak yang dekat dia membayangkan bentuk jin yang tidak nampak dengan tangannya seolah-olah dalam nyata dia menarik jin dari tubuhnya.
Waktu tiba di rumah pasien Bapak Rofik langsung ke kamar pasien dengan segera. Waktu saya memasuki kamarnya pasien bisa dilihat berbaring di kasur pojokan kamarnya. Kelihatnya seperti orang yang lupa daratan, yaitu matanya tidak bisa terfokus, dia tidak menjawab atau mengakui panggilan namanya dari keluarganya yang berkumpul di kamarnya. Bapak Rofik berdiri mengepalai pasiennya sambil membuat gerakan dengan tangannya dengan maksud menarikkan jin dari badan pasien. Sebenarnya ini nyata dari mata Bapak Rofik karena pada saat ini dia memakai tenaga mata. Kemudian Bapak Rofik memanggil jin dan menyuruh itu ke luar badan pasien. Setiap kali tindakan-tindakan ini diulangi seluruh badan pasiennya menggigil dengan giat – dari kakinya ke lengannya sampai punggungnya dilengkungkan. Citra ini seperti ada sesuatu yang berjuang di dalam tubuhnya. Akibatnya, pasien tidak bisa mengontrolikan badannya. Sepanjang terapi ini, keluarga pasien mengulangi memanggil namanya dan ibunya memegang kepalanya supaya jin terpaksa menghadapi Bapak Rofik. Nanti, waktu kejadian ditinjau kembali, Bapak Rofik menyatakan jin berbentuk ular, yang bisa dilihat tindakan badan pasien yang mengiggil dengan giat.
Setelah proses mengeluarkan jin sudah selesai, pelatih sama korban kelelahan karena energi mereka habis atau dikurangi. Pelatih kehausan, kelaparan dan harus meningkatkan tingkatan energi lewat konsentrasi.
Ketika pasien menjadi sadar diri, yaitu mengakui panggilan kepadanya, ini indikasi bahwa jin sudah ke luar. Setelah proses mengeluarkan itu pasien kelelahan dan ibunya mengulangi do’a kepadanya. Nasihat Bapak Rofik berikut bahwa pasien harus istirahat dan berupaya memiliki cara-fikir yang tidak banyak atau bersifat ketakutan. Upaya ini menghentikan kesurupan jin lagi. Memang nasihat ini penting sekali menurut Bapak Rofik karena kehadiran jin masih dirasanya di kamarnya di atas pintu depan.
Bapak Rofik yang badannya juga kelelahan meminta sebotol air dingin supaya menambah tenaga tangannya. Dia bergerak tangannya yang bergeleng sekelilingi botol sambil menutupi matanya. Bagian badan itu bagian yang bisa berhubungan dengan jin lewat tenaganya. Dia melakukan latihan ini selama lima menit kemudian memberi botolnya kepada kakak pasien untuk diminum dalam satu minggu lagi. Bapak Rofik bercanda-canda bahwa sekarang ‘harga botol tertentu ini bertambah karena mempunyai sekarang memiliki tenaga. Kemudian dia memeriksa keadaan pasien sebelum berangkat. Kelihatan pasien jauh lebih baik, dan sekarang duduk di kasur. Walaupun dia masih capai, kelihatan wajahnya sadar dirinya dan dia mempunyai kontrol badanya. Saya berangkat ke rumahnya dengan campuran perasaan takut dan perasaan luar-biasa terhadap pengalaman ini.
Ada olahraga yang khusus untuk tujuan memperkuatkan jiwa dan raga yang dilakukan Bapak Rofik, namanya ‘Sinar Putih’. Ada beberapa tingkat olahraga ini dan bisa dilakukan siapa-pun. Akan tetapi, tidak siapa-pun bisa memakai tenaga dalam untuk tujuan menyembuhkan. Seseorang yang memakai tenaga dalam untuk tujuan menyembuhkan memiliki kemampuan untuk menguncikan tempat badan khusus yang bisa dirasukkan jin. Menurut pendapat Bapak Rofik, ‘Sinar Putih’ penting sekali dalam menguatkan kemampuan ini. Sinar Putih “hanya sekedar bergerak dan bernafas saja” (Maryanto 1991:6). Tujuannya untuk menguatkan diri-sendiri supaya bisa menjadi sadar dan peka terhadap mahkluk lain.
Belum ada tanggapan untuk "STUDI KASUS 3 - TENAGA DALAM"
Posting Komentar