Bagi yang belum mengenal, lesson study bisa diartikan sebagai metoda atau pendekatan pembelajaran. Padahal lesson study bukan metoda pembelajaran, juga bukan pendekatan pembelajaran. Sebanarnya lesson study adalah model pembinaan (pelatihan) profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsif-prinsif kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunnitas belajar. Setelah membaca definisi lesson study diatas, sebagian orang mempertanyakan, apa bedanya dengan PTK (penelitian tindakan kelas) ? Jawabnya adalah dalam lesson study dapat dilakukan PTK bahkan bukan hanya PTK saja. Dalam lesson study juga dapat dilakukan penelitian pengembangan, RD (Research and Development).
A. Bagaimana lesson study berkembang di Indonesia
lesson study telah diperaktekan secara tekun dan terus menerus di Jepang sejak seabad lalu sebagai usaha peningkatan mutu pendidikan. lesson study sudah menjadi budaya sekolah-sekolah jepang terutama pada tingkat pendidikan dasar sehingga mutu pendidikan merata di Jepang, baik di kota maupun di desa. Peningkatan mutu pendidikan meningkatkan SDM (Sumber Daya Manusia) yang bermutu dan berakibat terhadap kemajuan bangsa jepang walaupun mereka tidak memiliki SDA yang banyak. Pakar-pakar pendidikan di Amerika, Eropa, dan Australia belajar lesson study dari Jepang dan mengembangkannya di negara masing-masing.
Bagaiman lesson study berkembang di Indonesia ?. pengembangan lesson study di Indonesia di awali dengan “Piloting”, melakukan inovasi pembelajaran MIPA berbasis hand-on activity, daily lofe, dan local materials di beberapa sekolah di Bandung oleh UPI (Universitas Pendidikan Indonesia), di Yogyakarta oleh UNY (Universitas Negeri Yogyakarta), dan di Malang oleh UM (Univeritas Negeri Malang) sejak tahun 2001, pada pertengahan implementasi IMSTEP (Indonesia Matematics and Science Teacher Education Project) yang didukung oleh JICA (Japan International Cooperation Agency) dan direktorat jendral pendidikan tinggi. Program piloting merupakan salah satu kegiatan dari IMSTEP. Kegiatan IMSTEP terutama dipfokuskan pada pengembangan lembaga (capacity building) universitas sasaran, anatara lain pengembangan kurikulum program pre- dan in-service dan penulisan buku untuk mahasiswa. Empat puluh judul buku dalam bidang matematika, kimia, fisika dan biologi telah diterbitkan oleh poenerbit UM Pres dan didistribusikan keseliuruh LPTK sebagai buku rujukan. Program piloting memberikan hasil positif dalam artian dapat memotivasi siswa aktif belajar. Sekolah sasaran program piloting adalah 2 SMP dan 2 SMA perkota sasaran. Sayang, partisipasi guru dalam program piloting sanagt terbatas pada 4 guru persekolah. Program IMSTEP kemudian dilanjutkan dengan program Follow-up IMSTEP yang mengembangkan model diseminasi program piloting yang diberi nama lesson study dengan melibatkan MGMP (musawarah guru mata pelajaran) matematika dan IPA dikota sasaran sehingga partisipan mencapai 30 saampai 50 guru. Selanjutnya lesson study tersebut diformulasikan sesuai dengan budaya indonesia yang didefinisikan sebagai ,odel pembinaan (pelatihan) profesi pendidik melalui kajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsif-prinsif kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar.
MIPA, Kepala sekolah dan pengawas. Perubahan-perubahan tersebut antara lain :
Keterbukaan guru untuk menerima saran perbaikan mutu pembelajaran
Peningakatan kemampuan melakukan inovasi pemmbelaajaran melalui hands-on activity, mind-on activity, daily life dan locals materials.
Peningkatan keberanian berkomunikasi baik dalam forum ilmiah nasional maupun dalam oenulisan artikel berbasis penelitian kelas dalam jurnal ilmiah.
Peran kepala sekolah dan pengawas dalam melakukan supervisi pembelajaran teraktualisasikan, dan
Peningkatan komitmen berbagai unsur pendidikan dalam peningkatan mutu pendidikan.
Manfaat program SISTEMS dirasakann pula oleh para dosen pendamping yang ditindak lanjuti dengan pembaharuan pembelajaran di Universiatas sasaran. Para dosen lebih demokratis dan lebih sabar dalam melayani para mahasiswa serta menguatamakan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa serta menguatamakan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa. lesson study juga telah diperaktikan dalam perkuuliahan di Unoversitas sasaran untuk meningkatkan mutu perkuliahan. Selain itu, pola lesson study telah diadopsi dalam pembinaaan mahasiswa melakukan PPL/PLP (Program Pengalaman Lapangan/Program Latihan Profesi) di Sekolah.
Sekarang lesson study sudah menjadi program nasional. DIKTI sedang mendiseminasikan lesson study ke seluruh LPTK dan program disemibasi sedang dikembangkan oleh tim lesson study direktorat ketenagaan DIKTI. PMPTK juga akan mendiseminasi lesson study ke seluruh kabupaten/ kota seluruh Indonesia secara bertahap. Tentunya diharapkan implementasi lesson study di Indonesia tidak dipandang sebagai proyek yang berakhir manakala proyek berakhir, akan tetapi harus dipandang sebagai kebutuhan peningkatan mutu terus menerus agar berdampak terhadap peningkatan mutu SDM Indonesia untuk kemajuan bangsa.
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "APA DAN MENGAPA LESSON STUDY"
Posting Komentar