Lesson study dapat diartikan suatu model pembinaan profesi opendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjuatan berlandaskan prinsif-prinsif kolegalitas dan mutual learning untuk membangun learning comunity. lesson study berasal dari jepang (dari kata jugyokenkyu) yaitu suatu proses sistematik yang digunakan oleh guru-guru jepang untuk menguji keefektifan pengajarannya dalam rangka meningkatkan hasil pembelajaran (Garfield, 2006). Proses sistematik yang di maksud adalah kerja guru-guru secara kolaboratif untuk mengembangkan rencana dan perangkat pembelajaran, melakukan observasi, refleksi dan revisi rencana pembelajaran secara siklus dan terus menerus. Menurut Lewis (2002) ide yang terkandung adalam lesson study sebenarnya singkat dan sederhana, yakni jika seorang guru ingin meningkatkan pembelajaran, salah satu cara yang paling jelas adalah melakukan kolaborasi dengan guru lain untuk merancang, mengamati dan mealkukan refleksi terhadap pembelajaran yang dilakukan.
Apabila kita cermati definisi lesson study maka kita menemukan 7 kata kunci yaitu pembinaan profesi, pengkajian pembelajaran, kolaboratiif, berkelanjutan, kolegalitas, mutual learning, dan komunitas belajar. lesson study bertujuan untuk melakukan pembinaan profesi pendidik secara berkelanjutan agar terjadi peningkatan profesionalitas pendidik terus-menerus. Kalau tidak dilkukan pembinaan terus menerus maka profesionalitas dapat menurun dengan bertambahnya waktu. Bagaimana membinannya ?, yaitu melakukan pengkajian pembelajaran terus menerus dan berkolaboratif. Pengkajian pembelajaran harus dilakukan secara berkala, misalnya seminggu sekali karena membangun kumunitas belajar adalah membangun budaya yang memfasilitasi anggotanya untuk saling belajar, saling koreksi, saling menghargai, saling bantu, saling menahan ego. Membangun budaya tidak sebentar, memerlukan waktu lama. Berapa\ lama waktu diperlukan untuk membangun budaya komunitas brlajar tidak ada batasan, semakin lama semakin baik. Berkenaan dengan pembelajaran, tidak ada pembelajaran yang sempurna, selalu ada celah untuk memperbaikinya, karena itu pembelajarran harus dikaji secara terus menerus agar lebih baik. Pengkajian pembelajaran dimaksudkan untuk mencari solusi untuk permasalahn pembelajaran agar terjadi peningkatan mutu pembelajaran terus menerus. Objek kajian pembelajaran dapat meliputi : materi ajar, metoda/strategi/ pendekatan pembelajaran, LKM/S (lembar kerja mahasiswa / siswa), media pembelajaran, setting kelas, dan asesmen. Mengapa pengkajian pembelajaran dilakukan secara kolaboratif ?, karena lebih banyak masukan perbaikan akan meningkatkan mutu pembelajaran itu sendiri. Menurut diri sendiri rasanya persiapan pembelajaran sudah bagus tetapi ketika mendapat masukan dari orang lain ternyata masih ada hal-hal yang bisa meningkatkan mutu persiapan pembelajaran.
Prinsif kolegalitas dan mutual learning (saling belajar) diterapkan dalam berkolaborasi ketika melaksanakan kegiatan lesson study. Dengan kaata lain, pesrta kegiatan lesson study tidak boleh merasa superior (merasa paling pintar) atau inferior (merasa rendah diri) tetapi semua pserta kegiatan lesson study harus diniatkann untuk saling belajar. Peserta yang sudah paham atau memilki ilmu lebih harus mau berbagi dengan peserta yang belum paham, sebaliknnya pesrta yang belum paham harus mau bertanya kepada peserta yang sudah paham. Nara sumber dalam forum lesson study harus bertindak sebagai fasilitator, bukan instruktur. Fasilitator harus dapat memotivasi peserta untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya agar para peserta untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya agar para peserta dapat maju bersama.
Kalau pelatihan konvensional bersifat top-down, artinya materi pelatihan sudah disiapkan dan diberikan oleh instruktur, sebaliknya pelatihan melalui lesson study bersifat bottom-up karena materi pelatihan berbasis permasalahan yang diihadapi para guru di sekolah, kemudian dikaji secara kolaboratif dan berkelanjutan. lesson study dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu tahapan pertama adalah plan (merencanakan), tahapan kedua adalah do (melaksanakan) dan tahapan ketiga adalah see (merefleksi) yang berkelanjutan. Dengan kata lesson study merupakan suatu cara peningkatan mutu pendidikan yang tak pernah berakhir (continous improvement). Berikut paparan mengenai tahapan-tahapan pelaksanaan lesson study.
Secara ringkas, gambaran umum dan tujuan utama lesson study serta hubungannya dengan dengan empat kompetensi guru yang diharapkan UU No 14 Tahun 2005 tentangg guru dan dosen, diperliihatkan dalam gambar 2.
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "Penggertian Lesson Study "
Posting Komentar