Pengelompokan askep dasar pada lansia
Aktif support personal hygiene
Pasif ® total care
Lansia potensial mengalami decubitus
Penyebab: immobilisasi, defisit jaringan lemak, defisit jaringan kolagen
Faktor intrinsic: status gizi, anemia, hipoalbuminemia, penyakit neurologik, penyakit pemb. Darah, dehidrasi
Faktor extrinsic: kurang bersih tempat tidur, alat tenun yang kusut dan kotor, defisit personal hygiene
Pengelompokan decubitus
® Derajat I: terbatas pada epidermis
Perawatan: bersihkan dgn air hangat dan sabun, lotion, masase 2-3 x/h, perubahan posisi
® Derajat II: mencapai dermis – subkutan
Perawatan: perawatan luka aseptik & antiseptik, gosok dgn es dan dihembus udara hangat bergantian, pengobatan topikal, dibalut
® Derajat III: meliputi jaringan lemak subkutan dan cekung, berbau
Perawatan: debridement, pertahankan sirkulasi & oksigenasi
® Derajat IV: meluas sampai ke tulang
Perawatan: debridement, perawatan luka aseptik & antiseptik, transplantasi kulit setempat (bila memungkinkan)
PENDEKATAN PERAWATAN LANSIA
1. Pendekatan fisik terdiri dari aktif – pasif
2. Pendekatan piskis menggunakan komunikasi edukatif
3. Pendekatan sosial dengan cara diskusi, sharing perception
4. Pendekatan spiritual dengan peace
TUJUAN ASKEP
1. Kemandirian yaitu health promotion, preventive, maintenance
2. Mempertahankan kesehatan
3. Mempertahankan semangat hidup (life support)
4. Menolong dan merawat klien lansia yang mengalami sakit
5. Merangsang petugas kesehatan mengenal & menegakkan diagnosa yang tepat
FOKUS ASKEP
1. Health promotion
2. Prevention disease
3. Mengoptimalkan fungsi mental
4. mengatasi gangguan kesehatan yang umum
PENGKAJIAN
~ Tujuan
o Menentukan kemampuan klien memelihara diri sendiri
o Melengkapi dasar-dasar rencana perawatan individu
o Membantu menghindarkan bentuk dan penandaan klien
o Memberi waktu kepada klien untuk menjawab
~ Meliputi: fisik, psikologis, ekonomi, spiritual
DIAGNOSA KEPERAWATAN
Fisik
o Gangguan nutrisi : defisit/over
o Gangguan persepsi sensorik : pendengaran, penglihatan
o Defisit knowledge
o Resti cedera fisik
o Gangguan pola tidur
o Perubahan pola eliminasi
o Gangguan mobilitas fisik
Psikologis: Isolasi sosial, Menarik diri, Depresi, Harga diri rendah, Coping tidak adekuat
Spiritual: reaksi berkabung/berduka, penolakan terhadap proses penuaan, marah terhadap Tuhan, perasaan tidak tenang
RENCANA KEPERAWATAN
¥ Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi
1. Penyebab
Penurunan alat penghiduan dan pengecapan
Organ pengunyah kurang sempurna
Rasa penuh pada perut dan susah BAB
Melemah otot-otot lambung dan usus
2. Masalah gizi: berlebihan, berkurang, kekurangan/kelebihan vitamin
3. Kebutuhan nutrisi
Kalori ? 2100 kal pada laki-laki, 1700 kal pada wanita
Karbohidrat, 60% dari jumlah kalori yang dibutuhkan
Lemak tidak dianjurkan, 15-20% dari total kalori yang dibutuhkan
Protein 20-25% dari total protein yang dibutuhkan
Vitamin dan mineral sama dengan usia muda
Air 6-8 gelas/h
4. Rencana tindakan
a. Berikan makanan porsi kecil tapi sering
b. Banyak minum dan kurangi makanan yang terlalu asin
c. Berikan makanan yang mengandung serat
d. Batasi pemberian makanan yang tinggi kalori
e. Batasi minum kopi dan teh
¥ Peningkatan keamanan dan keselamatan
1. Penyebab
Fleksibilitas kaki yang berkurang
Fungsi penginderaan dan pendengaran yang menurun
Pencahayaan yang berkurang
Lantai licin dan tidak rata
Tangga tidak ada pengaman
Kursi/ tempat tidur yang mudah bergerak
2. Tindakan mencegah kecelakaan
a. Klien :
~ Anjurkan klien menggunakan alat bantu (sesuai indikasi)
~ Latih untuk pindah dari tempat tidur ke kursi atau sebaliknya
~ Biasakan gunakan pengaman tempat tidur, jika tidur
~ Bantu klien bila ke kamar mandi
~ Usahakan ada yang menemani ketika berpergian
b. Lingkungan :
~ Tempatkan di tempat khusus yang mudah diobservasi
~ Letakkan bel di bawah bantal & ajarkan cara menggunakannya
~ Tempat tidur tidak terlalu tinggi
~ Letakkan meja dekat tempat tidur, atur peralatan mudah pakai
~ Lantai bersih, rata, tidak licin dan basah serta pasang pegangan kamar Mandi
~ Kunci semua peralatan yang menggunakan roda
~ Hindarkan lampu redup dan menyilaukan
~ Gunakan sandal atau sepatu yang beralaskan karet
Memelihara kebersihan diri
Penyebab
Penurunan daya ingat
Kurangnya motivasi
Kelemahan dan ketidak mampuan fisik
Rencana tindakan
a. Mengingatkan/membantu melakukan personal hygiene
b. Menganjurkan gunakan sabun lunak mengandung minyak/skin lotion
¥ Memelihara keseimbangan istirahat/tidur
Penyebab
Personal hygiene kurang ® gatal-gatal
Ggn psikologis®insomsia
Faktor lingkungan ®kebisingan, ventilasi dan sirkulasi Kelemahan dan ketidakmampuan fisik
Rencana tindakan
a. Menyediakan tempat/ waktu tidur yang nyaman
b. Mengatur lingkungan yang adekuat
c. Latihan fisik ringan memperlancar sirkulasi dan melenturkan otot
d. Minum hangat sebelum tidur
¥ Meningkatkan hubungan interpersonal melalui komunikasi
1. Penyebab
® daya ingat menurun, depresi, lekas marah, mudah tersinggung dan curiga
2. Rencana tindakan :
a. Berkomunikasi dengan mempertahankan kontak mata
b. Mengingatkan terhadap kegiatan yang akan dilakukan
c. Menyediakan waktu untuk berkomunikasi dengan klien
d. Memberi kesempatan untuk mengekspresikan diri
e. Melibatkan klien dalam kegiatan sesuai kemampuan
f. Menghargai pendapat klien
TINDAKAN KEPERAWATAN
1. Menumbuhkan dan membina rasa saling percaya
2. Penerangan cukup
3. Meningkatkan ransangan panca indera ® membaca, rekreasi
4. Mempertahankan dan latih daya orientasi nyata®kalender, jam
5. Berikan perawatan sirkulasi
6. Berikan perawatan pernafasan
7. Berikan perawatan pada alat pencernaan
® Berikan perawatan genitourinaria
® Berikan perawatan kulit
Daftar Pustaka
Darmojo, Boedhi,et al.2000.Beberapa masalah penyakit pada Usia Lanjut. Jakarta: Balai Penerbit FKUI
Lueckenotte. 1997. Pengkajian Gerontologi edisi 2.EGC: Jakarta
www.google.com. Keyword: Penyakit yang Sering Muncul pada Lansia. Diakses tanggal 12 September 2009 pukul 12.
Belum ada tanggapan untuk "ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA"
Posting Komentar