1.
Mudah
jatuh
a.
Jatuh
merupakan suatu kejadian yang dilaporkan penderita atau saksi mata yang melihat
kejadian, yang mengakibatkan seseorang mendadak terbaring/terduduk di lantai
atau tempat yang lebih rendah dengan atau tanpa kehilangan kesadaran atau luka
(Ruben, 1996).
b.
Jatuh
dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya faktor intrinsik: gangguan gaya
berjalan, kelemahan otot ekstremitas bawah, kekuatan sendi dan
sinkope-dizziness; faktor ekstrinsik: lantai yang licin dan tidak rata,
tersandung oleh benda-benda, penglihatan kurang karena cahaya yang kurang
terang dan sebagainya.
2.
Mudah lelah, disebabkan oleh :
© Faktor psikologis: perasaan bosan,
keletihan, depresi
© Gangguan organis: anemia, kurang vitamin,
osteomalasia, dll
© Pengaruh obat: sedasi, hipnotik
3.
Kekacauan
mental karena keracunan, demam tinggi, alkohol, penyakit metabolisme,
dehidrasi, dsb
4.
Nyeri
dada karena PJK, aneurisme aorta, perikarditis, emboli paru, dsb
5.
Sesak
nafas pada waktu melakukan aktifitas fisik karena kelemahan jantung, gangguan
sistem respiratorius, overweight, anemia
6.
Palpitasi
karena gangguan irama jantung, penyakit kronis, psikologis
7.
Pembengkakan
kaki bagian bawah karena edema gravitasi, gagal jantung, kurang vitamin B1,
penyakit hati, penyakit ginjal, kelumpuhan, dsb
8.
Nyeri
pinggang atau punggung karena osteomalasia, osteoporosis, osteoartritis, batu
ginjal, dsb.
9.
Nyeri
sendi pinggul karena artritis, osteoporosis, fraktur/dislokasi, saraf terjepit
10.
Berat
badan menurun karena nafsu makan menurun, gangguan saluran cerna, faktor
sosio-ekonomi
11.
Sukar
menahan BAK karena obat-obatan, radang kandung kemih, saluran kemih, kelainan
syaraf, faktor psikologis
12.
Sukar
menahan BAB karena obat-obatan, diare, kelainan usus besar, kelainan rektum
13.
Gangguan
ketajaman penglihatan karena presbiopi, refleksi lensa berkurang, katarak,
glaukoma, infeksi mata
14.
Gangguan
pendengaran karena otosklerosis, ketulian menyebabkan kekacauan mental
15.
Gangguan
tidur karena lingkungan kurang tenang, organik dan psikogenik (depresi,
irritabilitas)
16.
Keluhan
pusing-pusing karena migren, glaukoma, sinusitis, sakit gigi, dsb
17.
Keluhan
perasaan dingin dan kesemutan anggota badan karena ggn sirkulasi darah lokal,
ggn syaraf umum dan lokal
18.
Mudah
gatal-gatal karena kulit kering, eksema kulit, DM, gagal ginjal, hepatitis
kronis, alergi
KARAKTERISTIK PENYAKIT LANSIA DI INDONESIA
1.
Penyakit
persendian dan tulang, misalnya rheumatik, osteoporosis, osteoartritis
2.
Penyakit
Kardiovaskuler. Misalnya: hipertensi, kholesterolemia, angina, cardiac attack,
stroke, trigliserida tinggi, anemia, PJK
3.
Penyakit
Pencernaan yaitu gastritis, ulcus pepticum
4.
Penyakit
Urogenital. Seperti Infeksi Saluran Kemih (ISK), Gagal Ginjal Akut/Kronis, Benigna
Prostat Hiperplasia
5.
Penyakit
Metabolik/endokrin. Misalnya; Diabetes mellitus, obesitas
6.
Penyakit
Pernafasan. Misalnya asma, TB paru
7.
Penyakit
Keganasan, misalnya; carsinoma/ kanker
8.
Penyakit
lainnya. Antara lain; senilis/pikun/dimensia, alzeimer, parkinson, dsb
PENYAKIT YANG SERING TERJADI PADA LANSIA
Nina Kemala Sari dari Divisi
Geriatri, Departemen Ilmu Penyakit Dalam RS Cipto Mangunkusumo, Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia dalam suatu pelatihan di kalangan kelompok
peduli lansia, menyampaikan beberapa masalah yang kerap muncul pada usia lanjut
, yang disebutnya sebagai a series of I’s. Mulai dari immobility (imobilisasi),
instability (instabilitas dan jatuh), incontinence (inkontinensia),
intellectual impairment (gangguan intelektual), infection (infeksi), impairment
of vision and hearing (gangguan penglihatan dan pendengaran), isolation
(depresi), Inanition (malnutrisi), insomnia (ganguan tidur), hingga immune
deficiency (menurunnya kekebalan tubuh).
Selain gangguan-gangguan
tersebut, Nina juga menyebut tujuh penyakit kronik degeratif yang kerap dialami
para lanjut usia, yaitu:
- Osteo
Artritis (OA)
OA adalah peradangan sendi yang terjadi akibat
peristiwa mekanik dan biologik yang mengakibatkan penipisan rawan sendi, tidak
stabilnya sendi, dan perkapuran. OA merupakan penyebab utama ketidakmandirian
pada usia lanjut, yang dipertinggi risikonya karena trauma, penggunaan sendi
berulang dan obesitas.
- Osteoporosis
Osteoporosis merupakan salah satu bentuk gangguan
tulang dimana masa atau kepadatan tulang berkurang. Terdapat dua jenis
osteoporosis, tipe I merujuk pada percepatan kehilangan tulang selama dua
dekade pertama setelah menopause, sedangkan tipe II adalah hilangnya masa
tulang pada usia lanjut karena terganggunya produksi vitamin D.
- Hipertensi
Hipertensi merupakan kondisi dimana tekanan darah
sistolik sama atau lebih tinggi dari 140 mmHg dan tekanan diastolik lebih
tinggi dari 90mmHg, yang terjadi karena menurunnya elastisitas arteri pada
proses menua. Bila tidak ditangani, hipertensi dapat memicu terjadinya stroke,
kerusakan pembuluh darah (arteriosclerosis), serangan/gagal jantung, dan gagal
ginjal
- Diabetes
Mellitus
Sekitar 50% dari lansia memiliki gangguan intoleransi
glukosa dimana gula darah masih tetap normal meskipun dalam kondisi puasa.
Kondisi ini dapat berkembang menjadi diabetes melitus, dimana kadar gula darah
sewaktu diatas atau sama dengan 200 mg/dl dan kadar glukosa darah saat puasa di
atas 126 mg/dl. Obesitas, pola makan yang buruk, kurang olah raga dan usia
lanjut mempertinggi risiko DM. Sebagai ilustrasi, sekitar 20% dari lansia
berusia 75 tahun menderita DM. Beberapa gejalanya adalah sering haus dan lapar,
banyak berkemih, mudah lelah, berat badan terus berkurang, gatal-gatal, mati
rasa, dan luka yang lambat sembuh.
- Dimensia
Merupakan kumpulan gejala yang berkaitan dengan
kehilangan fungsi intelektual dan daya ingat secara perlahan-lahan, sehingga
mempengaruhi aktivitas kehidupan sehari-hari. Alzheimer merupakan jenis
demensia yang paling sering terjadi pada usia lanjut. Adanya riwayat keluarga,
usia lanjut, penyakit vaskular/pembuluh darah (hipertensi, diabetes, kolesterol
tinggi), trauma kepala merupakan faktor risiko terjadinya demensia. Demensia juga kerap terjadi pada wanita
dan individu dengan pendidikan rendah.
- Penyakit
jantung koroner
Penyempitan pembuluh darah jantung sehingga aliran
darah menuju jantung terganggu. Gejala umum yang terjadi adalah nyeri dada,
sesak napas, pingsan, hingga kebingungan.
- Kanker
Kanker merupakan sebuah keadaan dimana struktur dan
fungsi sebuah sel mengalami perubahan bahkan sampai merusak sel-sel lainnya
yang masih sehat. Sel yang berubah ini mengalami mutasi karena suatu sebab
sehingga ia tidak bisa lagi menjalankan fungsi normalnya. Biasanya perubahan
sel ini mengalami beberapa tahapan, mulai dari yang ringan sampai berubah sama
sekali dari keadaan awal (kanker). Kanker merupakan penyebab kematian nomor dua
setelah penyakit jantung. Faktor resiko yang paling utama adalah usia. Dua
pertiga kasus kanker terjadi di atas usia 65 tahun. Mulai usia 40 tahun resiko
untuk timbul kanker meningkat.
Belum ada tanggapan untuk "MASALAH FISIK SEHARI-HARI YANG SERING DITEMUKAN PADA LANSIA"
Posting Komentar